Primus Segang Lase: Menguatkan Masyarakat dari Gerakan Koperasi Kredit

Primus Segang Lase:
Primus Segang Lase. Fb.

Berasal dari Dayak Dsa, Primus Segang Lase memadukan kepemimpinan di PUSKHAT dengan penelitian doktoral untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat pedesaan di Kalimantan Barat.

Di balik kemajuan sebuah masyarakat, selalu ada sosok yang bekerja tanpa banyak sorotan. Mereka tidak mengejar popularitas, tetapi memilih menanam gagasan dan membangun fondasi yang kelak memberi manfaat bagi banyak orang.

Baca Deliana Winki: Duta Dayak lewat Sape

Primus Segang Lase adalah salah satunya. Baginya, koperasi kredit bukan sekadar lembaga keuangan, melainkan gerakan pemberdayaan yang membangun manusia, memperkuat solidaritas, dan menumbuhkan kemandirian. Keyakinan itulah yang membimbing seluruh perjalanan hidupnya, baik sebagai praktisi maupun sebagai akademisi.

Kehidupan Awal

Primus Segang Lase lahir pada 6 Juni dari keluarga Dayak Dsa, salah satu subetnis dalam rumpun besar Dayak Iban di Kalimantan Barat. Ia dibesarkan dalam lingkungan yang menjunjung tinggi nilai gotong royong, musyawarah, kerja keras, dan rasa tanggung jawab terhadap komunitas. Dalam budaya Dayak Dsa, kehidupan bersama bukan sekadar tradisi, tetapi menjadi landasan dalam membangun hubungan antarmanusia. Sejak kecil, Primus belajar bahwa keberhasilan seseorang tidak pernah berdiri sendiri, melainkan lahir dari semangat kebersamaan dan saling percaya.

Pengalaman hidup di tengah masyarakat pedesaan membuatnya memahami bahwa persoalan kemiskinan tidak hanya disebabkan oleh keterbatasan ekonomi. Rendahnya akses terhadap pendidikan, modal usaha, dan kelembagaan yang kuat sering kali menjadi penghambat berkembangnya potensi masyarakat. Kesadaran itu kemudian membentuk pandangannya bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus dimulai dari pemberdayaan manusia dan penguatan institusi yang tumbuh dari masyarakat sendiri.

Pendidikan

Semangat belajar membawa Primus menempuh pendidikan tinggi hingga jenjang doktor. Baginya, pendidikan bukan sekadar proses memperoleh gelar akademik, melainkan jalan untuk memperluas wawasan dan memperdalam pengabdian kepada masyarakat.

Ia kini merupakan kandidat doktor (Ph.D. Candidate) yang menjalankan penelitian di bawah bimbingan Prof. Datu Dr. Neilson Ilan Mersat sebagai promotor, dengan Dr. Nicholas Anak Gani dan Dr. Regina Garai Abdullah sebagai ko-promotor. Pilihan tema penelitiannya lahir dari pengalaman panjang yang diperolehnya dalam gerakan koperasi kredit. Dengan pendekatan akademik yang komprehensif, ia berusaha menghadirkan penjelasan ilmiah mengenai model pemberdayaan masyarakat yang berakar pada pengalaman nyata di Kalimantan Barat.

Profesi, Keterampilan, dan Keahlian

Dalam dunia profesional, Primus Segang Lase dipercaya mengemban amanah sebagai General Manager Pusat Koperasi Kredit Khatulistiwa (PUSKHAT). Dari posisi ini, ia berperan aktif memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, mengembangkan pendidikan anggota, serta memperluas jejaring antarkoperasi kredit.

Di bawah kepemimpinannya, PUSKHAT terus memperkuat perannya sebagai koperasi sekunder yang mendampingi koperasi-koperasi kredit anggotanya agar semakin profesional, sehat, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Bagi Primus, koperasi kredit bukan hanya menyediakan akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga membangun budaya menabung, meningkatkan literasi keuangan, memperkuat kepemimpinan lokal, dan mendorong lahirnya usaha-usaha produktif di pedesaan.

