Dominikus, Camat Bonti dan Potensi Nilai Ekonomi Rebung Lokal
| Dominikus, Camat Bonti: Valuasi rebung Bonti ditingkatkan. ist. |
Rebung Bonti dikenal memiliki cita rasa manis dan lezat. Camat Dominikus mengajak pakar teknologi pangan mengembangkan rebung menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, termasuk peluang produksi rebung kemasan kaleng untuk pasar nasional dan ekspor.
Potensi nilai ekonomi rebung Bonti
Kecamatan Bonti memiliki satu keunggulan lokal yang telah lama dikenal masyarakat, yakni rebung yang bercita rasa enak, manis, dan dapat diolah dalam berbagai bentuk. Hal tersebut disampaikan Camat Bonti, Dominikus, di sela-sela Seminar "Menjaga dan Memelihara Hutan Adat dan Masyarakat Adat" yang merupakan bagian dari rangkaian Syukuran Pesta Nosu Minu Podi II di Bonti.
Menurut Dominikus, rebung Bonti memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan rebung dari banyak daerah lain. Selain dapat dikonsumsi sebagai sayur segar, rebung juga dapat diolah menjadi rebung kering maupun keripik yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
"Bonti punya keunggulan lokal, yakni rebungnya yang enak dan manis. Bukan saja dapat disayur segar begitu saja, namun juga dikeringkan, dan dijadikan keripik," ujar Dominikus.
Camat Bonti mengundang para pakar teknologi pangan, akademisi, pelaku usaha, maupun investor untuk turut mengembangkan potensi rebung Bonti. Menurutnya, pengolahan yang lebih modern dan inovatif akan meningkatkan nilai ekonomi produk sekaligus memperluas jangkauan pemasarannya.
"Sejauh ini sudah ada pengolahan tradisional berupa rebung kering dan keripik. Namun, pemanfaatannya masih belum optimal," terang Dominikus.
Disambut baik
Ajakan tersebut mendapat sambutan positif dari Masri Sareb Putra, yang menjadi narasumber dalam seminar tersebut. Putra dari ibu asal Terusan, Bonti itu melihat peluang pasar rebung yang sangat besar, termasuk untuk memenuhi kebutuhan konsumen di luar daerah bahkan mancanegara.
"Saya memperhatikan dengan saksama bahwa masyarakat Tionghoa memiliki kebiasaan mengonsumsi rebung dalam jumlah cukup banyak setiap perayaan Tahun Baru Imlek. Bahkan ada rebung dalam kemasan kaleng yang diproduksi Taiwan dan dipasarkan secara luas. Nah, mengapa kita tidak mulai memproduksi 'Rebung Bonti dalam Kemasan Kaleng' untuk memenuhi kebutuhan pasar itu?" kata Masri.
Menurutnya, apabila didukung teknologi pengolahan yang tepat, standar mutu yang baik, dan strategi pemasaran yang terencana, rebung Bonti berpotensi menjadi produk unggulan daerah yang mampu menembus pasar nasional bahkan ekspor.
Rebung sebagai ikon Bonti
Gagasan tersebut disambut baik oleh Camat Bonti. Dominikus menegaskan bahwa rebung memang telah lama menjadi identitas daerahnya. Bahkan, sebagai simbol kebanggaan masyarakat, sebuah monumen rebung telah dibangun di pusat kota Bonti.
| Rebung Bonti yang disayur segar siap disantap. Maknyuzzzz. Ist. |
"Ikon Bonti memang rebung. Saya dan masyarakat telah membuat monumennya di perempatan jalan Kota Bonti," papar Dominikus.
Dengan dukungan masyarakat, pemerintah, dan para ahli, rebung Bonti diharapkan tidak hanya dikenal sebagai bahan pangan tradisional yang lezat. Tetapi juga berkembang menjadi komoditas unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkenalkan nama Bonti ke pasar yang lebih luas. (X-5)
0 Comments