Workshop Pantun Iban Ajak Generasi Muda Kembali ke Akar Budaya

 

Workshop Pantun Iban Ajak Generasi Muda Kembali ke Akar Budaya
Workshop Pantun Iban pada event pameran buku di Miri Indoor Stadium. Ist.

MIRI, 26 September 2026 — Dalam rangkaian kegiatan literasi dan sastra Iban di Miri, Sarawak, tiga penulis buku Iban, Patricia Ganing, Amee Joan, dan Hellen, membawakan workshop “Pantun Iban” bagi sekitar 20 siswa SMK Merbau, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan berlangsung dari pagi hingga siang di salah satu ruang di dalam Miri Indoor Stadium.

Para siswa hadir bersama guru mereka, Cikgu Prada. Sejak awal kegiatan, workshop dirancang secara interaktif. Peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan tentang pantun Iban, tetapi juga bertanya, berdiskusi, menyusun pantun, dan mempresentasikan hasilnya.

Ketiga narasumber berbagi peran secara bergantian. Patricia Ganing, Amee Joan, dan Hellen menggunakan pendekatan masing-masing untuk membuat peserta lebih dekat dengan pantun Iban. Interaksi antara narasumber dan siswa berlangsung dua arah.

Lahitan langsung dan presentasi

Setelah mendapatkan pengantar, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok. Masing-masing kelompok mendiskusikan materi, mengembangkan gagasan, lalu menyusun pantun. Hasil kerja kelompok kemudian dipresentasikan di hadapan peserta lain.

Dengan demikian, hasil workshop tidak berhenti pada pemahaman teori. Para siswa menghasilkan karya pantun melalui proses bersama, sekaligus mendapat pengalaman mengolah kata, menyampaikan gagasan, bekerja dalam kelompok, dan membawakan karya di depan orang lain.

Suasana workshop berlangsung akrab dan menyenangkan. Para siswa tampak menikmati proses belajar tersebut. Kegiatan ini sekaligus memberi ruang bagi generasi muda untuk mengenal pantun Iban sebagai bagian dari bahasa dan sastra yang hidup di lingkungan mereka.

Sambutan tuan ruman

David, mewakili tuan rumah panitia penyelnggara, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa kegiatan seperti workshop Pantun Iban perlu terus dikembangkan. Hal-hal baik yang telah dilakukan dalam kegiatan ini diharapkan dapat diteruskan pada kegiatan-kegiatan berikutnya.

Undangan dari Indonesia juga hadir dalam acara itu, antara lain: Masri Sareb Putra, Albertus, Lie Martina, dan Alexander Mering. Adapun buku Pantun Iban diterbitkan oleh Lembaga Literasi Dayak yang selain dibahas, juga dipamerkan dan dijual dalam kesempatan itu.

Workshop ini memperlihatkan bahwa penguatan bahasa dan sastra Iban dapat dilakukan melalui pengalaman langsung. Generasi muda tidak hanya mengenal warisan budaya, tetapi ikut menciptakan, menyampaikan, dan mengembangkannya dalam suasana belajar yang menyenangkan. (X-5)

0 Comments

Type above and press Enter to search.