Agrowisata ke Sahara Durian Farm
Sahara Durian Farm untuk inspirasi di Tanah Dayak, Kalimantan. Dokpen..

Oleh Masri Sareb Putra

Pagi itu langit biru lazuardi menggantung bagai beludru di atas bumi Banten. Kami buru-buru ke Sahara Durian Farm menikmati Agrowisata. Sekalian menemukan inspirasi. Siapa tahu cocok buat patok-duga, model untuk diterapkan membangun argrowisata di Kalimantan?

Menyebut Banten. Kita seperti sedang membuka peta lama yang tepinya menguning. Jalur niaga. Angin musim. Perahu kayu yang berangkat pergi. Perahu masa lalu yang tak selalu kembali. 

Dan entah mengapa? Dari pesisir barat Jawa, pikiran melompat jauh ke Sanggau. Ke Sukadana. Ke Tanjungpura. Nama-nama rupa-bumi dalam peta lama yang berdenyut dalam sejarah Borneo

Sejarah memang tidak berjalan lurus. Ia berkelok seperti sungai. Mempertemukan yang jauh dalam satu tarikan napas.

Agrowisata ke Sahara Durian Farm

Di sebuah hamparan yang kini disebut kebun durian. Orang-orang menanam bukan hanya pohon, tetapi juga harapan akan musim. 

Durian, dengan durinya yang keras dan dagingnya yang lembut, selalu mengandung paradoks. Durian liar, tetapi bisa dibudidayakan. Ia buah musiman, tetapi ditunggu sepanjang tahun. Siapa tahu, konsep kebun terkelola seperti ini. Farm yang memadukan pasar dan lanskap, produksi dan pengalaman. Suatu hari nanti menemukan bentuknya yang pas di Kalimantan

Baca Fruit Tourism - Wisata-buah di Kalimantan Barat

Di tanah yang akrab dengan hutan dan tembawang, durian bukan barang baru. Barangkali yang baru hanyalah cara kita memandangnya. Durian bukan sekadar buah jatuh dari rimba. Namun sebuah potensi dan kemungkinan ekonomi yang tetap berakar pada ingatan tanah.. 

Pepih Nugraha, Dodi, dan saya, Masri Sareb. Kami bersama-sama sebagai pekerja literasi, memutuskan untuk bertandang ke tempat tingal kawan-lama Arip Senjaya. Ia bersama keluarga tinggal di SerangArip salah satu pegiat penting Literasi Sunda. Ia salah satu baut Batu Ruyud Writing Camp di Krayan, Kalimantan Utara.

Tanpa ragu. Kami memutuskan untuk mengajak keluarga masing-masing untuk bergabung dalam petualangan ini. Tujuan kami tidak lain adalah Sahara Durian Farm. Lokus yang kami dengar memberikan pengalaman tak terlupakan dengan menikmati durian segar langsung dari pohonnya.

Perjalanan kami penuh dengan kegembiraan dan antusiasme. Dibungkus dengan harapan untuk merasakan sensasi unik yang hanya dapat ditemukan di kebun durian ini. 

Tiba di Sahara Durian Farm, kami disambut dengan panorama kebun yang memukau.  Dihiasi dengan deretan pohon durian yang menggoda. Ditingkah angin yang mengembus hawa sejuk pegunungan.

Sahara Durian Farm untuk model Agrowisata durian Kalimantan

Tanpa menunggu lama. Kami langsung berkeliling kebun. Merasakan kehangatan sinar matahari. Sembari menikmati aroma khas durian yang menguar di udara. 

Pada ketika buah-buah durian terlihat menggantung di pohon-pohonnya. Kami merasa semakin tergoda untuk segera mencicipi kelezatannya.

Penampakan buah Sahara Durian Farm, Banten
Penampakan buah durian Sahara Durian Farm, Banten: menerbitkan selera. Dokpen.

Dengan penuh semangat, kami memutuskan untuk memilih durian favorit kami masing-masing. Lalu duduk bersama di salah satu saung yang tersedia. 

Di sana, sambil menikmati suasana alam yang tenang. Kami membelah durian-durian itu. Menikmati isinya dengan penuh kenikmatan.

Bersama-sama, kami menikmati setiap gigitan dari durian segar yang lezat. Sambil bertukar cerita dan tawa dengan keluarga dan teman-teman kami. 

Pengalaman ini tidak hanya memberi kami kepuasan rasa. Juga menjadi momen berharga yang akan selalu kami kenang bersama.

Dan ketika akhirnya meninggalkan Sahara Durian Farm. Kami membawa pulang bukan hanya rasa kekenyalan dan manisnya durian. Kami juga kenangan indah yang akan selalu terpatri dalam ingatan kami.

Di samping menikmati pengalaman yang luar biasa di Sahara Durian Farm. Kita juga mulai memikirkan bagaimana konsep yang diterapkan di sini dapat diadopsi dan diterapkan di tanah dan wilayah ssendiri. Yaitu Kalimantan Barat. Wilayah ini kaya akan tembawang dan kebun durian adat yang merupakan warisan nenek moyang kami.

Konsep seperti yang diterapkan di Sahara Durian Farm memiliki potensi besar untuk mengembangkan pariwisata lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat. 

Dengan memanfaatkan kekayaan alam durian yang melimpah, kami melihat peluang untuk menciptakan destinasi wisata yang menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Durian bukan sekadar komoditas musiman. Durian adalah identitas rasa yang dapat diolah menjadi pengalaman, narasi, dan daya tarik yang khas. 

Dari kebun hingga meja saji. Dari panen hingga festival. Seluruh rangkaian proses durian dapat menjadi bagian dari perjalanan yang dicari orang.

Lebih dari sekadar wisata kuliner. Gagasan ini bertumpu pada kesadaran akan keberlanjutan. Praktik-praktik budidaya yang ramah lingkungan, pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, serta pelestarian lanskap alami menjadi fondasi utama. Dengan demikian, pengembangan destinasi agrowisata durian tidak merusak ekosistem, melainkan merawatnya sebagai warisan bersama.

Destinasi ini diharapkan tidak hanya memikat secara rasa dan suasana. Tetapi juga memberi manfaat sosial dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat. Lapangan kerja terbuka. Usaha kecil bertumbuh. Nilai tambah tinggal di kampung sendiri. Wisata menjadi jalan tengah yang menjembatai antara menjaga alam dan menggerakkan kesejahteraan.

Kita dapat mempelajari lebih lanjut tentang cara menerapkan konsep Sahara Durian Farm di Kalimantan. Siapa tahu pascok?

Baca Durian Tembaga Jangkang: Kenikmatan Sempurna Durian Lokal Organik

Kita percaya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat lokal, dan para pemangku kepentingan lainnya adalah kunci utama.

Dengan sinergi itu. Maka gagasan tidak berhenti sebagai wacana, melainkan bergerak menjadi kerja nyata.

Dari sana, impian menghadirkan destinasi wisata durian yang berkelanjutan dan berdaya tarik tinggi dapat benar-benar terwujud nyata.