Yani Saloh, Sosok di Balik Apai Janggut di Aras Internasional
Yani Saloh berperan penting di balik pengakuan internasional Apai Janggut dan masyarakat Sungai Utik melalui kerja sunyi dalam dokumentasi, pendampingan, dan komunikasi global.
Yani Saloh.
Nama yang sederhana. Singkat. Tidak banyak dikenal publik. Namun Yani Saloh memegang peran penting di balik tampilnya Apai Janggut di tingkat internasional.
Baca Siri Ceramah Sarawakiana sebagai Wadah Intelektual Bahas Budaya dan Warisan Sarawak
Yani Saloh tidak berada di garis depan. Yani Saloh tidak menjadi tokoh yang sering disebut. Tetapi Yani Saloh bekerja pada bagian yang jarang diperhatikan. Bagian yang menentukan apakah sebuah perjuangan dikenal atau tidak.
Sungai Utik dan keteguhan masyarakat adat
Cerita Sungai Utik adalah cerita tentang keteguhan. Masyarakat adat di sana menjaga hutan sebagai bagian dari hidup mereka. Hutan bukan hanya sumber penghasilan. Hutan adalah identitas.
Baca Lewi G. Paru Penjaga Paru-paru Krayan
Di banyak tempat lain, masyarakat adat menghadapi tekanan yang berat. Tawaran perusahaan. Kebutuhan ekonomi. Banyak yang akhirnya menjual tanah.
Namun masyarakat Sungai Utik memilih jalan berbeda. Mereka bertahan. Mereka menjaga. Mereka tidak mudah tergoda.
Yani Saloh melihat bahwa perjuangan ini tidak boleh berhenti di tingkat lokal. Yani Saloh melihat bahwa cerita ini harus diketahui dunia.
Membawa Sungai Utik ke dunia internasional
Yani Saloh mulai bekerja. Yani Saloh menyusun dokumen. Yani Saloh menulis. Yani Saloh menyiapkan semua yang diperlukan agar perjuangan Sungai Utik bisa dipahami oleh pihak luar.
Yani Saloh mengajukan komunitas ini ke Equator Prize 2019. Langkah ini tidak mudah. Butuh ketelitian. Butuh pemahaman.
Hasilnya terlihat. Dunia mulai mengenal Sungai Utik. Nama Apai Janggut dikenal luas.
Di balik itu semua, ada kerja Yani Saloh yang tidak banyak terlihat.
Pendamping dan penghubung
Peran Yani Saloh tidak berhenti setelah penghargaan pertama. Yani Saloh tetap mendampingi Apai Janggut dalam berbagai kesempatan.
Pada 19 Juli 2023, Yani Saloh ikut mendampingi saat menerima Penghargaan Gulbenkian. Dalam kesempatan itu, Yani Saloh juga berperan sebagai penerjemah.
Baca Djamin Johanes: Kalpataru untuk Kayu Belian
Kemampuan Yani Saloh dalam bahasa Iban dan Inggris sangat membantu. Yani Saloh memastikan pesan yang disampaikan tidak salah dipahami.
Yani Saloh menjadi penghubung antara masyarakat adat dan dunia luar. Tanpa peran itu, banyak hal mungkin tidak tersampaikan dengan baik.
Penulis Masri Sareb Putra
0 Comments