Buku 110 Tahun Persekolahan Katolik Nyarumkop Disiapkan untuk Reuni Akbar Alumni
| Visualisasi desain cover depan buku Buku 110 Tahun Persekolahan Katolik Nyarumkop (PKN): beyond buku kenangan. |
Persiapan buku 110 Tahun Persekolahan Katolik Nyarumkop (PKN) terus dimatangkan. Buku ini disiapkan untuk menyambut Reuni Akbar Alumni PKN 2026. Rapat persiapan digelar Kamis, 13 Agustus 2026, pukul 09.39–13.21 WIB melalui grup WhatsApp.
Rapat membahas konsep, riset, penulisan, penerbitan, hingga publikasi buku. Sejak awal ditegaskan, buku tidak diarahkan menjadi sekadar album reuni. Buku diharapkan menjadi dokumentasi perjalanan PKN, potret kondisi PKN saat ini, sekaligus bahan refleksi untuk melihat masa depannya.
Sejarah PKN Menjadi Bagian Utama Buku
Buku akan dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama mengangkat sejarah PKN. Narasinya dimulai dari awal berdirinya PKN di Pelanjau pada 1911.
Baca Bendera Borneo Raya yang Berkibar, Diturunkan: Dukungan Mulai Bermunculan
Sejarah kemudian dilanjutkan dengan peristiwa robohnya gedung dan perpindahan PKN ke Nyarumkop pada 3 September 1916. Perjalanan PKN akan ditelusuri dari periode sebelum Perang Dunia II, masa pasca-Perang Dunia II, periode kemerdekaan hingga dekade 1990-an, serta perkembangan dari 1990 sampai 2026.
Sumber penulisan akan menggunakan dokumen sejarah, arsip, foto, dan berbagai sumber pendukung. Masri Sareb Putra menyampaikan memiliki dokumen dan foto sejarah PKN. Bahan tersebut antara lain pernah digunakan untuk penyusunan buku kenangan 75 Tahun PKN pada 1991 bersama Anna Lim dan Pastor Herman Ahie (alm.) di pastoran Tebet, Jakarta.
Baca Dayak Today
Bagian kedua akan memotret PKN masa kini. Materinya meliputi gedung dan kawasan, sarana-prasarana, sumber daya manusia, visi dan misi, kehidupan serta aktivitas PKN, perkembangan kelembagaan, dan peran PKN bagi masyarakat serta alumni.
Bagian ketiga membahas PKN ke depan. Bagian ini akan mengangkat mimpi, visi, harapan, serta arah pengembangan PKN. Salah satu sumber utama ialah wawancara dengan sekitar 15 tokoh dari berbagai generasi dan latar belakang.
Sekitar 15 Tokoh Alumni Akan Menjadi Narasumber
Tim menyepakati secara prinsip wawancara dengan sekitar 15 tokoh alumni. Komposisinya diharapkan beragam. Mereka mencakup alumni senior dan muda, tokoh pemerintahan, akademisi, tokoh agama, pengusaha, profesional, seniman, alumni daerah, Jabodetabek, hingga alumni yang berada di luar negeri.
Sejumlah nama telah muncul dalam pembahasan. Di antaranya Kolonel (K) Dr. Gaudensi Diana, Adrianus Asia Sidot, Yus Tadeus, Jayaseputra, Herys Maliki, Benyamin Ngui, Brigjen TNI (Mar) Yustinus Rudiman, Prof. Dr. Yohanes Bahari, Dr. Med. Frans Tshai, Dr. Sunarso, Herkulanus Heriadi, Frederika Cornelis, Pastor Mateus Juli, serta sejumlah tokoh gereja dan alumni lainnya.
Baca Kain Tenun Masyarakat Ensaid Panyae, Sintang
Daftar tersebut belum final. Tim akan menyeleksi dan melengkapinya. Pengalaman hidup yang unik juga dinilai penting. Alumni yang pernah mengalami putus sekolah atau dikeluarkan dari sekolah, misalnya, dapat menjadi narasumber karena kisah tersebut memiliki unsur konflik dan perjalanan hidup yang kuat.
