ITKK Cetak Rekor MURI dengan Menerbitkan 60 Buku Ber-ISBN yang Di-launching pada Satu Momentum

ITKK Cetak ITKK Sejarah dengan 60 Buku Ber-ISBN: Rekor MURI
Perguruan tinggi diukur dari publikasi, sitasi, dan pengakuannya oleh pihak luar. Dokpri.
Oleh Masri Sareb Putra

Pada 5 Agustus 2024, Institut Teknologi Keling Kumang (ITKK) menorehkan prestasi luar biasa: penerbitan 60 buku ber-ISBN dalam satu momentum. Sebuah capaian monumental yang diakui oleh Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dengan nomor sertifikat 118xx/R. MURI/VIII/2024. 

Capaian prestasi ini tidak mudah diraih dan tidak setiap lembaga pendidikan mampu mencapainya, menegaskan dedikasi ITKK dalam memajukan literasi, penelitian, serta penguatan budaya masyarakat Dayak di Borneo. 

Penyerahan rekor dilakukan oleh Yusuf Ngadri kepada Stefanus Masiun, mewakili ITKK, sebagai simbol penghargaan atas kerja keras seluruh civitas akademika, penulis, dan editor.

Prestasi ini bukan sekadar angka, tetapi refleksi disiplin, kolaborasi, dan manajemen penerbitan yang matang. 

Setiap buku membawa kontribusi unik: dari sejarah dan budaya Dayak, literasi agama dan teologi, hingga pengembangan ekonomi lokal dan teknologi digital. 

Berikut adalah senarai 60 buku tersebut, dikelompokkan berdasarkan topik, dengan nomor urut untuk memudahkan pencatatan:

Topik 1: Sejarah, Peradaban, dan Identitas Dayak

1. The Fighting Spirit: Sejarah Institut Teknologi Keling Kumang · ISBN: 978-623-5890-59-3

2. Ketungau Tesaek: Sejarah, Migrasi, Adat Budaya, Masa Depan · ISBN: 978-623-7069-34-8

3. Jejak Peradaban Manusia Sungai Krayan · ISBN: 978-623-5890-05-0

4. Dayak Iban: Dahulu, Sekarang, Masa Depan · ISBN: 978-602-6381-73-6

5. Dayak Lundayeh IdiLlun Bawang · ISBN: 978-602-6381-83-5

6. Dayak Kanayatn · ISBN: 978-602-6381-12-5

7. Dayak Djongkang · ISBN: 978-602-6381-11-8

8. Mengenal Masyarakat Adat Dayak Seberuang Kampung Silit · ISBN: 978-623-5890-55-5

Topik 2: Kearifan Lokal, Budaya, dan Tradisi

9. Padi Lokal: Kearifan Tradisional dalam Pertanian Berkelanjutan · ISBN: 978-623-5890-48-7

10. Dayak Kenyah: Kearifan Lokal Masyarakat Adat Mengelola Tanah Ulen · ISBN: 978-623-5890-37-1

11. Rumah Panjai: Filosofi Manusia Dayak · ISBN: 978-623-7069-07-2

12. Budaya Tenun Ikat Dayak Keninjal Melawi · ISBN: 978-623-7069-42-3

13. Nilai Kearifan Lokal Upacara Adat Naik Dango · ISBN: 978-623-7069-31-7

14. Budaya Tari Hudoq: Suku Dayak Bahau · ISBN: 978-602-6381-02-6

15. Ensangan Dayak Kerabat · ISBN: 978-623-5890-31-9

16. Pengansah Runding · ISBN: 978-623-5890-38-8

 Topik 3: Sastra, Narasi, dan Ekspresi Kreatif

17. Keling Kumang: Novel Dayak Berlatar Sejarah · ISBN: 978-623-5890-60-9

18. Purnama di Atas Rumah Betang: Kumpulan Cerpen · ISBN: 978-623-5890-45-6

19. Laki-laki Tua dan Pondoknya · ISBN: 978-623-5890-29-6

20. Senja dan Cinta yang Tenggelam di Desa Mentonyek · ISBN: 978-623-5890-24-1

21. Suara Burung: Cuitan dari Kalimantan · ISBN: 978-623-5890-40-1

22. Tibak Penemu · ISBN: 978-623-5890-63-0

Topik 4: Teologi, Agama, dan Spiritualitas

23. Manusia Dayak & Kebudayaannya sebagai Locus Theologicus · ISBN: 978-623-5890-39-5

24. Pendidikan Agama Katolik Berwawasan Multikultural · ISBN: 978-623-5890-32-6

25. 10 Perumpamaan Injil Lukas: Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari · ISBN: 978-623-5890-26-5

