Soft Launching Buku Terbaru Munaldus: Refleksi Perjalanan dan Nyala Gerakan Credit Union Indonesia

Soft Launching Buku Terbaru Munaldus
Munaldus (kiri pembaca) menerima buku terbarunya dari Publisher Penerbit CV Lembaga Literasi Dayak (LLD), Masri Sareb Putra, M.A.

Suasana pembukaan pelatihan Writing Skill yang diikuti 23 peserta Sekolah Kepemimpinan dan Konglomerasi Koperasi (SK-3) Batch-3 di Kantor Puskhat, Jalan MT Haryono, Pontianak, Jumat (3/7/2026), mendadak terasa lebih istimewa. Di tengah agenda peningkatan kapasitas menulis bagi para pegiat dan pelaku CU itu, sebuah buku baru karya Munaldus, diluncurkan.
Ulas senyum dan sukacita menandai soft launching buku terbaru karya Munaldus, salah seorang tokoh yang namanya telah lama identik dengan gerakan Credit Union (CU) di Indonesia. Buku yang diluncurkan berjulud Bersama CU Menjadikan Hidup Lebih Hidup.

Acara sederhana tanpa kemeriahan berlebihan tersebut justru memancarkan makna yang kuat. Yakni karya lahir dari perjalanan panjang pengalaman, refleksi, dan komitmen untuk terus berbagi pengetahuan kepada generasi penerus gerakan koperasi kredit.

Momentum itu ditandai dengan penyerahan buku secara simbolis oleh Publisher Penerbit CV Lembaga Literasi Dayak kepada Munaldus selaku penulis. Tepuk tangan peserta memenuhi ruangan ketika buku yang baru selesai dicetak itu berpindah dari tangan penerbit kepada tangan penulisnya.

Di balik seremoni yang singkat itu tersimpan perjalanan panjang seorang Munaldus. Liu Ban Fo, nama penanya, selama puluhan tahun bukan hanya menulis tentang Credit Union. Ia juga hidup bersama nilai-nilai yang diperjuangkannya. Inilah agaknya makna judul buku: Bersama CU Menjadikan Hidup Lebih Hidup.

Baca Buku Hidup yang Ditulis dari Hidup secara Hidup: Pustaka-wajib bagi Aktivis dan Pelaku Credit Union

Publisher Penerbit CV Lembaga Literasi Dayak, Masri Sareb Putra, mengatakan bahwa karya terbaru Munaldus merupakan buku yang sangat dinantikan, terutama oleh kalangan pegiat koperasi kredit.

Menurut Masri, nama Munaldus telah lama melampaui batas-batas daerah dan dikenal luas, bahkan hingga tingkat internasional, sebagai salah seorang penulis paling produktif mengenai gerakan Credit Union.

"Selamat! Nama Anda sudah malang melintang dan dikenal di aras nasional maupun internasional terkait Credit Union. Karena itu, apa pun yang Anda tulis tentang CU selalu dinanti-nanti. Apalagi buku ini bertumpu pada pengalaman panjang ber-CU dan memusatkan perhatian kepada salah satu tokoh penting pendiri gerakan Credit Union Indonesia, Robby Tulus," kata Masri Sareb Putra.

Buku yang Lahir dari Perjalanan Panjang

Munaldus menerima buku tersebut dengan wajah berseri-seri. Senyum lebar menghiasi wajahnya ketika membolak-balik halaman demi halaman buku yang baru saja diserahkan. Momen itu tampak sederhana, tetapi sarat emosi. Bagi seorang penulis, menerima buku hasil pemikiran sendiri selalu menghadirkan kebahagiaan yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.

Baca Dayak Today

Di hadapan peserta pelatihan, Munaldus menyampaikan bahwa dirinya akan terus menulis selama masih diberi kesempatan.

"Saya akan tetap menulis hingga akhir hayat," ujarnya.

Buku terbaru ini mengangkat sosok pemikiran dan kiprah Robby Tulus, salah seorang tokoh yang dinilai memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan gerakan koperasi kredit di Indonesia. Namun, sebagaimana dijelaskan Munaldus, buku tersebut bukanlah biografi dalam pengertian konvensional. Buku itu lebih merupakan refleksi mengenai kepemimpinan, pendidikan, pemberdayaan, dan nilai-nilai yang membentuk sebuah gerakan sosial.

