Gunawan dan Jurus Merpati Putih yang Meluluhlantakkan Hati Para Gadis -Kisah Kasih di Sekolah Nyarumkop (61)

Gunawan dan jurus Merpati Putih yang meluluhlantakkan hati para gadis. Ist.
Gunawan dan jurus Merpati Putih yang meluluhlantakkan hati para gadis. Ist.

Gunawan menarik napas panjang, menenteramkan hawa murni di dalam dadanya. Di belakangnya, kelompok musik pengiring Band Wid Bros telah bersiap mengiringi penampilannya. Maliki dan Kanis memegang gitar, sementara Jayaseputra duduk di belakang perangkat drum, menunggu aba-aba dengan penuh kewaspadaan.
Ketiga pemusik itu telah siap mengerahkan jurus-jurus musik mereka. Dan tiba-tiba, terdengarlah sebuah lagu yang sungguh tidak lazim untuk suasana seleksi yang mendebarkan semacam itu. Una Paloma Blanca.

Baca Jurus Ketapel Pak Kaslem Meredakan Ketegangan NBC dan SMA - -Kisah Kasih di Sekolah Nyarumkop (60)

Tan Un Mao berdiri tegak di sudut aula indoor PKN. Sepasang matanya yang tajam bak mata elang menatap lurus ke arah panggung kayu sederhana di hadapannya.

Sebagai seorang pendekar sejati yang telah malang melintang di dunia persilatan, atau dalam hal ini, dunia pendidikan dan pengasuhan anak-anak Sanggau Plus, dia memiliki prinsip yang teguh: pantang bagi anak asuhannya untuk bertanding dan kalah di gelanggang luar.

Menjelang libur Natal tahun 1978 yang damai. Sebuah hajat besar akan digelar di Gereja Sanggau. Namun, sebelum anak-anak didiknya dilepas ke medan laga yang sesungguhnya, Tan Un Mao memberlakukan sebuah ujian awal yang ketat.

Seleksi dan repetisi wajib dilaksanakan di aula indoor PKN, sebuah tempat yang sakral bagi mereka. Dinding aula itu membatasi jalan dari Wisma Widya menuju Sekabu, tetapi sengaja dibuat terbuka menghadap ke arah kelas I SMA dan kompleks asrama, membiarkan angin sore bertiup membawa desau ketegangan.


***

Kini tibalah giliran seorang pemuda bernama Gunawan.... 

Di masa depan, pemuda ini akan dikenal sebagai seorang ahli hukum yang tangguh dan menyandang gelar Sarjana Hukum (S.H.).  Dalam formasi pengurus Ikatan Alumni PKN (Ika-PKN) ia masuk jajaran penasihat, bersama saya (dalam hati, aku berkata: betapa usia memantaskan kami ada di posisi itu!). Namun pada malam yang ditaburi cahaya lampu waktu itu dia hanyalah seorang murid yang sedang diuji mentalnya.

Dengan langkah mantap, meskipun hati berdebar, Gunawan melangkah ke depan mikrofon. Di belakangnya, barisan pemain musik pengiring telah bersiap memetik senar gitar dan menabuh drum.

Baca Kacang Dael dan Rahasia Mustika Alam di Tepi Sungai Sekabu - Kisah Kasih di Sekolah Nyarumkop (59)

Gunawan menarik napas dalam-dalam. Alih-alih membawakan lagu mars atau tembang perjuangan yang lazim, dia memilih sebuah lagu Barat yang tengah populer saat itu: Una Paloma Blanca.

“When the sun shines on the mountain...”
Pita suara Gunawan mengalun, jernih dan bersemangat.

Lagu itu berkisah tentang seekor merpati putih yang terbang bebas mengatasi gunung dan lembah, melintasi batas-batas bukit, mencari tempat untuk mengepakkan sayap tanpa kekangan.

Merpati putih adalah lambang kesucian, kebebasan, dan harapan yang tak kunjung padam. Bagi orang-orang yang hadir di aula, nyanyian Gunawan terdengar seperti sebuah pertunjukan seni yang memukau demi meloloskan diri dari seleksi sang pendekar Tan Un Mao.

