Thomas Kuslin: Pendidik yang Mengabdikan Diri bagi Pendidikan Katolik
| Thomas Kuslin: Dosen yang mendidik, bukan hanya mengajar. Ist. |
Nama Drs. Thomas Kuslin, M.Pd. dikenal di lingkungan pendidikan tinggi keagamaan Katolik di Kalimantan Barat sebagai seorang akademisi yang mengabdikan diri pada pengembangan pendidikan, khususnya dalam bidang pendidikan agama dan konseling pastoral.Walaupun jejak digital mengenai kehidupan pribadinya relatif terbatas, keterlibatannya dalam penyusunan dokumen akademik serta publikasi ilmiah menunjukkan konsistensinya dalam dunia pendidikan tinggi.
Pendidikan
Gelar akademik Drs. dan Magister Pendidikan (M.Pd.) menunjukkan bahwa Thomas Kuslin menempuh pendidikan tinggi hingga jenjang magister di bidang kependidikan.
Baca Burusius Yuvensius: Di CU Semarong Hati Guru Bahasa Inggris Itu Tertambat
Bidang keilmuan yang digelutinya berkaitan erat dengan pendidikan agama Katolik dan pengembangan kompetensi pendidik. Hal tersebut tercermin dari karya-karya akademik yang dipublikasikannya bersama rekan-rekan sejawat.
Profesi dan Pengabdian
Thomas Kuslin memulai pengabdiannya sebagai dosen pada tahun 2006 di Sekolah Tinggi Pastoral Santo Agustinus Keuskupan Agung Pontianak. Sejak awal, ia tidak hanya menjalankan tugas akademik sebagai pendidik, tetapi juga terlibat aktif dalam pengembangan kelembagaan, penyusunan program akademik, serta penguatan tata kelola perguruan tinggi.
Komitmennya terhadap peningkatan mutu pendidikan tinggi keagamaan Katolik terlihat melalui keterlibatannya sebagai salah seorang perintis dan pionir dalam proses alih status lembaga tersebut dari perguruan tinggi swasta menjadi Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri (STAKatN) Pontianak.
Baca You Can Sell a Book by Its Cover: Sejumput Pengalaman dan Peristiwa Hari ini
Proses yang berhasil diwujudkan pada tahun 2017 itu menjadi tonggak penting dalam sejarah pendidikan tinggi Katolik di Kalimantan Barat karena membuka peluang yang lebih luas bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan tridarma perguruan tinggi, serta perluasan akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah Kalimantan.
Sebagai bagian dari tim perintis, Thomas Kuslin ikut mengawal transformasi kelembagaan tersebut hingga akhirnya STAKatN Pontianak resmi berdiri sebagai perguruan tinggi negeri di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia.
Thomas Kuslin berkiprah sebagai dosen dan tenaga akademik di lingkungan Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak. Namanya tercantum sebagai salah satu penyusun Buku Pedoman Akademik Program Studi Konseling Pastoral, sebuah dokumen penting yang menjadi rujukan penyelenggaraan pendidikan pada program studi tersebut. Keterlibatan ini memperlihatkan kepercayaan institusi terhadap kompetensi akademik dan pengalaman yang dimilikinya.
Selain menjalankan tugas sebagai pendidik, Thomas Kuslin juga aktif dalam penulisan karya ilmiah. Salah satu artikel yang dipublikasikan bersama Suko dan Martinus Marthin berjudul "Pemanfaatan Media pada Pembelajaran Pendidikan Agama Katolik Tingkat Sekolah Dasar" dimuat dalam Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik tahun 2021. Penelitian tersebut mengangkat pentingnya penggunaan media pembelajaran dalam meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar pendidikan agama Katolik di sekolah dasar.
Aktivitas akademiknya memperlihatkan perhatian terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan profesionalisme guru, serta penguatan mutu pendidikan agama di Indonesia, khususnya di Kalimantan Barat.
Legasi dan Inspirasi
Kontribusi Thomas Kuslin mungkin tidak banyak terekspos di media massa, namun pengabdian seorang pendidik tidak selalu diukur dari popularitas.
Baca Matinya Kepakaran KaryaTom Nichols yang Bikin Heboh
Melalui peran-aktifnya dalam penyusunan pedoman akademik, pengembangan kurikulum, dan publikasi ilmiah, ia ikut membangun fondasi pendidikan yang lebih baik bagi calon guru, konselor pastoral, dan tenaga kependidikan Katolik.
Jejak pengabdiannya mengingatkan bahwa pembangunan masyarakat Dayak tidak hanya lahir dari tokoh politik atau pemimpin adat, melainkan juga dari para pendidik yang bekerja dengan tekun di ruang-ruang kelas dan kampus. Dari sana lahir generasi baru yang memiliki kompetensi, integritas, dan semangat melayani sesama.
Periset dan penulis: Rangkaya Bada
0 Comments