| Puisi dapat mengangkat harkat dan martabat Dayak di aras antar-bangsa yang perlu menjadi salah satu strategi kebudayaan. Ist. |
Oleh Poul Nanggang
Ketua II, Persatuan Penulis Utara Sarawak (PUTERA)
Abstrak:
Perbincangan daripada makalah ini berkaitan menyediakan suasana penulis puisi khasnya di kalangan penulis Dayak yang melahirkan tulisan yang hebat, dapat menembusi tembok nasional dan inter nasional. Penulis itu harus mempunyai daya saing yang kuat, bukan sekadar jururakam sejarah bangsanya tetapi jauh lebih itu.Karya -karya itu matang, indah, berfalsafah tinggi harus bertolak dari budaya dan lingkungan kita Dayak untuk menaikkan darjat puisi yang kita miliki pelbagai. Selain itu karya-karya itu mendalami dan memercik pengalaman kehidupan yang ada. Pengalaman itu dituang dengan acuan yang jujur selain memiliki elemen keindahan dan kebenaran. Dalam pada itu kita harus juga bertolak dari pengalaman tradisional masyarakat dan alam kita dalam mengungkapkan puisi kita. Menulis puisi itu bertolak dari menikmati pantun, pepatah, simpulan bahasa dan kata-kata hikmat yang lain mengambil contoh dari Bahasa Melayu. Untuk melahirkan sajak bermutu harus sabar, teliti dan melahirkan baris indah dan makna yang benar jitu. Penyair harus bijak berulang menangkap, mengeram,menyaring, menguji, memadat dan menyanggah kata-kata. Selain itu adanya dukungan dari penerbit, penguasa sastera untuk mengedar karya kita dan dibayar dengan nilai yang sepatutnya. Dalam masyarakat kita Dayak, kalau mahu puisi itu dimartabatkan, maka dalam ruang lingkup masyarakat kita juga puisi harus diletakkan pada tempat yang bermartabat. Bukan sekadar melepaskan batuk di tangga sahaja.
Baca Kedaulatan Narasi Dayak di Era Kecerdasan Buatan
Abstract:
This paper discusses the creation of a conducive environment for poets, particularly among Dayak writers, to produce outstanding literary works capable of transcending national and international boundaries. A poet must possess strong competitiveness, not merely serving as a recorder of their people's history, but going far beyond that role. Their works should be mature, aesthetically refined, and philosophically profound, rooted in Dayak culture and environment in order to elevate the diverse poetic traditions they possess.
Baca Yel-Yel Literasi Dayak: Simbol Energi Kolektif
Furthermore, such works must deeply explore and illuminate lived human experiences. These experiences should be expressed through an honest creative process while embodying elements of beauty and truth. At the same time, poets should draw from the traditional experiences of their communities and the natural world in articulating their poetry. Writing poetry begins with an appreciation of pantun, proverbs, idiomatic expressions, and other forms of wisdom, particularly as exemplified in the Malay language tradition.
To produce high-quality poetry, one must exercise patience, precision, and the ability to craft lines that are both beautiful and meaningfully accurate. A poet must skillfully revisit, internalize, refine, test, condense, and critically challenge words. In addition, support from publishers and literary authorities is essential to ensure the distribution of literary works and that writers receive fair compensation.
Baca Senarai Penulis Dayak dan Bukunya Capai 1.183 Judul : Hasil Citizen Research WAG Literasi Dayak
Within Dayak society, if poetry is to be elevated, it must also be accorded a place of dignity within the community itself, not treated merely as a superficial or perfunctory endeavor.
0 Comments