Tiga Pegiat Literasi Dayak Kunjungi Pameran Buku Rohani di Gereja St. Ana, Duren Sawit

Tiga Pegiat Literasi Dayak Kunjungi Pameran Buku Rohani di Gereja St. Ana
Petrus Gunarso,Masri Sareb Putra, dan Matius Mardani, menyempatkan diri mengunjungi stan pameran buku yang digelar oleh Penerbit Obor di bilangan Jakarta Timur: menemukan inspirasi. Ist.

Jakarta Timur, 31 Mei 2026 — Suasana halaman Gereja St. Ana, Duren Sawit, Jakarta Timur, tampak ramai seusai misa Minggu pagi, 31 Mei 2026.

Tiga pegiat literasi Dayak

Di antara umat yang beranjak meninggalkan gereja, tiga pegiat literasi, Petrus Gunarso, Masri Sareb Putradan Matius Mardani, menyempatkan diri mengunjungi stan pameran buku yang digelar oleh Penerbit Obor.

Baca Yansen TP Soroti Literasi dan Peradaban Dayak di Kongres Internasional Sekadau

Di stan tersebut, berbagai buku rohani khas Katolik dipajang dengan rapi dan menarik. Ragam tema yang ditawarkan cukup lengkap, mulai dari serial teologi yang mengajak pembaca berpikir mendalam hingga buku-buku renungan harian yang ringan dan mudah dicerna. Pengunjung dapat menemukan berbagai referensi yang sesuai dengan kebutuhan spiritual maupun intelektual mereka.

Ketiga pegiat literasi itu tampak mengamati koleksi buku yang dipamerkan sambil berdiskusi mengenai pentingnya menghadirkan bacaan bermutu kepada masyarakat. Menurut mereka, pameran buku semacam ini bukan hanya menjadi sarana promosi penerbit, tetapi juga media efektif untuk menumbuhkan budaya baca di lingkungan umat.

Menimba inspirasi

Di sela kunjungan, Petrus Gunarso, Direktur Kelembagaan dan Kerja Sama Penerbit Lembaga Literasi Dayak (LLD), melontarkan gagasan yang langsung mendapat perhatian rekan-rekannya.

Baca Petrus Gunarso Mohon Izin dan Restu Membangun Rumah Buku Dayak di Yogyakarta

"Kita juga bisa bikin pameran buku sendiri," cetus Petrus Gunarso.

Gagasan tersebut muncul setelah melihat antusiasme pengunjung dan penataan pameran yang dinilai mampu mendekatkan buku kepada masyarakat. Menurut Petrus, pameran buku dapat menjadi ruang perjumpaan antara penulis, penerbit, dan pembaca, sekaligus memperluas akses terhadap literatur yang berkualitas.

Baca Iban Dream dan Pelajaran dari MURI

Kunjungan singkat itu menjadi inspirasi bagi ketiganya untuk terus mengembangkan berbagai program literasi. Mereka berharap semakin banyak komunitas dan lembaga yang terlibat dalam upaya memperkuat budaya membaca melalui kegiatan-kegiatan kreatif, termasuk pameran buku yang menjangkau masyarakat secara langsung. (X-5)

0 Comments

Type above and press Enter to search.