Struktur Epistemologis Kongres Internasional I Literasi Dayak Sekadau 2026
| Kongres Internasional Literasi Dayak I Sekadau pada 16 Mei 2026: Primitive Dayak compete, modern Dayak collaborate! Gambar: ist. |
Kongres Internasional I Literasi Dayak Sekadau pada 16 Mei 2026 menerapkan struktur forum ilmiah berstandar internasional dengan pembagian peran epistemologis: keynote speaker, narasumber utama, panelis, penanggap, dan moderator.
Forum ini memperkuat produksi pengetahuan melalui dialog kritis, riset empiris, dan dialektika intelektual yang terstruktur.
Connecting the dots
Menurut Ketua Panitia Penyelenggara dalam pengantar yang disampaikan dengan suara serak-serak basah namun penuh tekanan makna, “Ajang ini bukan hanya pameran buku dan seminar, melainkan sebuah ruang besar: connecting the dots.”
Baca Dr. Yansen TP : Gerakan Literasi sebagai Jalan Memajukan Dayak
Masri berhenti sejenak. Menatap ruangan yang penuh oleh tokoh-tokoh lintas sektor, lalu melanjutkan dengan nada yang makin menguat.
“Semua tokoh top Dayak ada di sini. Ada mentor dan guru politik, seperti Dr. (H.C.) Cornelis dan Yakobus Kumis. Ada intelektual dan akademisi Dayak dari berbagai perguruan tinggi: para doktor, profesor, dan peneliti. Ada pegiat literasi. Ada pengusaha. Ada masyarakat adat. Ada aktivis koperasi. Semua elemen penting Dayak, hadir dalam satu ruang ini.”
Suasana menjadi hening sesaat. Kalimat berikutnya seperti mengunci makna seluruh pertemuan.
Baca Tim Perumus Kongres Internasional I Literasi Dayak di Sekadau, Kalbar, 16 Mei 2026
“Tidak mudah untuk mengumpulkan mereka dalam satu meja. Maka ini kesempatan langka. Silakan membangun relasi, komunikasi, dan kerja sama. Karena dunia hari ini tidak lagi bekerja dengan cara lama.”
Masri menutup pengantar dengan kalimat yang kemudian menjadi kutipan paling sering diulang dalam forum tersebut:
“Primitive Dayak compete, modern Dayak collaborate!”
Pernyataan itu disambut hening yang padat makna. Bukan sekadar slogan, tetapi tesis sosial tentang arah baru peradaban Dayak di tengah arus perubahan global.
Struktur Epistemologis Kongres Literasi Dayak Sekadau 2026
Kongres Literasi Dayak Sekadau 2026 diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian Kongres Internasional I Literasi Dayak dan Dayak Book Fair pada 15–16 Mei 2026 di Sekadau, Kalimantan Barat. Forum ini dirancang bukan sekadar sebagai pertemuan akademik, melainkan sebagai ekosistem produksi pengetahuan yang mengikuti standar internasional dalam tata kelola diskursus ilmiah.
Baca Simbol Burung Enggang yang Mengibarkan Harapan Literasi Dayak
Setiap unsur dalam forum memiliki fungsi epistemologis yang spesifik, sehingga membentuk alur intelektual yang sistematis: dari perumusan gagasan, pendalaman data, dialektika perspektif, hingga pengujian kritis.
Keynote Speaker: Arah Filosofis dan Horizon Wacana
Pembicara kunci Dr. Yansen TP berperan sebagai pembuka horizon berpikir. Ia tidak hanya menyampaikan materi, tetapi menetapkan kerangka besar, arah wacana, serta fondasi filosofis yang menjadi “nada intelektual” seluruh kongres.
Narasumber Utama: Kedalaman Data, Riset, dan Analisis Empiris
Narasumber utama terdiri dari Prof. Agus Pakpahan, Jaya Ramba, Dt. (H.C.) Cornelis, Petrus Gunarso, dan Prof. Telhalia Ambung.
Peran mereka adalah membawa gagasan dari ranah konseptual ke ranah empiris melalui data, riset, pengalaman lapangan, dan analisis tematik yang lebih spesifik dan dapat diuji secara akademik.
Panel Diskusi: Ruang Dialektika dan Pengayaan Perspektif
Panelis Munaldus, Patricia Ganing, Pitalis Mawardi, St. Masiun, MS. Gumelar, Alexander Mering, Poul Nanggang, dan Daniel Banai berfungsi sebagai pengembang dialektika.
Mereka menghadirkan perspektif alternatif, koreksi konseptual, serta pengayaan wacana agar diskursus tidak bersifat monologis, tetapi tetap plural, hidup, dan dinamis.
Penanggap: Ujian Kritis atas Konsistensi Argumen
Peran penanggap dijalankan oleh Prof. Dr. Maidiantius Tanyid dan Dr. Kalip Siburian.
Mereka berfungsi sebagai “cermin kritis” yang menguji kekuatan argumentasi, menilai metodologi, serta menyoroti implikasi teoritis dari setiap paparan yang disampaikan dalam forum.
Moderator: Pengendali Struktur dan Ritme Diskusi
Sesi kongres dimoderatori oleh Dr. Wilson, Dr. Louis Ringah Kanyan, dan Dr. Urbanus.
Moderator berperan menjaga alur diskusi, memastikan keteraturan forum, serta mengelola dinamika interaksi agar tetap produktif, sistematis, dan terarah.
Kongres sebagai Mesin Produksi Pengetahuan
Dengan struktur epistemologis yang terorganisasi ini, Kongres Literasi Dayak Sekadau 2026 tidak berhenti pada aktivitas presentasi, tetapi berfungsi sebagai mesin produksi pengetahuan kolektif. Gagasan bergerak dari level filosofis, turun ke data empiris, diuji dalam dialektika panel, dan diperkuat melalui kritik akademik yang ketat.
Baca Senarai Penulis Dayak dan Bukunya Capai 1.183 Judul : Hasil Citizen Research WAG Literasi Dayak
Model ini menegaskan bahwa literasi dalam konteks Dayak bukan hanya aktivitas membaca dan menulis, tetapi proses intelektual terstruktur yang menghubungkan tradisi lokal dengan standar akademik global dalam satu ruang dialog yang utuh.
Penulis: Apen Panlelugen
0 Comments