Yayasan Sembuh Diabetes Indonesia Berdiri, Siap Dorong Gerakan Penyembuhan Alami
| Eko Yudho Tamtomo, penulis buku Jalan Pulang dari Diabetes: Diabetes Tidak Harus Selamanya! |
Bandung, 1 Agustus 2026 – Sebuah tonggak baru dalam gerakan edukasi dan pendampingan penyandang diabetes di Indonesia ditandai dengan berdirinya Yayasan Sembuh Diabetes Indonesia.Yayasan tersebut resmi didirikan pada Sabtu, 1 Agustus 2026, pukul 14.05 WIB, di Kota Bandung, Jawa Barat.
Keprihatinan atas Meningkatnya Kasus Diabetes di Indonesia
Pendirian yayasan ini dilandasi keprihatinan terhadap semakin besarnya jumlah penyandang diabetes di Indonesia. Penyakit diabetes ini tidak hanya berdampak pada kualitas hidup jutaan orang, tetapi juga menimbulkan beban ekonomi yang sangat besar bagi individu, keluarga, maupun sistem kesehatan. Biaya untuk pengobatan, perawatan, serta berbagai upaya pengendalian diabetes terus meningkat dari tahun ke tahun.
Baca Literasi Dayak: Deklarasi dari Batu Ruyud, Krayan yang Bergaung menjadi Gerakan
Berangkat dari realitas tersebut, Yayasan Sembuh Diabetes Indonesia hadir untuk memperkuat gerakan edukasi, pendampingan, dan penyebarluasan pengetahuan mengenai pengelolaan diabetes melalui pendekatan alami yang terintegrasi dengan perubahan gaya hidup.
Soft Launching Yayasan dan Buku sebagai Awal Gerakan Nasional
Momentum pendirian yayasan tersebut sekaligus menjadi ajang soft launching Yayasan Sembuh Diabetes Indonesia serta soft launching buku Jalan Pulang dari Diabetes: Diabetes Tidak Harus Selamanya!
| Petrus Gunarso (tengah, batik lengan panjang) pemberi Epilog buku dalam panorama soft launching buku dan pendirian Yayasan Sembuh Diabetes Indonesia. Ist. |
Kegiatan yang berlangsung di Bandung itu menjadi penanda dimulainya sebuah gerakan yang memadukan edukasi kesehatan, pendampingan masyarakat, dan penyebaran literasi mengenai pengelolaan diabetes berbasis perubahan gaya hidup.
Baca Dayak Today
Peluncuran buku karya Eko Yudho Tamtomo tersebut memperkuat fondasi intelektual gerakan yang selama ini berkembang di tengah masyarakat. Buku itu menawarkan perspektif bahwa diabetes dapat dikelola melalui perubahan gaya hidup yang konsisten, disiplin, dan berbasis pengetahuan yang benar.
Berawal dari Komunitas MoBI, Bertumbuh Menjadi Gerakan Edukasi
Latar belakang berdirinya yayasan ini tidak terlepas dari kiprah komunitas MoBI yang telah menghimpun tidak kurang dari 28.000 anggota. Komunitas tersebut selama ini menjalankan program edukasi berdasarkan buku Jalan Pulang dari Diabetes: Diabetes Tidak Harus Selamanya karya Eko Yudho Tamtomo.
Melalui panduan dalam buku tersebut, ribuan anggota komunitas didorong untuk menerapkan perubahan pola hidup, pola makan, aktivitas fisik, manajemen stres, kualitas tidur, serta berbagai pendekatan alami lainnya sebagai bagian dari ikhtiar mengendalikan diabetes. Gerakan ini menekankan bahwa pengelolaan diabetes memerlukan komitmen, disiplin, dan perubahan gaya hidup yang berkelanjutan.
Membangun Kolaborasi untuk Literasi dan Penyembuhan Diabetes
Dengan berdirinya Yayasan Sembuh Diabetes Indonesia, diharapkan gerakan edukasi kesehatan ini dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas, memperkuat jejaring pendampingan, serta menjadi wadah kolaborasi bagi para penyintas, tenaga kesehatan, akademisi, dan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap upaya pengendalian diabetes di Indonesia.
Pendirian Yayasan Sembuh Diabetes Indonesia tersebut menjadi awal dari sebuah gerakan sosial yang berorientasi pada peningkatan literasi kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan penyebaran pengetahuan mengenai pentingnya pencegahan serta pengelolaan diabetes melalui perubahan gaya hidup yang sehat.
Baca Transmigran Kuasai Pasar Sayur Keliling di Kalimantan Barat
Melalui Yayasan Sembuh Diabetes Indonesiai, gerakan yang selama ini tumbuh dari komunitas diharapkan berkembang menjadi gerakan nasional yang mampu menginspirasi semakin banyak masyarakat Indonesia untuk hidup lebih sehat dan lebih berkualitas. (X-5)
0 Comments