IAKN Palangka Raya Kukuhkan Dua Guru Besar Prof. Telhalia dan Prof. Maidiantius Tanyid dalam Sidang Senat Terbuka Hari Ini

IAKN Palangka Raya Kukuhkan Dua Guru Besar
IAKN Palangka Raya Kukuhkan Dua Guru Besar, Prof. Telhalia dan Prof. Maidiantius Tanyid. Ist.

PALANGKA RAYA, dayaktoday.com — Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Palangka Raya Kukuhkan Dua Guru Besar dalam Sidang Senat Terbuka hari ini (05/02-2026).

Pengukuhan ini menjadi tonggak penting bagi penguatan tradisi akademik dan pengembangan keilmuan di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Kristen negeri tersebut.

Dua akademisi yang dikukuhkan sebagai Guru Besar adalah Prof. Telhalia, M.Th., D.Th. dalam Bidang Ilmu Teologi Perjanjian Baru dan Prof. Dr. Maidiantius Tanyid, M.Th. dalam Bidang Ilmu Pendidikan Agama Kristen Kontekstual

Sidang Senat Terbuka ini diselenggarakan oleh Senat IAKN Palangka Raya pada pada Kamis, 5 Februari 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. 

Acara bertempat di Gedung Serba Guna Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Palangka Raya, yang berlokasi di Jalan Tampung Penyang, Kilometer 6, Palangka Raya.

Pengukuhan gelar tertinggi JJA sebagai bentuk pengakuan akademik tertinggi atas kepakaran, dedikasi, dan kontribusi keilmuan para profesor.

Sebagaimana diketahui bahwa Pengukuhan Guru Besar merupakan puncak perjalanan akademik seorang dosen, sekaligus penanda tanggung jawab moral dan ilmiah untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan, pendidikan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Pengukuhan dalam Sidang Senat Terbuka

Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar dilaksanakan secara resmi oleh Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya dengan melibatkan seluruh unsur pimpinan dan Senat perguruan tinggi. Acara ini menandai pengesahan akademik atas jabatan Guru Besar yang disematkan kepada dua dosen senior tersebut.

Rektor IAKN Palangka Raya, Prof. Telhalia, M.Th., D.Th., hadir dalam kapasitas kelembagaan dan akademik. Sidang Senat dipimpin oleh Ketua Senat IAKN Palangka Raya, Dr. Wilson, M.Th., dengan Sekretaris Senat Dr. Sanasintani, S.Th., M.Pd., yang bertugas memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan ketentuan akademik dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sidang Senat Terbuka ini menjadi forum resmi yang menegaskan bahwa pengukuhan Guru Besar bukan sekadar seremoni, melainkan proses akademik yang sah dan diakui secara institusional.

Prof. Telhalia dan Kepakaran Teologi Perjanjian Baru

Prof. Telhalia, M.Th., D.Th. dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Teologi Perjanjian Baru. Bidang ini merupakan salah satu pilar utama dalam kajian teologi Kristen, yang berfokus pada teks, konteks, dan pesan Perjanjian Baru dalam kehidupan gereja dan masyarakat.

Sebagai akademisi, Prof. Telhalia dikenal melalui kiprahnya dalam pengembangan studi teologi yang berakar pada Kitab Suci, tradisi gereja, dan refleksi kontekstual. Pengukuhan ini menjadi pengakuan atas konsistensi dan kontribusi ilmiah yang telah dibangun dalam jangka panjang, baik melalui pengajaran, penelitian, maupun keterlibatan dalam pengembangan institusi.

Selain dikukuhkan sebagai Guru Besar, Prof. Telhalia juga menjabat sebagai Rektor IAKN Palangka Raya. Dengan demikian, pengukuhan ini sekaligus memperkuat posisi kepemimpinan akademik di lingkungan kampus.

Prof. Maidiantius Tanyid dan Pendidikan Agama Kristen Kontekstual

Sementara itu, Prof. Dr. Maidiantius Tanyid, M.Th. dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Pendidikan Agama Kristen Kontekstual. Bidang ini menekankan pentingnya pendidikan agama Kristen yang berpijak pada konteks sosial, budaya, dan realitas masyarakat setempat.

