Yustianus dan Masri Sareb Putra: Nostalgia Dua Alumni di TangCity Bahas Reuni Akbar 110 Tahun PKN dan Buku Kenangan
| Yustianus (kanan pembaca) dan Masri Sareb Putra. Ist. |
Yustianus dan Masri Sareb Putra, dua alumnus beda generasi, bertemu di TangCity Mall, Tangerang, Banten (14/08-2026). Mereka membahas Reuni Akbar, dan buku 110 tahun Persekolahan Katolik Nyarumkop (PKN). Tak dinyata, nostalgia masa lampau, kisah kasih di sekolah, kangkung, cangkok, dan bubur Pak Lelen dari dapur umum pun; bermunculan dari cerita di sebuah resto.
Apa jadinya jika dua alumnus Persekolahan Katolik Nyarumkop (PKN) yang berbeda angkatan dan terpaut sekitar sepuluh tahun bertemu?
Nostalgia Dua Alumni di TangCity
Baca Buku 110 Tahun Persekolahan Katolik Nyarumkop Disiapkan untuk Reuni Akbar Alumni
Percakapan berlangsung santai. Ingatan tentang sekolah, guru, teman-teman, suasana belajar, serta berbagai pengalaman selama menjadi siswa kembali diperbincangkan. PKN bagi banyak alumninya bukan hanya tempat memperoleh pendidikan. Nyarumkop menyimpan pengalaman yang ikut membentuk perjalanan hidup mereka.
Dari Pelanjau ke Nyarumkop
PKN mempunyai sejarah panjang dalam perjalanan pendidikan Katolik di Kalimantan Barat. Karya pendidikan para misionaris Kapusin di kawasan ini tidak dapat dilepaskan dari perjalanan awal misi Katolik di wilayah tersebut.
Baca Tinjau PKS di Landak, Cornelis Soroti Pengelolaan Limbah dan Pemenuhan Gizi Pekerja
Setelah sekolah di Pelanjau roboh pada tahun 1911. Maka karya pendidikan kemudian berlanjut di Nyarumkop pada 1916. Tahun inilah yang menjadi tonggak sejarah PKN yang terus mata-rantainya berlanjut hingga pada setakat ini.
Dari tempat sejuk kaki Gunung Poteng inilah perjalanan Persekolahan Katolik Nyarumkop berkembang dan kemudian melahirkan banyak alumni yang tersebar di berbagai bidang kehidupan.
Karena itu, berbicara tentang PKN juga berarti berbicara tentang sejarah, pendidikan, para guru, para siswa, serta masyarakat yang selama lebih dari satu abad menjadi bagian dari perjalanan lembaga pendidikan tersebut.
Yustianus dan Masri Siapkan Reuni Akbar
Pertemuan Yustianus dan Masri pada malam itu bukan sekadar nostalgia. Yustianus kini menjabat Sekda Kabupaten Bengkayang dan dipercaya sebagai Ketua Panitia Reuni Akbar PKN. Sementara itu, Masri Sareb Putra menjadi PIC penerbitan buku kenangan.
Keduanya membahas persiapan Reuni Akbar PKN yang direncanakan berlangsung pada awal September 2026. Reuni tersebut menjadi bagian penting dari peringatan 110 tahun Persekolahan Katolik Nyarumkop.
Salah satu agenda yang dibicarakan adalah penerbitan Buku Kenangan 110 Tahun PKN. Buku ini dirancang bukan sebatas hanya untuk mengabadikan kegiatan reuni, tetapi untuk merekam perjalanan PKN dari masa ke masa.
Baca Writing Skill sebagai Salah Satu Materi Sekolah Kepemimpinan dan Konglomerasi Koperasi (SK-3)
Rancangan buku dibagi dalam tiga bagian utama. Bagian pertama membahas PKN dalam lintasan sejarah. Bagian kedua menggambarkan PKN masa kini. Bagian ketiga berisi mimpi dan gagasan mengenai PKN pada masa yang akan datang.
Sejarah sebagai Guru Kehidupan
Buku kenangan tersebut diharapkan menjadi lebih dari kumpulan nostalgia alumni. Ia hendak menjadi dokumen sejarah yang merekam perjalanan PKN secara lebih utuh, sekaligus membuka ruang bagi refleksi mengenai masa depan.
Gagasan itu mengingatkan pada ungkapan Cicero, "Historia magistra vitae". Artinya, sejarah adalah guru kehidupan. Masa lalu penting bukan hanya karena pernah terjadi, tetapi karena dari sana generasi berikutnya dapat belajar dan menentukan arah perjalanan.
Dalam konteks 110 tahun PKN, peringatan tersebut bukan hanya tentang menghitung usia dari 1916 hingga 2026. Yang lebih penting adalah melihat apa yang telah diwariskan oleh generasi terdahulu, bagaimana PKN hadir pada masa kini, dan apa yang hendak dibangun untuk generasi mendatang.
Baca Soft Launching Buku Terbaru Munaldus: Refleksi Perjalanan dan Nyala Gerakan Credit Union Indonesia
Malam di TangCity akhirnya menjadi bagian kecil dari persiapan sebuah peristiwa besar. Dua alumni dari generasi berbeda bertemu dengan tanggung jawab masing-masing. Yustianus sebagai Ketua Panitia Reuni Akbar PKN dan Masri Sareb Putra sebagai PIC penerbitan buku kenangan.
Keduanya bertemu pada satu kepentingan yang sama: menjaga ingatan tentang PKN dan ikut menyiapkan masa depannya. Sebab, 110 tahun PKN bukan hanya cerita tentang masa lalu. Ia adalah perjalanan yang masih terus berlangsung. (Rangkaya Bada)
0 Comments