Buka Banteng Cup 2026, Cornelis Ajak Pemuda Isi Kemerdekaan dengan Prestasi
Cornelis membuka Banteng Cup 2026 di Desa Senakin, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak. Ist.
Cornelis membuka Banteng Cup 2026 di Desa Senakin, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak. Anggota D{R-RI Komisi XVI dari Dapil I Kalimantan Barat mengajak pemuda mengisi kemerdekaan dengan olahraga, sportivitas, karakter, dan prestasi.
Lapangan sepak bola Desa Senakin, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, menjadi ruang berkumpul anak-anak muda menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Di sana, Anggota Komisi XII dan Badan Anggaran DPR RI, Dr. (H.C.) Drs. Cornelis, M.H., membuka Turnamen Sepak Bola Banteng Cup 2026, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Baca Linae Victoria Aden, M.M.Kes.: Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah
Cornelis mengajak generasi muda menjadikan olahraga bukan sekadar kegiatan untuk mengisi waktu luang. Menurut dia, lapangan juga merupakan tempat belajar disiplin, kerja sama, sportivitas, sekaligus mengasah kemampuan.
Lapangan untuk Tumbuh
“Anak-anak muda harus kita beri ruang untuk berkembang. Salah satunya melalui olahraga,” kata Cornelis saat membuka turnamen.
Ia mengatakan sepak bola merupakan kegiatan positif yang perlu terus dihidupkan di tengah masyarakat. Kompetisi, kata dia, memberi kesempatan kepada anak muda untuk tetap aktif, produktif, sekaligus menguji kemampuan mereka.
Banteng Cup 2026 diikuti puluhan tim dari Kecamatan Sengah Temila dan wilayah sekitarnya. Cornelis berharap turnamen tersebut tidak berhenti sebagai pertandingan antarkampung atau sekadar agenda memperingati kemerdekaan.
Baca Bukit Cornelis di Ngabang: Identitas Dayak Kembali ke Ruang Publik
Ia ingin dari kompetisi seperti itu muncul pemain-pemain berbakat yang kelak dapat membawa nama Kabupaten Landak ke tingkat yang lebih tinggi.
Jangan Biarkan Bakat Berhenti
Menurut Cornelis, bakat anak muda membutuhkan ruang untuk tumbuh. Karena itu, kompetisi olahraga harus mendapat dukungan agar pemain memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan.
“Kalau ada anak muda kita yang punya kemampuan, harus didorong. Jangan sampai bakat mereka berhenti karena tidak ada tempat untuk bermain dan berkompetisi,” ujarnya.
Bagi Cornelis, kemenangan bukan satu-satunya ukuran dalam sebuah pertandingan. Proses bertanding, belajar menerima hasil, dan menghargai lawan justru menjadi bagian penting dalam membentuk karakter pemain.
Ia pun berpesan kepada para peserta agar menjaga sportivitas selama turnamen berlangsung.
Sepak Bola dan Kenangan Masa Muda
Kedekatan Cornelis dengan sepak bola bukan hal baru. Ia mengaku telah mengenal olahraga tersebut sejak muda. Bahkan, ia pernah memiliki klub sepak bola bernama Leo Mandor FC.
Pengalaman itu membuat sepak bola memiliki tempat tersendiri bagi Cornelis. Baginya, olahraga bukan hanya perkara mengejar kemenangan, melainkan juga cara mempertemukan orang, membangun kebersamaan, dan memberi ruang kepada generasi muda.
Karena itu, dukungan terhadap Banteng Cup 2026 tidak berhenti pada kehadiran saat pembukaan. Cornelis memberikan bantuan hadiah untuk mendukung penyelenggaraan turnamen tersebut.
Menang-Kalah Bagian dari Pertandingan
Cornelis meminta para pemain tampil maksimal tanpa kehilangan semangat persaudaraan.
“Saya ingin anak-anak muda semangat bertanding. Soal menang dan kalah itu bagian dari pertandingan. Yang penting jaga sportivitas, tunjukkan kemampuan terbaik dan tetap jaga persaudaraan,” katanya.
Baca Cornelis Minta Penetapan WPR Berbasis Data Geologi, Ingatkan Risiko bagi Masyarakat
Pembukaan Banteng Cup 2026 turut dihadiri Wakil Bupati Landak Erani, Ketua Panitia Kolarensius Sugeng, Anggota DPRD Kabupaten Landak dari Fraksi PDI Perjuangan, Camat Sengah Temila, Kepala Desa Senakin, unsur TNI-Polri, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, para pemain, dan masyarakat.
Dari Lapangan Senakin, pesan yang dibawa Cornelis sederhana: kemerdekaan tidak cukup diperingati dengan seremoni.
Bagi anak muda, kemerdekaan juga berarti memiliki ruang untuk bertumbuh, berkompetisi, dan membuktikan prestasi. (X-5)
0 Comments