Reuni Akbar 110 Tahun Persekolahan Katolik Nyarumkop (PKN): Bukan Sebatas Bernostalgia, tapi Membuat Sejarah

Reuni Akbar 110 Tahun Persekolahan Katolik Nyarumkop (PKN)
Suasana Misa Penutupan Reuni Akbar 110 Tahun Persekolahan Katolik Nyarumkop (PKN) pada Minggu pagi, 06 September 2026. ist.

Reuni Akbar 110 Tahun Persekolahan Katolik Nyarumkop 3-6 September 2026 berlangsung lancar dan penuh nostalgia. Alumni bernapak tilas, bertemu kembali dengan kawan lama, menerbitkan buku kenangan  lengkap, serta membentuk organisasi alumni sebagai pijakan bagi perjalanan PKN ke depan.

Reuni Akbar 110 Tahun Persekolahan Katolik Nyarumkop (PKN) berlangsung rapi dan lancar 04 - 06 September 2026. Para alumni dari berbagai angkatan datang kembali ke Nyarumkop untuk merayakan perjalanan panjang almamater yang pernah menjadi bagian penting dalam hidup mereka.


Acara Rapi, Lancar, dan Penuh Makna

Momentum seperti ini tidak setiap saat dapat terulang. Setelah puluhan tahun, para alumni kembali berada di tempat yang sama. Mereka datang membawa cerita masing-masing. Namun ketika bertemu, jarak waktu seolah menjadi pendek.

Yang hadir bukan hanya alumni. Ada pula keluarga, para pendahulu, tokoh-tokoh yang pernah terlibat dalam perjalanan PKN, serta generasi yang kini meneruskan pendidikan dan pelayanan di Nyarumkop.

Napak Tilas dan Bertemu Kawan Lama

Reuni memberi kesempatan kepada alumni untuk melakukan napak tilas. Mereka mengunjungi makam para pendahulu dan tokoh yang memiliki kaitan dengan perjalanan PKN.

Sebagian alumni juga kembali mengunjungi rumah-rumah keluarga di Nyarumkop yang dahulu pernah menerima siswa asrama. Pada masa liburan, ada siswa yang tinggal dan bekerja di rumah keluarga tersebut untuk mendapatkan uang tambahan. Mereka juga memperoleh makanan dan asupan gizi tambahan.

Kenangan semacam ini membuat Nyarumkop bukan sekadar tempat sekolah. Ada rumah-rumah yang pernah menjadi tempat singgah. Ada keluarga yang pernah membantu. Ada pengalaman kecil yang kemudian menjadi bagian dari perjalanan hidup.

Dan tentu saja, inti sebuah reuni tetaplah pertemuan. Kawan seangkatan kembali duduk bersama. Saling bertanya kabar. Tertawa mengingat kejadian masa sekolah. Nostalgia pun mengalir. Déjà vu.

Buku Kenangan 110 Tahun: Lengkap dan Sulit Diulang

Warisan penting lainnya adalah Buku Kenangan 110 Tahun PKN. Buku setebal 255 halaman ini disusun dalam tiga bagian besar: masa lampau, masa kini, dan masa depan.

Bagian masa lampau menghimpun perjalanan PKN secara lengkap. Tokoh, peristiwa, perkembangan pendidikan, dan berbagai aspek kehidupan sekolah dikumpulkan dalam satu dokumentasi.

Masa kini ditampilkan melalui data dan statistik PKN. Penyajiannya dibuat menarik dengan dukungan gambar dan desain yang dikerjakan secara profesional. Buku juga dilengkapi iklan serta ucapan selamat dan syukur dari berbagai pihak.

Kelengkapan seperti ini akan sulit diulang. Dalam 10 atau 15 tahun mendatang, buku kenangan baru kemungkinan masih akan menggunakan sebagian materi yang sudah dihimpun dalam buku 110 tahun ini.

Bahkan dalam kurun 30 tahun, tantangannya semakin besar. Bahan tentang masa lampau sudah banyak terdokumentasi sekarang. Karena itu, buku berikutnya lebih tepat menambahkan cerita baru: apa yang terjadi di PKN setelah 2026.

Dengan demikian, buku 110 tahun dapat menjadi semacam titik pangkal dokumentasi baru. Generasi berikutnya tinggal meneruskan catatan perjalanan tersebut.

Alumni Bersatu, PKN Melangkah Maju

Reuni ini juga menghasilkan sesuatu yang konkret. Para alumni memilih pengurus Ikatan Alumni Persekolahan Katolik Nyarumkop (PKN) dengan Yusianus sebagai ketua.

Pembentukan organisasi ini memberi wadah bagi para alumni untuk tetap terhubung setelah reuni berakhir. Ikatan tersebut juga dapat menjadi jembatan antara alumni, almamater, dan generasi PKN sekarang.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan Misa Penutupan yang dipersembahkan oleh Mgr. Agustinus Agus, yang juga alumnus PKN. Ia pernah bersekolah selama tujuh tahun di Nyarumkop.


Kehadirannya menjadi momen yang sangat kuat. Dahulu ia datang ke Nyarumkop sebagai siswa. Puluhan tahun kemudian, ia kembali sebagai uskup dan mempersembahkan Misa Penutupan peringatan 110 tahun sekolahnya.

Dalam rangkaian penutupan tersebut, pengurus lengkap alumni PKN secara resmi disusun, dibentuk melalui Surat Keputusan Yayasan, dan dilantik dalam Misa Penutupan.

Dengan demikian, Reuni Akbar 110 Tahun PKN tidak berhenti sebagai pertemuan nostalgia. Ada buku yang merekam perjalanan. Ada alumni yang kembali terhubung. Ada organisasi yang mulai bekerja. Dan ada generasi berikutnya yang akan meneruskan perjalanan.

Reuni ini bukan hanya sukses menyelenggarakan sebuah acara. Reuni ini membuat sejarahdengan cara yang sederhana. Yakni dengan berkumpul kembali, mengingat, mendokumentasikan, dan menyiapkan masa depan.

Pewarta dan penulis: Rangkaya Bada


0 Comments

Type above and press Enter to search.