Dari Jatinangor ke Sekadau: Prof. Agus Pakpahan, Masri Dan Gunarso Matangkan Ledakan Literasi Dayak 2026

Prof. Agus Pakpahan, Masri Dan Gunarso Matangkan Ledakan Literasi Dayak 2026
Prof. Agus Pakpahan, Masri Sareb, Petrus Gunarso (dari kanan ke kiri pembaca), matangkan materi dan ledakan Literasi Dayak 15 - 16 Mei 2026 di Sekadau, Kalbar. Ist.

Diskusi intens Masri Sareb Putra bersama Prof. Agus Pakpahan dan Petrus Gunarso di RAT Koperasi Pangan Fungsional Indonesia, IKOPIN Jatinangor, mematangkan Kongres Literasi Dayak 2026 di Sekadau.

Diskusi Intens di sela RAT Koperasi, Matangkan Kongres Literasi Dayak 2026

Jatinangor, 30 April 2026. Di kampus IKOPIN University, suasana Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Produsen Pangan Fungsional Indonesia tidak hanya diwarnai agenda organisasi, tetapi juga menjadi ruang strategis bagi perbincangan intelektual.

Di sela kegiatan tersebut, Masri Sareb Putra, selaku Ketua Pelaksana Kongres Literasi Internasional dan the 1st Dayak Book Fair yang akan digelar di Sekadau, Kalimantan Barat pada 15 sampai 16 Mei 2026, terlibat diskusi intens bersama Prof. Agus Pakpahan dan Ir. Petrus Gunarso, Ph.D.

Baca Prof. Dr. Agus Pakpahan: Gerakan Literasi Dayak sebagai Inspirasi Literasi Etnis Nusantara

Percakapan itu berlangsung hangat dan mendalam. Membahas arah serta substansi gerakan literasi Dayak dalam konteks yang lebih luas, yaitu sebagai inspirasi bagi literasi etnis-etnis di seluruh Nusantara.

Dua narasumber utama, dua gagasan gesar

Dalam forum Kongres mendatang, Prof. Agus Pakpahan akan membawakan topik bertajuk “Literasi Dayak sebagai inspirasi dan motivasi literasi etnis-etnis Nusantara”. Gagasan ini menempatkan literasi Dayak sebagai model yang tidak hanya relevan secara lokal, tetapi juga memiliki daya dorong nasional.

Baca Yel-Yel Literasi Dayak: Simbol Energi Kolektif

Sementara itu, Ir. Petrus Gunarso, Ph.D. akan mengangkat topik “Rumah Buku Dayak: dari Tacit ke Explicit Knowledge”. Ia menekankan pentingnya mentransformasikan pengetahuan yang selama ini hidup dalam tradisi lisan masyarakat Dayak menjadi pengetahuan tertulis yang terdokumentasi dengan baik.

Kedua topik ini saling melengkapi. Yang satu mengangkat dimensi inspiratif gerakan, sementara yang lain menggarisbawahi aspek metodologis dalam pengelolaan pengetahuan.

Sekadau sebagai pusat Gerakan Literasi Dayak

Kehadiran kedua tokoh tersebut di Sekadau nantinya menjadi penegasan bahwa Kongres Literasi Internasional dan Dayak Book Fair pertama bukan sekadar seremoni. Ini adalah momentum strategis yang menempatkan Sekadau sebagai pusat pertumbuhan literasi berbasis kearifan lokal.

Baca Koperasi Kuantum dengan Kopdit CU Keling Kumang sebagai Studi Kasus

Masri Sareb Putra menegaskan bahwa diskusi di Jatinangor tersebut semakin memperkuat komitmen para narasumber utama untuk hadir dan berbagi langsung secara fisik. Kehadiran mereka diharapkan memperkaya wawasan peserta, mulai dari akademisi, penulis, pegiat literasi, hingga intelektual kampung.

Dari diskusi ke tindakan-aksi

Diskusi yang berlangsung di lingkungan akademik IKOPIN University itu juga menyinggung pentingnya keberlanjutan gerakan literasi Dayak. Tidak berhenti pada forum kongres, melainkan berlanjut dalam bentuk produksi karya, penguatan penerbitan, serta pembangunan ruang literasi seperti Rumah Buku Dayak.

Baca Senarai Penulis Dayak dan Bukunya Capai 1.183 Judul : Hasil Citizen Research WAG Literasi Dayak

Dengan kepastian kehadiran Prof. Agus Pakpahan dan Petrus Gunarso, Kongres Literasi Internasional dan the 1st Dayak Book Fair 2026 di Sekadau semakin menegaskan dirinya sebagai forum intelektual yang visioner dan berdampak.

Dari Jatinangor menuju Sekadau, sebuah gerakan literasi sedang dirajut. Berakar pada kearifan lokal Dayak, namun bertumbuh untuk memberi sumbangsih bagi Indonesia. (X-5)

0 Comments

Type above and press Enter to search.