Namun, di balik bait-bait lagu tentang merpati putih itu, tersembunyi sebuah rahasia hati yang teramat dalam.

Setiap getaran vokal dan tatapan mata Gunawan sebenarnya tidak ditujukan kepada para juri, melainkan dilemparkan jauh menembus batas aula, mengarah ke sudut tempat anak-anak SPG (Sekolah Pendidikan Guru) berkumpul.

Di sanalah dia berada!
Seorang gadis Tionghoa berwajah jelita, dengan sepasang mata sipit yang selalu memancarkan kelembutan. Gadis itu hanya dikenal melalui inisialnya yang anggun: Ftmh.

Jerat Tamot dan Serangan Pendekar Wanita Paruh Baya ke Asrama - Kisah Kasih di Sekolah Nyarumkop (58)

Bagi Gunawan, Ftmh adalah wujud nyata dari Paloma Blanca, si merpati putih yang hinggap di sanubarinya.

Setiap kali Gunawan melantunkan lirik tentang kerinduan akan kebebasan dan kebahagiaan, saat itu pula dia sedang meneriakkan isi hatinya yang terdalam. Dia naksir berat pada gadis SPG itu.

Di tengah gemblengan disiplin PKN yang ketat di bawah pengawasan Tan Un Mao, bayangan Ftmh menjadi oasis yang menyejukkan jiwa mudanya. Dia berharap, lewat lagu bertema merpati putih itu, pesannya dapat terbang rendah dan hinggap di hati sang dewi penjerat sukma.

***

Ketua padepokan Tan Un Mao yang menyaksikan dari sudut ruangan, perlahan mengangguk-angguk kecil.

Sang pendekar sejati tahu. Bahwa pemuda di hadapannya tidak hanya bernyanyi dengan teknik, melainkan dengan seluruh jiwa dan getaran cinta anak muda.

Ujian awal pada malam itu di aula PKN hanya sebuah repetisi menjelang Natal. Akan tetapi juga menjadi saksi bisu awal mula sebuah kisah kasih yang tersimpan rapat di balik melodi indah Una Paloma Blanca.

***

Keberanian yang ditiupkan oleh pendekar guru silat Tan Un Mao ke dalam dada murid-muridnya sungguh membawa mukjizat yang amat besar dan tak ternilai harganya. Berkat gemblengan batin yang keras laksana baja dari sang guru, Gunawan mendadak memiliki nyali sebesar gunung untuk melangkah maju ke tengah gelanggang pertunjukan, melepaskan jurus vokal lewat lagu Merpati Putih yang menggetarkan sukma itu.

Melihat saudaranya telah maju mengepakkan sayap, bergejolak pulalah darah muda di dalam dada saya untuk ikut mengadu peruntungan dalam acara seleksi itu. Maka dengan modal nekat setinggi langit dan bersenjatakan suara puber yang seolah-olah belum selesai dibentuk oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, saya melompat maju membawa nomor lagu dari G & G yang bertajuk Lama Tak Jumpa. 

Sungguh suatu kelancangan yang jenaka sekaligus mendebarkan hati!Padahal, jika dunia persilatan Nyarumkop mau tahu yang sejujurnya, sehari-hari kami berdua ini tidak lebih dari sepasang penyanyi kamar mandi semata. Sebuah bakat tersembunyi yang biasanya hanya berani diuji di hadapan gayung, gemercik air, dan dinginnya dinding batako yang sunyi. 

Namun sore itu, di bawah tatapan tajam sang guru sejati, sepasang penyanyi kamar mandi ini telah menjelma menjadi ksatria yang pantang mundur di atas panggung!

Masri Sareb Putra

Pontianak pada pagi berkabut, 21 September 2026.
Based on a true story seperti dikisahkan Bang Maliki kepadaku dan yang kualami pula.

0 Comments

Type above and press Enter to search.