26. Pembangunan Teologi dalam Konteks Suku Dayak Maanyan · ISBN: 978-602-6381-68-2

27. Katolik Dayak: Kicauan dari Dalam · ISBN: 978-623-7069-80-5

 Topik 5: Ekonomi Kerakyatan, Credit Union, dan Pemberdayaan

28. Financial Literacy di Credit Union · ISBN: 978-623-5890-49-4

29. Pendidikan Anggota Credit Union · ISBN: 978-623-5890-33-3

30. Inspiring Sharing and Growth · ISBN: 978-623-5890-34-0

31. Menimba Sukses dari 25 Anggota CU Keling Kumang · ISBN: 978-602-6381-95-8

32. Secercah Harapan: Petani Plasma Kelapa Sawit · ISBN: 978-623-5890-57-9

 Topik 6: Pertanian, Lingkungan, dan Ketahanan Pangan

33. Pupuk Organik Inovatif · ISBN: 978-623-5890-56-2

34. Membangun Kepuasan Konsumen Benih Padi · ISBN: 978-623-5890-50-0

35. Sistem Perladangan Suku Dayak · ISBN: 978-602-6381-93-4

36. Strategi Ketahanan Pangan Utama Indonesia · ISBN: 978-623-7069-54-6

37. Simplifying Natural Resources · ISBN: 978-623-5890-47-0

 Topik 7: Teknologi, Sains, dan Komputasi

38. Basis Data MySQL · ISBN: 978-623-5890-53-1

39. Membangun Jaringan Komputer Virtual · ISBN: 978-623-5890-52-4

40. Aplikasi MATLAB dalam Dunia Matematika Komputasi · ISBN: 978-623-5890-46-3

41. Desa Digital: Menilai Performa Perangkat Desa · ISBN: 978-623-5890-42-5

 Topik 8: Sosial, Hukum, dan Kajian Akademik

42. Pengakuan Hukum Internasional terhadap Hak-hak Masyarakat Adat · ISBN: 978-623-5890-54-8

43. Sosiologi Hukum Lingkungan Hidup · ISBN: 978-602-74291-8-5

44. Hermeneutika untuk Penelitian Komunikasi · ISBN: 978-623-5890-36-4

45. Konstruksi Budaya Dayak dan Tionghoa · ISBN: 978-623-5890-41-8

46. Profesi BK · ISBN: 978-623-5890-30-2

 Topik 9: Manajemen, Bisnis, dan Pengembangan Diri

47. Produktivitas Karyawan · ISBN: 978-623-5890-25-8

48. Kinerja Keuangan: Meramal Masa Depan Perusahaan · ISBN: 978-623-5890-43-2

49. Kewirausahaan Dasar dan Konsep · ISBN: 978-623-5890-35-7

50. Beyond Limits: Menjadi Karyawan Berprestasi · ISBN: 978-623-5890-58-6

 Topik 10: Pendidikan, Kehidupan Sosial, dan Inspirasi

51. Hidup di Asrama Berjuta Rasanya · ISBN: 978-623-5890-28-9

52. Guru Dayak · ISBN: 978-623-5890-62-3

53. Sareb: Ayah, Guru, dan Sahabat · ISBN: 978-623-5890-20-3

54. Truly Asia: A Short Explanation of Rural and Urban · ISBN: 978-602-6381-51-4

Topik 11: Lintas Tema dan Penguatan Wacana

55. Peran Kepemimpinan dalam Penerapan INVICTUS · ISBN: 928-673-88581-9-4

56. Tiktok Shop dan Psikologi Konsumen · ISBN: 978-623-5890-44-9

57. Kaya dengan Sawit Emas Hijau · ISBN: 978-623-5890-61-6

58. Desa Digital · ISBN: 978-623-5890-42-5

59. Strategi Literasi Digital · ISBN: 978-623-5890-51-7

60. Pemimpin Masa Depan: Membangun Dayak Berdaya · ISBN: 978-623-5890-59-8

Prestasi ITKK ini menegaskan bahwa literasi, budaya, dan penelitian bukan sekadar teori, tetapi mampu diwujudkan dalam buku-buku nyata yang dicetak, diterbitkan, dan diakui secara resmi. 