Master Plan Kawasan Masuk Buku
Masa depan kawasan PKN juga akan menjadi salah satu materi penting. Pihak PKN, Pastor Kepala PKN RP Alfred, OFM Cap., Ketua Yayasan Br. Dion, MTB., serta panitia telah mengundang arsitek Yori Antar bersama Velicha Elenagaretha Ami dari HAP Jakarta untuk menyusun master plan pengembangan kawasan PKN.
Master plan tersebut diharapkan menggambarkan pengembangan PKN secara menyeluruh. Di dalamnya termasuk hubungan antarfungsi, lingkungan, ruang terbuka, sirkulasi, fasilitas, serta arah pengembangan jangka panjang.
Materi master plan dinilai relevan untuk memperkuat Bagian III tentang masa depan PKN. Dengan demikian, buku tidak hanya merekam masa lalu, tetapi juga memperlihatkan gagasan konkret mengenai kawasan PKN pada masa mendatang.
Rapat juga membahas gagasan pembangunan tugu bersejarah bernama BOS. Nama tersebut merujuk pada Mgr. Jan Pacificus Bos, uskup pertama di tanah Misi Borneo dan tokoh yang mencetuskan pendirian sekolah PKN.
BOS sekaligus dimaknai sebagai Borneo Outstanding School. Gagasan ini diharapkan menjadi bagian dari narasi identitas dan masa depan PKN.
Naskah Ditargetkan Rampung 25 Agustus
Buku akan diterbitkan dalam bentuk cetak dan e-book. Untuk launching dan Reuni Akbar, panitia sepakat menyediakan edisi cetak meskipun dalam jumlah terbatas.
Masri Sareb Putra menyampaikan memiliki akses ke badan percetakan dan penerbitan yang merupakan sister company Gramedia. Ia menawarkan bantuan mencetak lima eksemplar secara gratis untuk kebutuhan launching. Jika jumlahnya lebih dari lima, biaya cetak tambahan akan ditanggung panitia. Yustianus Ami mengusulkan sekitar 10 eksemplar disiapkan untuk launching.
Baca Dari Rumah Buku Dayak ke Rumah Literasi Dayak: Sebuah Ide yang Men-jadi
E-book akan dikembangkan dari master layout buku cetak. Produk digital ini tidak hanya ditujukan untuk Reuni Akbar 2026. E-book dapat menjadi media komunikasi jangka panjang antara alumni dan PKN.
Bahkan, muncul gagasan untuk mengembangkannya menjadi media yang diperbarui secara berkala, termasuk kemungkinan buletin triwulanan mengenai perkembangan PKN. E-book juga berpotensi menjadi sarana penggalangan dana bagi PKN.
Materi yang terkumpul juga akan dikembangkan melalui prinsip konvergensi media. Konten buku dapat diolah menjadi e-book, website, blog, Facebook, TikTok, video, media sosial, hingga bahan akademik dan penelitian. Dengan pendekatan ini, riset dan dokumentasi PKN tidak berhenti pada satu produk.
Baca Bara di Ladang, Bara di Dada
Dalam pembagian tugas, Stefanus Akim menjadi PIC Riset dan Penulisan. Ia bertugas membentuk tim, membagi pekerjaan, mengoordinasikan narasumber, mengumpulkan naskah, dan mengawal metodologi riset.
Masri Sareb Putra menjadi PIC Penerbitan. Tugasnya meliputi proses penerbitan, desain dan layout, pracetak, pencetakan, serta penyelarasan akhir naskah. Ia juga akan membantu memberikan sentuhan gaya penulisan yang mengacu pada standar Kompas-Gramedia.
Batas akhir naskah ditetapkan 25 Agustus 2026. Setelah seluruh naskah terkumpul, proses dilanjutkan dengan penyelarasan, penyuntingan, layout, desain sampul, pracetak, pencetakan, dan distribusi.
Buku ditargetkan sudah diterima panitia paling lambat sehari sebelum acara launching dan Reuni Akbar.
Baca Salib di Atas Tanah Adat: Belajar dari Keteguhan Iman Katolik Dayak Jangkang
Buku 110 Tahun PKN diharapkan menjadi lebih dari sekadar dokumentasi perayaan. Buku ini diarahkan sebagai rekaman sejarah, potret PKN masa kini, dan peta gagasan mengenai masa depan Persekolahan Katolik Nyarumkop. (X-5)
0 Comments