Pendidikan Agama Kristen Kontekstual menjadi pendekatan strategis dalam menjawab tantangan pendidikan di tengah keberagaman budaya dan dinamika sosial. Melalui pendekatan ini, pendidikan agama tidak dipahami secara abstrak, melainkan dihidupi dan diterapkan dalam konteks nyata kehidupan peserta didik.

Pengukuhan Prof. Maidiantius Tanyid menegaskan komitmen IAKN Palangka Raya dalam mengembangkan model pendidikan agama yang relevan, inklusif, dan berdaya guna bagi masyarakat.

Penguatan Tradisi Akademik IAKN Palangka Raya

Pengukuhan dua Guru Besar ini menambah kekuatan sumber daya akademik IAKN Palangka Raya sekaligus mempertegas peran institusi tersebut sebagai pusat pengembangan ilmu teologi dan pendidikan agama Kristen di Indonesia.

Ketua Senat IAKN Palangka Raya, Dr. Wilson, M.Th., bersama Sekretaris Senat Dr. Sanasintani, S.Th., M.Pd., menegaskan bahwa jabatan Guru Besar membawa tanggung jawab besar untuk terus menjaga mutu akademik, menghasilkan karya ilmiah bermutu, serta berkontribusi dalam percakapan ilmiah nasional dan internasional.

Melalui Sidang Senat Terbuka ini, IAKN Palangka Raya menunjukkan komitmennya dalam membangun tradisi akademik yang kokoh, berintegritas, dan berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan yang kontekstual dan relevan bagi gereja, masyarakat, dan bangsa.

Menambah bilangan 34 menjadi 36 Profesor Dayak sepanjang sejarah

Menurut catatan Masri Sareb Putra, dari masa ke masa, orang Dayak telah melahirkan tidak kurang dari 34 profesor. Angka ini bukan sekadar statistik akademik, melainkan penanda peradaban. 

Pengukuhan dua Guru Besar baru dari IAKN Palangka Raya ini menegaskan satu hal penting: Dayak tidak berhenti pada kisah bertahan hidup dalam arus sejarah yang kerap keras dan timpang. Dayak hadir melampaui narasi penyintas. Ia bertumbuh menjadi subjek pengetahuan, pengolah makna, dan penafsir zaman. 

Dari ruang-ruang kampus, Dayak berbicara dengan bahasa ilmu, menyusun argumen, dan ikut menentukan arah perkembangan teologi, pendidikan, dan kemanusiaan. Gelar Guru Besar di sini bukan sekadar capaian personal, melainkan penanda kematangan kolektif sebuah sukubangsa.

Dalam dua pengukuhan ini, tampak bahwa Dayak sedang menulis bab baru dalam sejarahnya sendiri. Bab tentang keberanian berpikir, kesetiaan pada akar, dan keterbukaan pada dunia. Ilmu pengetahuan tidak lagi datang dari luar sebagai wacana yang ditiru, melainkan lahir dari dalam, dari pengalaman, konteks, dan pergulatan hidup orang Dayak sendiri. 

Dengan demikian, Dayak tidak hanya hadir di panggung zaman, tetapi turut mengarahkan sorot lampunya, membentuk diskursus, dan memberi warna pada peradaban yang terus bergerak.

Dengan pengukuhan dua Guru Besar dari IAKN Palangka Raya ini, jumlah profesor asal Dayak bertambah, sekaligus memperkaya khazanah intelektual Indonesia dan dunia. 

Dari sebuah sukubangsa dengan populasi tidak kurang dari 8 juta jiwa, lahir para pemikir. Mereka menembus ruang-ruang akademik tertinggi dan tidak canggung berdialog dengan dunia. Di sana, mereka berdiri sejajar dalam peradaban ilmu pengetahuan.

Fakta ini membuktikan bahwa Dayak adalah sukubangsa yang maju, beradab, dan educated. Pendidikan tidak dipahami semata sebagai gelar, tetapi sebagai laku hidup: kemampuan merawat akal budi, membaca zaman, dan berkontribusi bagi kemanusiaan. 

Dalam setiap profesor yang lahir, tersimpan pesan sunyi namun tegas. Dayak mampu dan terus membuktikan diri sebagai tuan pengetahuan di tanahnya sendiri, sekaligus hadir sebagai warga terhormat di panggung dunia.

Pewarta: Rangkaya Bada

0 Comments

Type above and press Enter to search.