"Ada orang yang hidup seperti api kecil, cukup untuk dirinya sendiri. Ada juga yang hidup seperti obor, menyala dan menyalakan banyak orang. Bagi saya, Bapak Robby Tulus adalah sosok seperti itu," tutur Munaldus.

Ia mengaku membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membaca, memahami, dan merenungkan berbagai pemikiran Robby Tulus sebelum akhirnya menuangkannya menjadi sebuah buku. Proses panjang itu membuat karya tersebut bukan hanya berisi paparan gagasan, tetapi juga refleksi pribadi penulis terhadap perjalanan gerakan koperasi kredit di Indonesia.

Merawat Api Gerakan Credit Union

Munaldus juga mengaitkan proses penulisan buku ini dengan pengalamannya mengeksplorasi sososk Roby Tulus yang digambarkan sebagai A Man Conquers Poverty. Menurutnya, pengalaman tersebut membuka pemahaman baru bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

Baca Ribuan Mahasiswa Kepung Jakarta, Demo 11–13 Juni 2026 Tuntut Evaluasi APBN hingga Tolak Militerisme Sipil

Ia melihat pemikiran F.W. Raiffeisen mengenai pentingnya kepercayaan, pendidikan, dan kesempatan bertumbuh memiliki kesesuaian dengan gagasan yang selama ini diperjuangkan Robby Tulus.

Bagi Munaldus, koperasi kredit bukan sebatas hanya sebuah lembaga simpan pinjam, melainkan sebuah gerakan yang mengubah cara berpikir masyarakat agar mampu membangun kehidupan secara mandiri.

Melalui buku ini, Munaldus berusaha menghadirkan kembali semangat tersebut kepada para pembaca. Sebanyak 28 bab reflektif disusun bukan hanya untuk menjelaskan konsep koperasi kredit, tetapi juga mengajak pembaca melihat bahwa kehidupan bersama hanya dapat dibangun melalui kepercayaan, tanggung jawab, dan kemauan untuk terus belajar.

"Hidup tidak cukup dijalani, hidup perlu ditumbuhkan. Koperasi kredit menjadi ruang untuk belajar mandiri, membangun kepercayaan, dan menemukan kekuatan dalam kebersamaan," katanya.

Pesan itu menjadi sangat relevan di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat saat ini. Ketika banyak orang memandang koperasi semata-mata sebagai institusi keuangan, Munaldus justru mengingatkan bahwa nilai terbesar koperasi kredit terletak pada proses membangun manusia.

Jembatan antara Gagasan dan Tindakan

Karena itulah, buku ini tidak berhenti pada uraian teori. Setiap bab menghubungkan pemikiran dengan praktik nyata, pengalaman lapangan, dan refleksi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pembaca diajak memahami bahwa perubahan sosial selalu dimulai dari perubahan cara berpikir.

Menutup penjelasannya, Munaldus mengatakan bahwa buku tersebut merupakan jembatan antara gagasan dan tindakan.

Baca Hilarius Gimawan Meneruskan Estafet, Menguatkan Gerakan Keling Kumang

"Jika satu orang saja kembali percaya dan mulai melangkah, maka nyala itu akan terus hidup dan menyebar," ujarnya.

Kalimat itu menjadi penutup yang sekaligus merangkum semangat keseluruhan buku. Sebuah buku mungkin hanya terdiri atas lembaran-lembaran kertas, tetapi di dalamnya tersimpan harapan agar semakin banyak orang percaya bahwa perubahan dapat dimulai dari diri sendiri, kemudian menjalar kepada keluarga, komunitas, hingga masyarakat yang lebih luas.

Soft launching di Pontianak itu pun menjadi lebih dari seremoni penerbitan buku. Peristriwa itu menjadi penanda bahwa tradisi menulis, berpikir, dan mendokumentasikan pengalaman tetap hidup di tengah gerakan koperasi kredit Indonesia.

Dari ruang pelatihan yang sederhana, lahir kembali sebuah karya yang diharapkan tidak hanya dibaca, tetapi juga menginspirasi tindakan nyata. Sebab, sebagaimana diyakini Munaldus, "Tulisan yang baik bukan hanya memperkaya pengetahuan, melainkan juga mampu menyalakan harapan dan menggerakkan perubahan." (X-5)

Harga buku a rp 100.000
Pemesanan buku ke Lembaga Literasi Dayak 
WhatsApp 6281585185168

0 Comments

Type above and press Enter to search.