Mentawa, Buah Hutan Dayak dari Borneo

Mentawa, Buah Hutan Dayak dari Borneo
Mentawa dalam istilah Latin adalah Artocarpus anisophyllus Miq, disebut "buah sultan" oleh orang Dayak, penduduk asli Kalimantan. Ist.

Mentawa atau mentawak, buah hutan tropis yang dikenal oleh masyarakat Dayak di Kalimantan sebagai salah satu "buah sultan". Berdasarkan bentuknya, yaitu kulit berduri pendek dan rapat, daging buah berwarna jingga-oranye yang mengelilingi biji besar, serta susunan buah yang khas keluarga nangka, buah ini termasuk kelompok Artocarpus.

Nama Latin yang paling sering dikaitkan dengan mentawa adalah Artocarpus anisophyllus Miq.

Namun, perlu dicatat bahwa nama lokal "mentawa" dapat digunakan untuk beberapa jenis Artocarpus di berbagai wilayah Kalimantan. Karena itu, identifikasi secara detail memerlukan pengamatan tambahan seperti bentuk pohon, daun, bunga, dan lokasi tumbuh.

Ciri Fisik dan Keunikan Buah Mentawa

Mentawa kerap dijuluki "buah sultan". Buahnya punya tampilan yang mudah dikenali. Kulit luarnya berwarna hijau hingga kekuningan dengan permukaan penuh duri-duri kecil yang rapat, namun lembut, tak menusuk.

Ketika buah dibelah, tampak daging buah berwarna jingga cerah yang tersusun mengelilingi bagian tengah buah.

Setiap bagian daging buah membungkus biji berwarna putih krem yang berukuran cukup besar.

Tekstur buahnya cenderung lembut dan kenyal dengan aroma khas hutan tropis. Rasanya manis dengan sedikit sentuhan asam, membuatnya memiliki karakter berbeda dari kerabat dekatnya seperti nangka dan cempedak.

Mentawa dalam Kehidupan Masyarakat Dayak

Bagi masyarakat Dayak, mentawa bukan hanya sekadar buah untuk dikonsumsi. Buah ini merupakan bagian dari kekayaan hutan yang diwariskan melalui pengetahuan leluhur.

Ketika musim buah tiba, masyarakat mengambil hasil hutan ini untuk dinikmati bersama keluarga, dibagikan kepada kerabat, atau menjadi sumber pangan tambahan.

Prenampakan daging buah mentawa
Penampakan daging buah mentawa, buah sultan itu. Ist.

Pohon mentawa yang tumbuh di kawasan hutan menjadi salah satu tanda hubungan erat antara manusia dan alam. Pengetahuan mengenai lokasi pohon, waktu berbuah, hingga cara memanfaatkan buahnya diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Mentawa dan Masa Depan Hutan Kalimantan

Sebagai tumbuhan asli hutan tropis, mentawa memiliki nilai penting bagi keanekaragaman hayati Kalimantan. Buahnya menjadi sumber makanan bagi berbagai satwa hutan, termasuk burung dan mamalia yang membantu penyebaran bijinya.

Melestarikan mentawa berarti menjaga salah satu kekayaan genetik hutan Borneo. Buah ini mengingatkan bahwa hutan bukan hanya kumpulan pohon, tetapi juga ruang kehidupan yang menyimpan pangan, budaya, dan sejarah manusia.

Mentawa adalah salah satu permata tersembunyi dari hutan Kalimantan. Di balik kulitnya yang sederhana, tersimpan cerita panjang tentang alam, masyarakat Dayak, dan hubungan harmonis antara manusia dengan lingkungan sekitarnya.
Periset dan penulis: Rangkaya Bada

0 Comments

Type above and press Enter to search.