REBONT (Rebung Bonti) : Inovasi Olahan Rebung Bernilai Ekonomi
| Rebung yang jadi inovasi olahan bernilai ekonomi di Bonti, Kab. Sanggau. Ist. |
REBONT (Rebung Bonti) merupakan produk olahan rebung yang diproduksi oleh Kelompok Rebung Muduk Manisyang berlokasi di Dusun Mua, Desa Empodis, Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat, Kode Pos 78552.
Kelompok ini diketuai oleh Diman dan telah memiliki legalitas usaha berupa Nomor Induk Berusaha (NIB) 2909250037841 serta Sertifikasi Pemenuhan Komitmen Produksi Pangan Olahan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT PB UMKU) dengan nomor 290925003784100000002.
Baca Monumen Rebung di Bonti: Antara Citra dan Promosi Kuliner
REBONT menghadirkan berbagai produk turunan berbahan dasar rebung, yaitu Rebung Chips (Keripik Rebung), Rebung Kering, Abon Rebung, dan Rebung Instan. Seluruh produk tersebut memanfaatkan rebung sebagai bahan baku utama yang diolah menjadi pangan dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
Keberadaan produk-produk ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan hasil alam yang tersedia di Kecamatan Bonti sekaligus memperkenalkan cita rasa khas rebung dari daerah tersebut.
Rebung sendiri merupakan tunas atau anakan muda yang tumbuh dari akar bambu. Sebagai bahan pangan, rebung telah lama dikenal dapat diolah menjadi berbagai jenis hidangan. Selain memiliki cita rasa yang khas, rebung juga mengandung berbagai nutrisi yang bermanfaat. Dalam setiap sekitar 100 gram rebung terkandung sekitar 25 kalori, sehingga termasuk bahan pangan yang rendah kalori.
Di wilayah Kecamatan Bonti tumbuh beberapa jenis rebung yang berasal dari bambu dataran rendah, antara lain bambu porink, betong, muntik, dan puansak. Jenis-jenis rebung tersebut dikenal memiliki cita rasa yang khas, terutama rasa manis yang menjadi pembeda dibandingkan rebung dari daerah lain. Karakteristik inilah yang menjadikan rebung dari Kecamatan Bonti memiliki nilai tersendiri sebagai bahan baku berbagai produk olahan.
Baca Dominikus, Camat Bonti dan Potensi Nilai Ekonomi Rebung Lokal
Dengan memanfaatkan potensi lokal yang tersedia, Kelompok Rebung Muduk Manis mengembangkan REBONT sebagai produk unggulan yang tidak hanya mempertahankan cita rasa khas rebung Bonti, tetapi juga menghadirkan beragam pilihan olahan yang dapat dinikmati masyarakat.
Kandungan Gizi dan Manfaat Rebung
Selain memiliki rasa yang khas, rebung juga dikenal mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Di dalam rebung terdapat vitamin A, vitamin B kompleks, dan vitamin E. Rebung juga mengandung berbagai mineral penting, seperti magnesium, selenium, mangan, dan zat besi. Selain itu, rebung kaya akan antioksidan, di antaranya polifenol dan flavonoid.
Kandungan nutrisi tersebut menjadikan rebung sebagai salah satu bahan pangan yang memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Salah satu manfaat rebung adalah membantu menyehatkan sekaligus melancarkan sistem pencernaan. Rebung memiliki efek prebiotik yang baik sehingga dapat mendukung pertumbuhan bakteri baik di saluran cerna. Dengan demikian, konsumsi rebung dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan sistem pencernaan.
Rebung juga diketahui dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Penurunan kadar kolesterol tersebut berkontribusi dalam mengurangi risiko terjadinya penyakit jantung. Selain itu, rebung juga berperan dalam membantu mencegah penyakit kardiovaskular, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, maupun stroke.
Baca Entikong dan Tebedu Cermin Retak dan Utuh Wajah Dua Penjajah
Keunggulan lain dari rebung adalah kandungan kalorinya yang rendah serta kadar lemak yang juga rendah. Meskipun demikian, rebung tetap mengandung berbagai nutrisi penting yang diperlukan tubuh, seperti protein, vitamin, dan mineral. Oleh karena itu, rebung menjadi salah satu bahan pangan yang baik dikonsumsi saat menjalani program diet maupun untuk menjaga berat badan tetap ideal.
Selain berbagai manfaat tersebut, ekstrak rebung juga disebut memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Hal ini semakin menunjukkan bahwa rebung bukan hanya memiliki nilai sebagai bahan pangan, tetapi juga memiliki potensi manfaat bagi kesehatan.
Berbagai kandungan nutrisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa rebung layak dikembangkan menjadi produk pangan olahan. Melalui produk-produk REBONT, manfaat rebung dapat dinikmati dalam bentuk olahan yang lebih beragam, mulai dari keripik rebung, rebung kering, abon rebung, hingga rebung instan.
Sejarah Lahirnya REBONT dan Pemberdayaan Kelompok Perempuan
Produksi Rebung Chips di Dusun Mua, Desa Empodis, Kecamatan Bonti berawal dari kondisi perekonomian masyarakat yang masih tergolong rendah. Pada saat yang sama, pemberdayaan perempuan di wilayah tersebut juga belum berjalan secara optimal. Berangkat dari kondisi tersebut, pemerintah desa berupaya mencari dukungan dari berbagai mitra maupun lembaga swadaya masyarakat.
