Sungai Kapuas Mengering, Pulau Pasir Muncul dan Mengundang Warga Sanggau Berdatangan
Sungai Kapuas yang kian dangkal. Ist.

Ada pemandangan yang tidak biasa di tepian Sungai Kapuas, Kota Sanggau, pada Minggu, 9 Agustus 2026. Biasanya air sungai mengalir deras. Kali ini tenang. Tampak lautan pasir di dasarnya. Ada apa?

Di tengah musim kemarau yang berlangsung sejak penghujung Juli hingga memasuki Agustus, debit air sungai menyusut cukup jauh hingga bagian dasar sungai mulai terlihat.

Puau-pulau pasir yang biasanya tersembunyi di bawah aliran air kini muncul ke permukaan. Pemandangan itu sontak menjadi perhatian warga.

Baca Emas atau Tanah? Rangkuman Diskusi di Grup WAG “Literasi Dayak”

Bagi masyarakat yang sehari-hari akrab dengan Sungai Kapuas, melihat dasar sungai terbuka bukanlah pemandangan yang datang setiap hari. Sungai yang selama ini mengalir dan menjadi bagian dari wajah Kota Sanggau, tiba-tiba memperlihatkan sisi lain yang selama ini tersembunyi.

Hamparan pasir di Sungai Kapuas 

Kabar tentang kondisi Sungai Kapuas kemudian menyebar dari satu orang ke orang lainnya. Warga pun berdatangan untuk melihat langsung fenomena tersebut.

Baca Dayak Wajib Menikmati Booming Sawit di Tanah Warisan Moyangnya

Ada yang sebatas berdiri di tepian dan mengamati dari kejauhan. Ada pula yang memilih turun langsung ke hamparan pasir yang muncul di tengah atau bagian dangkal sungai. Rasa penasaran membawa mereka lebih dekat, merasakan sendiri suasana yang sebelumnya mungkin hanya mereka dengar dari cerita.

Hamparan pasir itu seolah menjadi tempat baru yang muncul begitu saja di tengah sungai.

Anak-anak muda, keluarga, hingga warga sekitar datang menyaksikan. Beberapa mengabadikan momen tersebut dengan kamera ponsel. Bagi sebagian orang, kesempatan untuk melihat dasar Sungai Kapuas secara langsung menjadi pengalaman yang menarik dan sulit dilewatkan.

Fenomena tersebut juga membawa konsekuensi lain. Banyaknya warga yang datang sempat menyebabkan kepadatan lalu lintas di sejumlah titik di sekitar lokasi. Kendati demikian, kemacetan masih dapat ditangani dengan baik sehingga tidak berlangsung terlalu lama.

Musim kemarau yang datang sejak penghujung Juli menjadi salah satu penyebab menyusutnya air Sungai Kapuas. Memasuki awal Agustus, perubahan itu semakin terlihat. Hingga Minggu, 9 Agustus 2026, bagian dasar sungai berupa hamparan pasir sudah tampak jelas dan menjadi perhatian masyarakat.

Di balik ramainya warga yang datang, pemandangan Sungai Kapuas kali ini menghadirkan pengalaman yang berbeda. Sungai yang biasanya dilihat sebagai hamparan air luas kini seperti membuka sebuah ruang yang selama ini disembunyikannya.

Sungai Kapuas yang kian dangkal

Warga datang karena penasaran. Namun, setelah melihatnya sendiri, yang tersisa bukan hanya rasa takjub.

Muncul kesadaran sederhana bahwa alam selalu mempunyai caranya sendiri untuk menunjukkan perubahan.

Baca Mandi di Sungai Alami dan Bening di Kalimantan Telah Langka

Sungai Kapuas tidak sedang memperlihatkan derasnya arus. Kapuas justru menunjukkan sesuatu yang jarang terlihat, yakni dasarnya sendiri.

Untuk sementara, pulau-pulau pasir yang muncul di tengah kemarau menjadi cerita baru bagi warga Sanggau. Sebuah pemandangan yang membuat orang berhenti sejenak, datang, melihat, dan pulang membawa pengalaman tentang wajah Sungai Kapuas yang berbeda.

Pewarta: Rasti