Buku Terbaik Perpustakaan Nasional 2024: Karya Penulis Dayak Raih Penghargaan Ketahanan Pangan
| Penerbit Lembaga Literasi Dayak (LLD) mendapat penghargaan dari Perpustakaan Nasiona. Ist. |
Penerbit Lembaga Literasi Dayak (LLD) bangga!
Buku "Strategi Ketahanan Pangan Utama Indonesia pada Era Liberalisasi Perdagangan" karya Dr. Harin Tiawon meraih predikat Buku Terbaik Perpusnas 2024. Simak prestasi literasi Dayak di tingkat nasional.
Penerbit Lembaga Literasi Dayak Raih Penghargaan Buku Terbaik Perpustakaan Nasional 2024
Prestasi gemilang diraih penerbit asal Kalimantan dari kalangan Dayak. Penerbit Lembaga Literasi Dayak (LLD) berhasil menorehkan nama dalam ajang Buku Terbaik Perpustakaan Nasional RI Tahun 2024.
Salah satu buku terbitan LLD yang mengangkat tema penting ketahanan pangan Indonesia berhasil masuk dalam daftar buku terbaik nasional. Penghargaan ini menjadi bukti nyata kontribusi penulis Dayak dalam memperkaya khazanah literasi Indonesia.
Penampakan sampul buku pemenang penghargaan Buku Terbaik Perpusnas 2024. (Dok. Matius Mardani)
Buku Karya Dr. Harin Tiawon Raih Peringkat Teratas Kategori Ketahanan Pangan
Penghargaan Buku Terbaik Perpustakaan Nasional 2024 diberikan kepada Dr. Harin Tiawon, S.E., M.P., dosen Universitas Palangka Raya. Buku berjudul Strategi Ketahanan Pangan Utama Indonesia pada Era Liberalisasi Perdagangan berhasil meraih posisi terhormat di kategori ketahanan pangan.
Baca Agama Asli Suku Dayak dari Sisi Akademik
Acara penganugerahan berlangsung meriah di Gedung Perpustakaan Nasional RI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, pada Rabu, 18 September 2024.
Dr. Harin Tiawon menyampaikan rasa syukurnya saat dihubungi pada 19 September 2024. “Puji Tuhan, buku hasil penelitian dan riset saya ini akhirnya mendapatkan penghargaan. Ini menjadi kebanggaan karena mencerminkan pengakuan di tingkat nasional terhadap karya ‘olo itah’ (orang Dayak),” ujarnya.
Isi Buku yang Relevan dengan Tantangan Nasional
Dalam bukunya, Dr. Harin Tiawon menganalisis secara mendalam berbagai tantangan ketahanan pangan Indonesia. Ia menjelaskan bahwa permintaan pangan terus tumbuh jauh lebih cepat dibandingkan kapasitas penyediaan akibat:
- Pertumbuhan populasi yang pesat
- Perkembangan ekonomi masyarakat
- Perubahan selera konsumsi
“Kapasitas produksi pangan nasional mengalami pertumbuhan yang lambat, bahkan cenderung stagnan karena berbagai kendala struktural. Tantangan ini harus kita hadapi bersama,” tegas Harin.
Baca Iban Dream: 1 Cerpen/ Hari dalam Setahun sebagai Ujud Tingginya Adversity Quotient Sang Pengarang
Buku ini menjadi referensi penting bagi pemangku kebijakan, akademisi, dan masyarakat yang peduli dengan ketahanan pangan nasional di tengah era liberalisasi perdagangan global.
Lembaga Literasi Dayak: Pilar Literasi Budaya Dayak
Lembaga Literasi Dayak (LLD) didirikan pada November 2015 oleh Masri Sareb Putra dan Dr. Herkulana Merkarryani. Penerbit ini fokus pada pengembangan konten dan penulis yang terinspirasi dari kearifan lokal Dayak serta isu-isu strategis nasional.
Baca juga The Headhunters of Borneo by Carl Bock Through Colonial Eyes: Misreading the Dayak World
Keberhasilan meraih penghargaan Perpusnas 2024 semakin mengukuhkan posisi LLD sebagai penerbit yang mendukung lahirnya karya-karya berkualitas dari kalangan Dayak.
Selain Masri Sareb Putra dan Herkulana Merkarryani, LLD didukung oleh tim munsyi, sastrawan, dan cendekiawan Dayak ternama, antara lain:
- Liu Ban Fo (Munaldus)
- Prof. Suriansyah Murhaini
- Dr. Mugeni
- Dr. Petrus Gunarso
- Dr. Ir. Rawing Rambang
- Heru Susanto, M.Th.
- Paran Sakiu, M.Pd.
- Dr. Wilson Anak Ayub
- Dr. Patricia Anak Ganing (Malaysia)
- Matius Mardani, M.Pd.
- Alexander Mering, S.H.
Prestasi Ini Jadi Angin Segar bagi Literasi Indonesia
Penghargaan ini tidak hanya membanggakan penulis dan penerbit, tetapi juga menjadi inspirasi bagi penulis daerah lainnya untuk terus berkarya. LLD terus berkomitmen mendampingi penulis Dayak agar karya-karya berbasis kearifan lokal semakin dikenal di tingkat nasional.
Baca Filsafat Dayak dan Cara Memahami Borneo "dari Dalam Kedalaman Terdalam"
Bagi Anda yang tertarik dengan isu ketahanan pangan Indonesia, buku karya Dr. Harin Tiawon ini layak menjadi bacaan wajib.
Penulis: Rangkaya Bada
0 Comments