Beberapa pihak yang memberikan dukungan antara lain WALHI, DANUS, dan ELPAGAR. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan usaha masyarakat berbasis potensi lokal yang tersedia di Desa Empodis. Selain dukungan dari berbagai mitra, pengembangan usaha juga didukung melalui perizinan berusaha yang menunjang kegiatan produksi.
Kelompok usaha memperoleh Sertifikasi Pemenuhan Komitmen Produksi Pangan Olahan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT PB UMKU) yang diterbitkan oleh DPMPTSP Kabupaten Sanggau. Legalitas tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha olahan rebung agar dapat diproduksi sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, aspek pemasaran juga mendapat dukungan dari Disperindagkop sehingga produk olahan rebung memiliki peluang untuk dikenal lebih luas.
Pada awalnya, rebung lebih dikenal sebagai produk unggulan khas Kecamatan Bonti dalam bentuk rebung kering yang berasal dari pucuk muda tunas bambu. Rebung kering tersebut memiliki cita rasa khas yang lebih manis sehingga menjadi ciri utama rebung asal Kecamatan Bonti.
Baca Sejarah Asal usul Dayak Berdasarkan Bukti Arkeologis
Seiring berkembangnya inovasi, muncul produk baru berupa keripik rebung yang memanfaatkan bonggol tunas bambu atau bonggol rebung sebagai bahan bakunya. Produk ini diolah oleh kelompok ibu-ibu di Dusun Mua, Desa Empodis. Kehadiran keripik rebung menjadi salah satu bentuk pengembangan produk yang memanfaatkan bagian rebung secara lebih optimal.
Inovasi tersebut kemudian berkembang menjadi beberapa jenis produk olahan yang dipasarkan dengan nama REBONT. Selain keripik rebung, produk turunannya meliputi rebung kering, abon rebung, dan rebung instan. Keberagaman produk tersebut menunjukkan adanya upaya untuk meningkatkan nilai ekonomi rebung melalui pengolahan yang lebih variatif tanpa meninggalkan ciri khas rasa manis yang dimiliki rebung dari Kecamatan Bonti.
Dengan adanya pengembangan usaha ini, rebung tidak lagi hanya dimanfaatkan sebagai bahan pangan segar, tetapi juga menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah. Pengolahan rebung juga menjadi bagian dari pemberdayaan kelompok perempuan yang berperan langsung dalam proses produksi.
Potensi Rebung Kecamatan Bonti dan Pengembangan Produk Olahan
Kecamatan Bonti memiliki potensi sumber daya rebung yang cukup beragam. Berbagai jenis rebung tumbuh di wilayah ini, di antaranya rebung betung, porink, muntik, dan puansak. Masing-masing jenis memiliki karakteristik yang berbeda sesuai dengan pemanfaatannya.
Untuk produksi rebung chips dan rebung kering, jenis rebung yang paling sesuai digunakan adalah rebung betung dan porink. Kedua jenis rebung tersebut dipilih sebagai bahan baku utama karena sesuai untuk diolah menjadi produk pangan yang memiliki kualitas baik.
Sementara itu, untuk kebutuhan anyaman digunakan beberapa jenis rebung, yaitu rebung betung, porink, muntik, dan puansak. Perbedaan pemanfaatan tersebut menunjukkan bahwa setiap jenis rebung memiliki karakteristik yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengolahan maupun pemanfaatannya.
Selain itu, jenis rebung betung dan porink juga menjadi pilihan yang sesuai untuk diolah menjadi rebung asam. Kedua jenis rebung tersebut memiliki tekstur yang menjadi lebih lembut setelah dimasak sehingga lebih cocok digunakan dalam proses pengolahan tersebut.
Keunggulan utama rebung asal Kecamatan Bonti terletak pada cita rasanya yang lebih manis dibandingkan rebung dari daerah lain. Karakter rasa inilah yang menjadi identitas produk olahan rebung dari wilayah tersebut. Melalui pengolahan menjadi berbagai produk seperti rebung chips, rebung kering, abon rebung, dan rebung instan, potensi rebung lokal dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.
Baca TOP SPOT Level 6: Kuliner Citarasa Luar Biasa dengan Panorama Langit Kota Kuching
REBONT menjadi salah satu bentuk pengembangan produk unggulan berbasis potensi daerah yang memanfaatkan rebung sebagai bahan baku utama. Didukung oleh legalitas usaha, inovasi produk, serta keterlibatan kelompok masyarakat di Dusun Mua, Desa Empodis, pengolahan rebung terus dikembangkan menjadi produk pangan yang memiliki nilai tambah.
Keberadaan berbagai produk olahan tersebut juga memperkuat identitas rebung sebagai salah satu produk khas Kecamatan Bonti yang dikenal karena cita rasanya yang manis serta beragam manfaat yang dimilikinya.
Penulis: Rangkaya Bada
Sumber: Camat Bonti, Dominikus
0 Comments