Rekor MURI ini menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lain: dengan kerja keras, kolaborasi, dan keberanian memimpin dalam literasi, prestasi monumental seperti ini bisa dicapai.

Melampaui rekor sebelumnya

Tim kecil itu bekerja dalam senyap, tetapi dengan kesadaran yang tajam: rekor tidak lahir dari kebetulan, melainkan dari kesungguhan yang terukur. Mereka menelusuri satu per satu data, membandingkan, mencatat, dan menguji ulang capaian-capaian sebelumnya. Dari riset mandiri itu terungkap sebuah fakta penting. 

Pernah ada sebuah universitas melakukan peluncuran buku dalam jumlah besar, tetapi angkanya masih berada di bawah 60 judul. Di situlah titik pijak itu ditemukan, bukan untuk sekadar menyamai, melainkan untuk melampaui.

“Kita wajib melampaui rekor itu!” papar Alexander Mering, dengan nada yang bukan sekadar optimisme, tetapi tekad yang telah diperhitungkan.

Kalimat itu kemudian menjelma menjadi energi kolektif. Ia menyebar ke ruang-ruang diskusi, ke meja-meja kerja, dan ke benak setiap orang yang terlibat. Rekor bukan lagi angka, melainkan simbol dari harga diri intelektual sebuah lembaga yang lahir dari rahim masyarakat adat.

Atas kerja bersama yang tidak mengenal sekat, gagasan itu dimatangkan. Dorongan kuat datang dari Redemptus Musa Narang, Ketua Yayasan Pendidikan Keling Kumang, yang melihat ini bukan sekadar capaian administratif, tetapi momentum peradaban. Adil Bertus AS sebagai Wakil Rektor I memastikan orkestrasi akademik berjalan rapi. Masri Sareb Putra sebagai Kapuslitdianmas mengikat seluruh proses dalam kerangka ilmiah dan produktivitas nyata. Msria Fransiska, dengan ketelitian administratifnya, menjaga setiap detail tetap akurat. Dosen-dosen dan para penulis dari Gerakan Keling Kumang pun bergerak serempak, menulis, menyunting, dan menuntaskan karya.

Dalam dinamika itu, disepakati satu keputusan penting: jumlah buku tidak hanya menyamai, tetapi harus melampaui. Ditambahkan lebih dari lima judul dari capaian sebelumnya. Sebuah langkah kecil dalam hitungan angka, tetapi lompatan besar dalam makna.

Deskripsi rekor pun disusun dengan cermat. Nama kategori dirumuskan, bukan sekadar formalitas, melainkan representasi identitas: karya-karya yang lahir dari perguruan tinggi yang dikelola dan dimiliki oleh masyarakat adat. Ini bukan hanya tentang banyaknya buku, tetapi tentang siapa yang menulis, dari mana pengetahuan itu bersumber, dan untuk siapa ia diwariskan.

Ketika semua dokumen diserahkan kepada Tim MURI, proses belum selesai. Ia justru memasuki tahap yang paling menentukan: verifikasi. Data diperiksa, klaim diuji, dan seluruh bukti diteliti dengan ketat. Hingga akhirnya, kesimpulan itu tiba.

ITKK dinyatakan mencatatkan rekor “TER-” dalam kategori jumlah buku terbanyak yang diterbitkan oleh perguruan tinggi milik masyarakat adat.

“MURI tidak ragu-ragu mencatat capaian ITKK ini sebagai rekor dunia!” terang Ngadri dalam sambutan penyerahan penghargaan di kampus ITKK. Suaranya mantap, seakan menegaskan bahwa apa yang dicapai ini bukan sesuatu yang biasa.

Ngadri menambahkan dengan sederhana, tetapi mengena, “Selamat kepada ITKK. MURI hanya mencatat dan mengabadikan rekor ini.”

Di situlah letak makna yang sesungguhnya. MURI memang mencatat, tetapi yang menulis sejarah adalah mereka yang bekerja dalam diam, yang percaya bahwa pengetahuan harus diproduksi, bukan hanya dikonsumsi. 

Rekor ini pada akhirnya bukan sekadar milik ITKK, tetapi milik sebuah gerakan: gerakan literasi yang tumbuh dari kampung, berakar pada kearifan lokal, dan menjulang ke panggung dunia.

0 Comments

Type above and press Enter to search.