Cornelis Berperan Aktif Membahas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2027

Cornelis Ikut Membahas Rencana Anggaran Negara 2027
Dr. (H.C.) Drs. Cornelis, M.H., Anggota Komisi XII dan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI. Ist.

Dr. (H.C.) Drs. Cornelis, M.H., Anggota Komisi XII dan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, berperan aktif membahas rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2027. Pembahasan itu dilakukan dalam rapat Panitia Kerja (Panja) di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

APBN adalah rencana uang negara. Di dalamnya ada rencana tentang uang yang akan diterima negara dan uang yang akan digunakan untuk membangun serta melayani masyarakat.

Ekonomi Harus Tumbuh dan Rakyat Sejahtera

Cornelis menjadi anggota Panja yang membahas dasar-dasar APBN 2027. Panja ini membicarakan keadaan ekonomi, pendapatan negara, kekurangan anggaran, dan cara negara mendapatkan pembiayaan.

Baca ASEAN Tidak Butuh Asap, Tapi Energi Hijau dari Tanah Kita

Dalam rapat tersebut, Cornelis menekankan bahwa pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen. Namun, menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya dilihat dari angka.

“Pertumbuhan ekonomi harus terasa sampai kepada masyarakat,” ujar Cornelis.

Artinya, ketika ekonomi tumbuh, masyarakat juga harus mendapatkan manfaat. Lapangan pekerjaan harus bertambah. Kemiskinan harus berkurang. Pendapatan dan kesejahteraan masyarakat harus meningkat.

Uang Negara Harus Digunakan dengan Tepat

Cornelis mengatakan, setiap uang yang dikeluarkan negara harus mempunyai manfaat yang jelas. Misalnya, anggaran untuk pembangunan harus bisa membantu mengurangi kemiskinan, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kemampuan masyarakat.

Baca Kain Tenun Masyarakat Ensaid Panyae, Sintang

Karena itu, anggaran negara harus dibuat berdasarkan hasil yang ingin dicapai. Pemerintah juga perlu melihat apakah sebuah program benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan cara ini, uang negara tidak hanya habis dibelanjakan. Setiap rupiah harus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan oleh rakyat.

Negara Perlu Meningkatkan Pendapatan Tanpa Membebani Rakyat Kecil

Cornelis juga membahas cara meningkatkan pendapatan negara. Salah satunya dengan memperbaiki sistem perpajakan melalui Core Tax System yaitu sistem digital yang membantu pemerintah mengelola data dan pembayaran pajak.

Menurut Cornelis, pemerintah perlu mencari sumber pendapatan yang masih belum dimanfaatkan dengan baik. Kebocoran penerimaan negara juga harus ditutup.

Namun, ia mengingatkan agar rakyat kecil tidak menjadi pihak yang paling banyak menanggung beban.

“Yang harus dikejar adalah potensi yang belum tergarap dan kebocoran yang harus ditutup,” tegas Cornelis.

Baca Mengapa Orang Dayak Harus Menulis Sejarah Tanahnya Sendiri?

Ia juga mendorong agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada pendapatan dari sumber daya alam seperti minyak, gas, batu bara, dan hasil tambang. Sumber daya alam sebaiknya diolah di dalam negeri sehingga menghasilkan barang yang lebih bernilai dan membuka lebih banyak pekerjaan.

Utang Negara Harus Memberi Manfaat bagi Rakyat

Dalam pembahasan APBN 2027, Panja juga membicarakan defisit. Defisit adalah keadaan ketika uang yang akan dibelanjakan negara lebih besar daripada pendapatan yang diterima.

Defisit APBN 2027 didorong agar tetap maksimal 2,4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Jika negara harus mencari pembiayaan melalui utang, penggunaannya harus dilakukan dengan hati-hati.

Cornelis menilai utang sebaiknya digunakan untuk kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan ekonomi Indonesia. Misalnya, membangun industri, meningkatkan ekspor, dan membuka lapangan pekerjaan.

Baca Hutan Adat bukan Hutan Negara

“Utang harus menghasilkan kapasitas ekonomi baru. Setiap rupiah pembiayaan negara harus jelas manfaat dan hasilnya bagi rakyat,” kata Cornelis.

Menurut Cornelis, APBN 2027 jangan hanya mengejar ekonomi agar tumbuh lebih tinggi. Tujuan akhirnya harus membuat rakyat lebih cepat sejahtera. Anggaran negara harus membantu mengurangi beban hidup, membuka pekerjaan, mengurangi kemiskinan, dan membuat pembangunan lebih merata sampai ke daerah. ((SL/X-5)

0 Comments

Type above and press Enter to search.