Cornelis Tuntaskan Reses di Enam Titik di Kabupaten Landak
| Dr. H.C. Cornelis (mengenakan topi merah) di antara warga. Dokpri. |
LANDAK Dayak Today– Anggota Komisi XII sekaligus Badan Anggaran DPR RI, Dr. (H.C) Drs. Cornelis, M.H., menuntaskan kegiatan reses di enam titik di Kabupaten Landak, Rabu (25/2/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026.
Enam titik reses itu tersebar di dua desa. Di Desa Paloan, pertemuan digelar di Dusun Kubu, Jelutung, Lanso, dan Binuang.
Sementara di Desa Gombang, kegiatan berlangsung di Dusun Karatop dan Bayankng. Pada setiap titik, Cornelis bertemu langsung dengan warga dan perangkat desa untuk mendengarkan aspirasi serta menyampaikan sejumlah program prioritas.
Serap Aspirasi Warga
Dalam dialog yang berlangsung terbuka, warga menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, mulai dari kondisi kesehatan anak, akses pendidikan, hingga persoalan lingkungan. Cornelis mengatakan, reses menjadi momentum penting bagi anggota DPR untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat di daerah pemilihan.
Menurut Cornelis, berbagai masukan tersebut akan menjadi bahan dalam pembahasan di DPR, baik di komisi maupun dalam pembahasan anggaran. Ia menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Landak agar mendapat perhatian dalam program pemerintah pusat.
“Reses ini kesempatan bagi saya untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Semua aspirasi akan kami catat dan tindak lanjuti sesuai kewenangan yang ada,” ujarnya.
Tekankan Pencegahan Stunting dan Wajib Belajar
Salah satu isu yang mendapat perhatian khusus adalah penanganan stunting. Cornelis mengingatkan pentingnya asupan gizi bagi bayi dan balita sebagai fondasi utama tumbuh kembang anak.
Ia meminta para orangtua, terutama ibu-ibu, memperhatikan asupan protein anak. Menurut dia, upaya pencegahan stunting harus dimulai dari keluarga.
“Untuk ibu-ibu, tolong perhatikan bayi dan balitanya. Perhatikan asupan proteinnya. Negara kita sedang fokus menangani stunting. Salah satu sumber protein yang baik dan terjangkau adalah telur,” katanya di hadapan warga.
Selain stunting, Cornelis juga menyinggung pentingnya pendidikan wajib 12 tahun. Ia menilai pendidikan menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah. Anak-anak, kata dia, harus mendapat kesempatan belajar hingga jenjang menengah agar memiliki bekal yang cukup di masa depan.
Generasi yang sehat dan berpendidikan, lanjutnya, akan lebih siap menghadapi tantangan serta mampu mengelola potensi daerahnya sendiri.
Jaga Lingkungan untuk Generasi Mendatang
Dalam pertemuan tersebut, Cornelis juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di Kalimantan Barat. Ia mengingatkan bahwa sumber daya alam merupakan aset berharga yang harus dijaga bersama.
“Menjaga lingkungan Kalimantan adalah kewajiban kita bersama. Ini aset berharga untuk cucu-cicit kita,” ujarnya.
Gubernur Kalimantan Barat dua periode itu mengaitkan isu lingkungan dengan kualitas generasi penerus.
Menurut dia, anak-anak yang tumbuh sehat dan berpendidikan baik akan mampu mengelola tanah dan kekayaan alamnya secara bijak. Dengan demikian, masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama pembangunan di daerahnya sendiri.
Sebagai bentuk kepedulian, Cornelis juga membagikan bingkisan berisi telur dan minyak goreng kepada warga di enam titik reses. Ia menyebutnya sebagai “oleh-oleh” untuk membantu pemenuhan gizi keluarga secara langsung.
Bagi warga, kunjungan tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi. Pertemuan itu juga menjadi ruang dialog antara masyarakat dan wakil rakyat.
Melalui forum tersebut, warga menyampaikan harapan agar pembangunan di Kabupaten Landak semakin merata dan benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. (X-5)
0 Comments