Cornelis di Paripurna DPR terkait Perang dan Perdamaian Dunia: Kita Lihat dan Fokus pada Masalah Manusianya
| Dr. (H.C.) Cornelis mengingatkan agar semua pihak kembali melihat inti persoalan dalam hal perang dan perdamaian dunia saat ini. Manusia wajib menjadi pusat. Ist. |
Cornelis, mengingatkan satu hal mendasar saat Rapat Paripurna DPR: dalam setiap konflik, yang paling penting adalah melihat nasib manusia yang terdampak. “Kita lihat masalah manusianya,” ujarnya.
Situasi geopolitik dunia kian memanas. Konflik di berbagai kawasan belum mereda. Di tengah ketegangan itu. Anggota DPR RI dari Kalimantan Barat, Cornelis, mengingatkan agar semua pihak kembali melihat inti persoalan. Manusia.
Pesan itu ia sampaikan saat menghadiri Rapat Paripurna ke-15 DPR RI. Sidang pembukaan Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026. Digelar di Kompleks Parlemen Senayan. Selasa pagi (16 Maret 2026).
Masalah manusia
Rapat dipimpin Ketua DPR RI, Puan Maharani. Sejumlah anggota dewan hadir. Termasuk Cornelis yang dikenal sebagai legislator senior dari Kalimantan.
Di tengah pembahasan situasi global. Cornelis menegaskan satu hal.
“Kita lihat masalah manusianya,” ujarnya singkat.
Kalimat itu sederhana. Namun maknanya luas. Cornelis menilai konflik internasional tidak boleh hanya dibaca sebagai perebutan pengaruh atau kekuatan militer. Di balik setiap konflik. Ada penderitaan manusia. Ada masyarakat sipil yang menjadi korban.
Ia menyinggung situasi di kawasan Asia Barat. Ketegangan geopolitik terus meningkat. Berbagai kekuatan besar terlibat. Dampaknya terasa jauh melampaui kawasan konflik.
Menurut Cornelis. ketika dunia terlalu sibuk membicarakan strategi militer. sering kali yang terlupakan adalah nasib manusia yang terdampak.
“Perang selalu membawa kehancuran. Yang paling menderita adalah rakyat biasa,” kata dia.
DPR sampaikan dukacita atas wafatnya Ali Khamenei
Dalam sidang yang sama. pimpinan DPR juga menyampaikan simpati kepada rakyat Iran. Hal itu terkait wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan pentingnya menjaga stabilitas kawasan dan menghindari eskalasi konflik yang lebih luas.
“Atas nama rakyat Indonesia. kami menyampaikan simpati mendalam kepada masyarakat Iran,” ujar Puan.
Ia juga menegaskan posisi Indonesia yang konsisten. Mendorong penyelesaian konflik melalui diplomasi. Bukan kekuatan senjata.
Indonesia. kata Puan. mendukung semua pihak untuk menahan diri. Menghentikan eskalasi militer. Membuka ruang dialog.
“Perdamaian harus menjadi pilihan utama. Karena yang paling dirugikan dari peperangan adalah kemanusiaan itu sendiri,” ujarnya.
Pandangan tersebut sejalan dengan sikap Cornelis. Ia menilai pendekatan kemanusiaan harus menjadi dasar dalam melihat konflik global.
Dampak Global sampai ke ekonomi rakyat
juga mengingatkan. konflik internasional tidak berhenti di medan perang. Dampaknya merembet ke sektor ekonomi. Termasuk bagi negara yang jauh dari pusat konflik.
Ketegangan antara Amerika Serikat. Israel. dan Iran. menurutnya dapat memicu gangguan besar pada stabilitas ekonomi dunia.
Harga energi bisa melonjak. Jalur perdagangan terganggu. Pasar keuangan bergejolak.
Ketika harga minyak naik. dampaknya langsung terasa. Ongkos transportasi meningkat. Harga barang kebutuhan ikut terdorong naik.
Dalam situasi seperti itu. masyarakat kecil menjadi kelompok yang paling rentan.
Puan Maharani juga menyinggung hal yang sama dalam pidatonya.
Jika konflik berkepanjangan. tekanan terhadap nilai tukar rupiah dapat terjadi. Biaya logistik naik. Inflasi meningkat.
Semua itu pada akhirnya kembali kepada satu hal. Beban ekonomi rakyat.
Karena itu. Cornelis menilai kebijakan negara harus mengantisipasi dampak global tersebut sejak dini.
Pentingnya kemandirian energi
Dalam pandangan Cornelis. salah satu langkah strategis adalah memperkuat kemandirian energi nasional.
Ketergantungan pada energi impor membuat ekonomi mudah terpengaruh gejolak dunia. Ketika harga minyak global melonjak. ekonomi domestik ikut terguncang.
Karena itu. gagasan swasembada energi menjadi sangat penting.
Menurut Cornelis. kemandirian energi bukan hanya soal ekonomi. Tetapi juga soal perlindungan terhadap rakyat.
Jika Indonesia mampu mengelola sumber energinya sendiri. dampak krisis global dapat ditekan.
“Ini soal melindungi masyarakat dari ketidakpastian dunia,” ujarnya.
Awal masa persidangan baru
Rapat Paripurna Selasa pagi juga menandai dimulainya kembali aktivitas DPR RI setelah masa reses sejak Februari lalu.
Para anggota dewan kembali menjalankan tugas legislasi. Pengawasan. Dan fungsi anggaran.
Bagi Cornelis. masa sidang baru ini harus diisi dengan kerja nyata yang berpihak kepada rakyat.
Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan yang dibahas di parlemen seharusnya berangkat dari satu prinsip dasar.
Manusia harus menjadi pusat perhatian
Dalam situasi dunia yang penuh ketidakpastian. pesan itu terasa semakin relevan. Ketika politik global memanas. kemanusiaan tetap harus menjadi kompas utama.
“Pada akhirnya. semua kebijakan negara harus kembali pada kesejahteraan manusia,” papar Cornelis. 🌏
Penulis: Rangkaya Bada
0 Comments