Pengalaman tersebut menjadi pijakan bagi penelitian doktoralnya yang berjudul "PUSKHAT is the Game Changer in Empowering Rural Communities in West Kalimantan, Indonesia."

Baca Alena Murang: Penjaga Warisan Sape' dan Suara Dayak Kelabit di Pentas Dunia

Melalui penelitian itu, ia mengkaji bagaimana PUSKHAT mampu menjadi penggerak perubahan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Fokus kajiannya tidak hanya menyentuh aspek ekonomi, tetapi juga mencakup penguatan modal sosial, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan kelembagaan, dan pembangunan yang berkelanjutan. Dengan demikian, pengalaman sebagai praktisi berpadu dengan ketelitian akademik untuk menghasilkan pemahaman yang lebih utuh mengenai pemberdayaan masyarakat.

Legasi, Inspirasi, dan Motivasi

Primus Segang Lase memperlihatkan bahwa perubahan sosial memerlukan perpaduan antara gagasan, kepemimpinan, dan tindakan nyata. Ia membuktikan bahwa pengalaman lapangan dapat diperkaya melalui penelitian akademik, sementara hasil penelitian dapat kembali diterapkan untuk memperkuat kehidupan masyarakat.

Baca Deliana Winki: Duta Dayak lewat Sape

Bagi generasi muda Dayak, perjalanan hidupnya menjadi teladan bahwa identitas budaya bukanlah penghalang untuk mencapai prestasi akademik dan profesional. Sebaliknya, nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh komunitas dapat menjadi sumber inspirasi dalam membangun kepemimpinan yang berintegritas dan berpihak kepada masyarakat.

Melalui kiprahnya di PUSKHAT dan penelitian doktoralnya, Primus terus memperlihatkan bahwa koperasi kredit merupakan instrumen pemberdayaan yang mampu melahirkan perubahan dari bawah. 

Selain pelaku dan pegiat koperasi, Primus juga ternyata seorang kolektor mandau dari berbagai penjuru Kalimantan. Hobi ini membawanya mencintai bukan saja heritage, tetapi juga kekayaan cipta karya warisan leluhur yang wajib dipertahankan dan dikembangkan.

Primus haikul yakin sekaligus percaya bahwa masyarakat yang memiliki pengetahuan, kepercayaan, dan kelembagaan yang kuat akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan zaman.

Itulah warisan pemikiran yang terus ia bangun: pembangunan yang dimulai dari manusia, bertumpu pada kebersamaan, dan berorientasi pada masa depan yang lebih bermartabat.


Hasil tes DNA yang mengejutkan

Ada satu sisi menarik dari perjalanan hidup Primus Segang Lase yang memperlihatkan dahaga intelektualnya untuk mengenali akar jati diri. Rasa ingin tahunya tidak berhenti pada pengetahuan yang diwariskan secara lisan atau tercatat dalam silsilah keluarga. Ia melangkah lebih jauh dengan menjalani tes DNA untuk menelusuri asal-usul leluhurnya sebagai bagian dari komunitas Dayak Dsa.

Baca Dayak dan Asal Usul Sejarahnya dari Ekskavasi Situs Gua Niah

Hasilnya memberikan penegasan yang menarik. Analisis genetik menunjukkan bahwa garis keturunannya memiliki kedekatan dengan komunitas Dayak yang bermukim di Engkilili, Sarawak, Malaysia.

Hasil temuan itu bukan semata-mata mengungkap hubungan biologis, tetapi juga memperkuat kenyataan historis bahwa masyarakat Dayak di Pulau Borneo telah lama terhubung oleh ikatan leluhur, budaya, bahasa, dan wilayah hidup yang melampaui batas-batas negara modern. 

Bagi Primus, identitas Dayak bukan sekadar penanda etnis, melainkan jejak sejarah panjang yang menyatukan masyarakat di kedua sisi perbatasan Kalimantan dan Sarawak.

Periset dan penulis │ Masri Sareb Putra


0 Comments

Type above and press Enter to search.