Antrean Truk Sawit Mengular hingga 300 Unit akibat Kemarau Panjang Picu Krisis Air

Truk dan pick up petani ngantre di pabrik kepala sawit (PKS) dampak kemarau panjang dan krisis air.
ANTRE - Truk dan pick up petani ngantre di pabrik kepala sawit (PKS) dampak kemarau panjang dan krisis air. Ist.

SANGGAU – Dampak kemarau panjang yang memicu krisis air kini mulai memukul sektor perkebunan kelapa sawit di wilayah Kalimantan Barat.
Akibat kekurangan pasokan air yang menjadi elemen vital dalam proses pengolahan, sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) terpaksa mengambil langkah ekstrem dengan menghentikan sementara aktivitas pembelian Tandan Buah Segar (TBS) dari para petani mandiri.

Hanya Dua Pabrik Bertahan, Serbuan Truk Tak Terbendung

Hingga saat ini, dilaporkan hanya ada dua pabrik di kawasan tersebut yang masih bertahan dan membuka operasional untuk menerima buah dari petani, yaitu PKS Kembayan dan PKS Balai Karangan.

Akibat penutupan pabrik-pabrik lain, kedua fasilitas ini langsung diserbu oleh armada angkutan sawit dari berbagai penjuru daerah. Penumpukan kendaraan pun tidak dapat dihindarkan, menyebabkan antrean truk logistik sawit meluber hingga menutup sebagian akses jalan.

Kapasitas Bongkar Terbatas, Antrean Mengular 300 Unit

Berdasarkan data di lapangan, jumlah truk yang datang dan mengantre setiap harinya melonjak drastis hingga mencapai kisaran 300 unit.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan kapasitas operasional pabrik yang sedang menurun. Karena keterbatasan pasokan air dan kendala teknis, pabrik rata-rata hanya mampu melakukan bongkar muat sekitar 120 unit truk per hari. Ketimpangan ini membuat ratusan sopir truk terpaksa bermalam di jalan menunggu giliran.

Biaya Angkut Membengkak dan Risiko Buah Membusuk

Kondisi ini mulai membawa dampak berantai yang sangat merugikan bagi roda perekonomian petani dan penyedia jasa angkutan. Waktu tunggu pengiriman yang biasanya cepat kini molor hingga memakan waktu 3 hari.

Lamanya waktu di perjalanan ini otomatis membuat biaya transportasi membengkak. Selain itu, TBS yang tertahan terlalu lama di dalam bak truk mulai membusuk akibat cuaca panas, yang berujung pada penurunan kualitas dan anjloknya harga jual di tingkat petani.

Pewarta dan penulis:
Fidelis saputra
Petani sawit di yang menjerit di Kalbar


0 Comments

Type above and press Enter to search.