Harga TBS Sawit Kalimantan Barat Awal April 2026 Tembus Rp3.765 per Kg
| Harga sawit dalam 2 tahun terakhir relatif stabil dalam kisaran per kilo/TBS rp 1.900-rp 3.765. Dokpri. |
Oleh Hertanto Torunas Moncas
Harga TBS sawit Kalimantan Barat awal April 2026 mencapai Rp3.765 per kg. Simak rincian harga CPO, inti sawit, dan perbandingan berdasarkan umur tanaman.
Pada awal April 2026, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kalimantan Barat menunjukkan performa yang stabil dan cenderung menguat.
Baca Sawit untuk Negeri dan Dunia sebagai Diplomasi Ekonomi dan Jalan Peradaban
Untuk tanaman dengan usia produktif 10–20 tahun, harga mencapai Rp3.765 per kilogram. Angka harga sawit ini menjadi indikator bahwa sektor sawit masih memiliki daya tahan di tengah fluktuasi pasar global.
Rata-rata harga TBS berada di kisaran Rp3.600,34 hingga Rp3.765 per kilogram.
Rentang harga ini dipengaruhi oleh umur tanaman serta kualitas buah yang dihasilkan. Semakin optimal usia tanaman, semakin tinggi pula nilai jual TBS di tingkat petani.
Harga CPO dan inti sawit turut menguat
Selain TBS, harga crude palm oil (CPO) di Kalimantan Barat juga berada pada level yang cukup tinggi. Pada periode yang sama, harga CPO tercatat sebesar Rp15.582,74 per kilogram.
Sementara itu, harga inti sawit (palm kernel/PK) mencapai Rp15.007,62 per kilogram.
Baca Buku Motivasi yang Memadu dan Memandu Petani Kaya dengan Sawit
Kondisi ini menunjukkan bahwa industri sawit secara keseluruhan masih berada dalam posisi yang menguntungkan. Kenaikan harga di sektor hilir turut memberikan dampak positif terhadap harga TBS di tingkat hulu.
Perbedaan Harga Berdasarkan Umur Tanaman
Harga TBS sangat dipengaruhi oleh umur tanaman. Untuk tanaman muda berusia sekitar 3 tahun, harga berada pada kisaran Rp2.800 hingga Rp3.000 per kilogram.
Produktivitas yang belum optimal menjadi faktor utama yang memengaruhi harga tersebut.
Sebaliknya, tanaman pada usia 10–20 tahun menghasilkan harga tertinggi, yakni hingga Rp3.765 per kilogram. Usia ini dianggap sebagai fase paling produktif dalam siklus tanaman kelapa sawit, sehingga memberikan hasil panen yang maksimal.
Harga Berdinamika mengikuti pasar
Perlu dipahami bahwa harga TBS yang berlaku merupakan harga kemitraan (plasma) yang ditetapkan secara berkala oleh pemerintah daerah melalui Dinas Perkebunan.
Penetapan ini mengacu pada harga tender CPO, sehingga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar global.
Baca Pidato Prabowo Terkait Ekstensifikasi Sawit bagi Perusahaan dan Harapan bagi Petani Sawit Mandiri
Dengan harga yang masih berada di atas Rp3.600 per kilogram, prospek sektor sawit di Kalimantan Barat pada awal April 2026 tetap menjanjikan.
Petani dan pelaku usaha diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini. Terutama untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.
Penulis adalah petani sawit mandiri, tinggal di Sanggau, Kalimantan Barat.
0 Comments