6,5 juta Hektare, Kalimantan menuju Pusat Sawit Indonesia
| Kalimantan menuju Pusat Sawit Indonesia dengan luas tutupan sawit saat ini 6,5 juta hektare. Ist. |
Oleh Masri Sareb Putra
Kalimantan, pulau terbesar ketiga di dunia, sedang bergerak menuju satu peran baru yang menentukan: pusat pertumbuhan sawit Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir, ekspansi perkebunan kelapa sawit di wilayah ini menunjukkan laju yang konsisten dan sulit diabaikan.
Baca Industri Sawit Indonesia 2026 Selayang Pandang
Bukan sekadar soal luas lahan, tetapi juga tentang perubahan arah ekonomi. Jika tren ini terus berlanjut.
Dapat dipastikan Kalimantan tidak hanya menjadi pemain penting. Juga berpotensi menggeser dominasi lama dan membentuk ulang peta ekonomi nasional berbasis komoditas strategis.
Data terbaru BPS 2026: sawit Kalimantan 6,5 juta Hektare
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2026, luas tutupan sawit di Kalimantan menunjukkan angka yang sangat signifikan. Kalimantan Tengah mencatat sekitar 2,16 juta hektare, disusul Kalimantan Barat dengan 2,15 juta hektare.
Salah satu ciri khas perkembangan sawit di Kalimantan adalah dominasi perkebunan rakyat. Sekitar 40 hingga 50 persen lahan sawit dikelola oleh petani kecil. Kpemilikan sawit rakyat ini menjadi fondasi penting karena pertumbuhan ekonomi tidak hanya bertumpu pada korporasi besar, tetapi juga menyentuh masyarakat akar rumput.
Kalimantan Timur berada di angka 1,48 juta hektare, sementara Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara masing-masing sekitar 478 ribu hektare dan 228 ribu hektare.
Baca Kalimantan Diproyeksikan Mencatat Rekor Tututan Sawit Terluas di Indonesia
Jika dijumlahkan, total luas sawit di seluruh Kalimantan telah melampaui 6,5 juta hektare. Angka ini setara dengan hampir 40 persen dari total luas perkebunan sawit nasional.
Sebagai perbandingan, Provinsi Riau yang selama ini menjadi pusat sawit Indonesia memiliki sekitar 3,4 juta hektare atau sekitar 21 persen dari total nasional.
Perbandingan ini menunjukkan satu arah yang jelas: Kalimantan sedang mengejar, bahkan berpotensi melampaui dominasi wilayah Sumatera dalam beberapa tahun ke depan.
Produksi CPO meningkat
Tidak hanya dari sisi luasan, produksi minyak sawit mentah atau CPO dari Kalimantan juga mengalami peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2025, Kalimantan Tengah menghasilkan sekitar 7,59 juta ton CPO. Kalimantan Barat menyusul dengan 4,94 juta ton, dan Kalimantan Timur mencapai 4,29 juta ton.
Angka-angka ini menempatkan provinsi-provinsi di Kalimantan sebagai kontributor utama nasional, bersaing langsung dengan Riau yang mencatat produksi sekitar 9,46 juta ton.
Baca Manfaat dan Mudarat Sawit bagi Warga Kalimantan
Dengan tren produksi yang terus naik, Kalimantan tidak lagi berada di posisi pelengkap. Ia telah masuk ke dalam lingkar inti penghasil utama sawit Indonesia.
Petani rakyat dan masa depan sawit Kalimantan
Salah satu ciri khas perkembangan sawit di Kalimantan adalah dominasi perkebunan rakyat. Sekitar 40 hingga 50 persen lahan sawit dikelola oleh petani kecil.
Kemilikan sawit rakyat ini menjadi fondasi penting karena pertumbuhan ekonomi tidak hanya bertumpu pada korporasi besar, tetapi juga menyentuh masyarakat akar rumput.
Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) berperan besar dalam mendorong produktivitas. Melalui penyediaan bibit unggul, pupuk, serta pendampingan teknis, petani mampu meningkatkan hasil panen sekaligus menjaga keberlanjutan.
Baca Sawit untuk Negeri dan Dunia sebagai Diplomasi Ekonomi dan Jalan Peradaban
Ke depan, jika konsistensi kebijakan, dukungan infrastruktur, dan pengelolaan lingkungan dapat dijaga, Kalimantan berpotensi menjadi episentrum baru industri sawit Indonesia. Bukan hanya sebagai lumbung produksi, tetapi juga sebagai kekuatan ekonomi yang menentukan arah masa depan nasional.
Penulis adalah petani sawit mandiri di Kalimantan. Mengedit dan menulis sejumlah buku terkait topik sawit, antara lain diterbitkan Penerbit Buku Kompas (PBK) dan Lembaga Literasi Dayak (LLD).
0 Comments