Teringat Benny Nungkat yang tak Ingin Menyendiri - Kisah Kasih di Sekolah Nyarumkop (92)

 

Benny Nungkat, Edy Silitonga KW-2 yang tak mungkin hidup menyendiri. Dok. Rosalia N.

Malam kian merayap tua, namun kelopak mata ini enggan terpejam. Di tengah keheningan yang mencekam, dadaku mendadak sesak oleh gelombang kerinduan yang teramat hebat. Kerinduan pada sesosok pria yang usianya terpaut dua atau tiga tahun di atasku, namun sudah bagai saudara-tua: Benny Nungkat. 

Dengan tangan yang gemetar dan pandangan yang mulai kabur oleh air mata, aku meraih ponsel di atas meja. Jemariku mengetik sebaris pesan singkat lewat WhatsApp kepada Rosalia Nungkat. "Dek, minta foto Benny. Saya kangen sekali dan mau nulis tentangnya..."

Rosa adalah saksi dari jalinan persaudaraan kami yang teramat suci. Ia bukan hanya adik, melainkan wanita berhati emas yang menjadi walibaptis bagi anak laki-lakiku, Rio di Paroki Tebet pada tahun 1993 silam. Memikirkan Rosa membuat pertahanan hatiku runtuh. Air mata mulai menetes satu demi satu, membawa kembali seluruh aroma masa lalu yang kini terasa teramat jauh dan tak mungkin kembali.

Baca Buih-Buih Tepian Sungai Sekabu - Kisah Kasih di Sekolah Nyarumkop (91)

Bayangan Benny mendadak hadir begitu nyata, seolah ia sedang berdiri di depanku. Oh, Benny... pemuda jenius yang memiliki pita suara titipan Tuhan. Suaranya teramat mirip dengan mendiang Edy Silitonga. Jiwa seninya pernah memukau panggung saat ia manggung di Tainam, hingga suaranya yang menggetarkan sukma menggema di tanah Nyarumkop. Namun, yang paling merobek sanubariku adalah kenangan di Wisma Widya. 

Melalui pengeras suara, alunannya selalu sampai ke telinga kami, merayap lirih memecah sunyi malam menjelang kami tidur. Di dalam kegelapan asrama, kami para anak rantau sering kali terdiam, menahan napas dengan dada yang ngilu, menangis diam-diam dalam selimut mendengar senandungnya:

Kini kusadari sendiri
Tak mungkin hidup menyendiri
Tanpa teman pendamping hidupku ini
Tempat curahan keluhan hati...

Keluarga Nungkat sudah bukan lagi sekadar sahabat; mereka adalah darah, mereka adalah pelindung hatiku. Dahulu kala, Bang Maliki yang mengawali langkah, memperkenalkanku pada keluarga yang kudus dan penuh kasih itu.

Beberapa waktu lalu. Pada momen Reuni 110 Tahun PKN 4-6 September 2026. Aku melangkah pulang dengan langkah berat dan hati yang hancur. Aku ingin melepas rindu yang telah mengkristal bertahun-tahun. Kujelajahi kembali sudut-sudut rumah penuh kenangan itu. Kakiku juga melangkah lemas mengunjungi rumah Tres dan Willy di daerah Eria.

Baca Pak Slamet: Butuh Jawa Beda dengan Butuh Dayak yang Bikin Kelas Grrr - Kisah Kasih di Sekolah Nyarumkop (90)

Di sana, di setiap sudut ruangan, aku seperti masih melihat bayangan Benny yang tersenyum jenaka, seolah dia berkata bahwa semua baik-baik saja.

Namun, kenyataan menghantamku dengan begitu kejam di kesunyian malam ini. Benny telah tiada.

Dia telah mendahului kita semua, pergi ke tempat yang tak mungkin lagi bisa kujangkau dengan jemari ini. Suara emas itu telah senyap dari dunia. Tangisku akhirnya pecah seketika, meledak dalam kesendirian malam, membasahi layar ponsel yang masih menunggu balasan foto dari Rosa. Dada ini sesak, tersedak oleh rasa kehilangan yang teramat dalam.

Ah, aku ingat Bang Benny! Sendirikah dia di sana? Benny sudah di keabadian, dua tahun silam.

Di keabadian yang dingin dan tak bertepi itu, apakah dia kesepian? Apakah dia sedang menatap kita dengan tatapan rindu yang sama hancurnya? Apakah seperti lagu yang selalu ia bawa melalui pengeras suara Wisma Widya dulu: ia sebenarnya teramat takut dan tak ingin hidup menyendiri?

Di balik tangis yang membakar dada ini. Aku ingin berbisik pada angin malam: Bang Benny, kamu tidak pernah menyendiri di sana.

Raga boleh hancur jadi debu, tetapi kenangan tentangmu menolak untuk mati. Senandungmu akan selalu abadi, menggema pelan merobek sunyi dan sujud rinduku yang paling terluka.

Selamat jalan, Bang Benny...
Maafkan aku yang terlambat merindukanmu!

Masri Sareb Putra
Based on a true story.
Kelam yang membenamkan malam, 3 Oktober 2026.

0 Comments

Type above and press Enter to search.