Writing Skill sebagai Salah Satu Materi Sekolah Kepemimpinan dan Konglomerasi Koperasi (SK-3)
Peserta pelatihan Writing Skill Sekolah Kepemimpinan dan Konglomerasi Koperasi (SK-3) Batch III di lingkungan Puskhat. Ist.
PONTIANAK — Writing skill menjadi salah satu materi dalam Sekolah Kepemimpinan dan Konglomerasi Koperasi (SK-3) Batch III di lingkungan Puskhat.Sebanyak 21 peserta mengikuti pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, 3–5 Agustus 2026, di Pontianak. Pelatihan difasilitasi oleh Munaldus dan Masri Sareb Putra dengan memadukan teori dan praktik penulisan fiksi serta nonfiksi.
Menulis sebagai Bekal Calon Pemimpin
Keterampilan menulis penting bagi calon pemimpin karena kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berbicara dan mengambil keputusan. Seorang pemimpin juga perlu mampu menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan, baik berupa laporan, proposal, artikel, dokumentasi kegiatan, maupun komunikasi organisasi. Gagasan yang ditulis dengan baik akan lebih mudah dipahami, diperiksa kembali, dan diteruskan kepada orang lain.
Baca The History of Dayak sebagai Proklamasi
Dalam lingkungan Credit Union, kemampuan tersebut mempunyai manfaat yang luas. Banyak pengalaman anggota, kegiatan pemberdayaan, keputusan organisasi, dan perjalanan gerakan koperasi yang layak dicatat. Tulisan membuat pengalaman tersebut tidak berhenti sebagai ingatan personal, tetapi dapat menjadi dokumentasi dan sumber pembelajaran bagi organisasi.
Kemampuan komunikasi juga menjadi bagian penting dalam kepemimpinan. Pemimpin perlu menyampaikan gagasan secara jelas agar dapat dipahami dan diterima oleh orang yang dipimpinnya. Dalam konteks ini, kemampuan menulis melengkapi kemampuan berbicara karena banyak gagasan organisasi harus disampaikan melalui dokumen dan komunikasi tertulis.
Peserta Belajar Fiksi dan Nonfiksi
Selama tiga hari pelatihan, peserta diperkenalkan pada penulisan fiksi dan nonfiksi. Dalam materi fiksi, peserta belajar mengenali kekuatan cerita, membangun tokoh dan karakter, mengembangkan konflik, menyusun dialog, serta membuat alur yang menarik. Materi nonfiksi mengajak peserta mengolah fakta, pengalaman, informasi, dan gagasan menjadi tulisan yang runtut.
Baca Dari Rumah Buku Dayak ke Rumah Literasi Dayak: Sebuah Ide yang Men-jadi
Kedua jenis penulisan tersebut mempunyai kaitan dengan kepemimpinan. Seorang pemimpin membutuhkan ketelitian ketika menyusun laporan atau dokumen organisasi. Pada kesempatan lain, ia perlu kemampuan bercerita ketika menyampaikan visi, mengangkat pengalaman anggota, atau menjelaskan perubahan yang sedang berlangsung di dalam organisasi.
Proses menulis juga melatih seseorang mengatur pikirannya. Sebuah gagasan harus dipilih, dipilah, disusun, kemudian disampaikan dengan bahasa yang tepat. Dari proses tersebut, peserta belajar bahwa tulisan yang baik tidak lahir begitu saja. Ada proses membaca, berpikir, mencoba, mengoreksi, dan memperbaiki.
Dua Puluh Satu Peserta Mendapat Ilmu Baru
Pada akhir sesi pelatihan, beberapa peserta menyatakan puas mengikuti kegiatan tersebut. Mereka mengatakan memperoleh banyak ilmu dan wawasan baru, terutama karena materi disampaikan langsung oleh narasumber yang berpengalaman dan memiliki pengetahuan luas dalam bidang kepenulisan.
Baca Kain Tenun Masyarakat Ensaid Panyae, Sintang
Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan materi yang diberikan. Mereka mencoba mengembangkan gagasan dan menuangkannya dalam bentuk tulisan. Dengan cara itu, peserta dapat merasakan langsung bagaimana sebuah ide yang masih sederhana dikembangkan menjadi tulisan yang memiliki struktur dan pesan yang jelas.
Bagi 21 peserta SK-3, pengalaman tersebut menjadi tambahan bekal dalam mempersiapkan diri sebagai calon pemimpin. Kemampuan menulis dapat digunakan dalam berbagai kebutuhan organisasi, mulai dari membuat laporan dan proposal hingga menyampaikan gagasan serta mendokumentasikan pengalaman anggota.
Menulis untuk Merawat Pengetahuan Organisasi
Kehadiran writing skill dalam SK-3 memperlihatkan bahwa kepemimpinan membutuhkan kemampuan komunikasi yang lengkap. Pemimpin perlu memiliki gagasan, tetapi gagasan tersebut harus dapat disampaikan dengan bahasa yang dipahami orang lain. Tulisan menjadi salah satu sarana untuk menjembatani pemikiran pemimpin dengan anggota dan komunitas.
Bagi Credit Union, hal ini mempunyai arti penting. Perjalanan organisasi terdiri atas banyak cerita manusia: anggota yang berkembang, keluarga yang berubah, usaha yang tumbuh, serta komunitas yang belajar berdiri lebih mandiri. Semua pengalaman tersebut memiliki nilai apabila dicatat dan dibagikan.
Baca 5 Hal yang Membuat Dayak Menjadi Tuan di Kalimantan, Pulau Warisan Moyangnya
Karena itu, writing skill dalam SK-3 dapat dipandang sebagai latihan untuk berpikir sekaligus berkomunikasi. Peserta belajar mengolah pengalaman menjadi tulisan, gagasan menjadi pesan, dan cerita menjadi pengetahuan yang dapat dibaca oleh orang lain.
Seorang pemimpin tidak hanya meninggalkan keputusan dan kebijakan. Ia juga dapat meninggalkan tulisan yang merekam cara berpikir, pengalaman, dan nilai-nilai yang pernah diperjuangkannya. Di situlah tulisan memperoleh tempatnya dalam perjalanan kepemimpinan dan keberlanjutan organisasi. (Rangkaya Bada)
0 Comments