Iban Dream dan Persemakmuran Koperasi: Sebuah Proposal Jelang Iban Summit III di Sekadau 13-16 Mei 2026
The Iban Dream, if carried forward together as a movement, will come true. Ist.
Oleh Munaldus
Gerakan Koperasi Mondragon dan iCOOP Korea adalah contoh Persemakmuran Koperasi. Apakah bisa di-ATM-kan oleh Gerakan Keling Kumang (GKK)? Sebuuah proposal jelang Iban Summit III di Sekadau 13-16 Mei 2026 yang perlu dkaji saksama dalam tempo sesingkat-singatnya.
Persemakmuran koperasi menjadi kunci kekuatan ekonomi bersama. Belajar dari Mondragon dan iCOOP Korea, GKK berpeluang membangun sistem koperasi terintegrasi berbasis solidaritas dan kemandirian.
Baca Jelang Hari Koperasi, Kardinal Ignasius Suharyo Terima Buku 100 Imajinasi Koperasi
Banyak koperasi tumbuh besar, anggotanya ratusan ribu, asetnya triliunan. Namun diam-diam, sebagian tetap berjalan sendiri-sendiri: tampak kuat di luar, tetapi rapuh di dalam. Penyebab utamanya sederhana: tidak ada sistem yang benar-benar mengikat mereka dalam satu kehidupan bersama.
"Persemakmuran Koperasi"
Di sinilah makna "Persemakmuran Koperasi" menjadi penting. Koperasi tidak lagi berdiri sendiri, melainkan menyatu dalam satu tubuh ekonomi yang saling menghidupi.
Kita bisa belajar dari Mondragon Corporation. Di sana, koperasi industri, perbankan, pendidikan, hingga ritel terhubung dalam satu sistem terpadu. Ini bukan sekadar kerja sama, melainkan ketergantungan yang sehat. Ketika satu koperasi goyah, yang lain menopang. Ketika satu tumbuh, yang lain ikut naik. Ini bukan jaringan biasa; ini adalah persemakmuran, sebuah “negara kecil” berbasis koperasi.
Baca Credit Union (CU) Lembaga sekaligus Literasi Keuangan Orang Dayak
Hal serupa terlihat pada iCOOP Korea. Berawal dari gerakan pangan sehat, mereka membangun rantai nilai lengkap: dari petani, produksi, distribusi, hingga konsumen. Konsumen menjadi pemilik. Produksi mengikuti nilai. Distribusi mengikuti kebutuhan. Ekonomi tetap berjalan, tetapi berakar kuat pada kehidupan.
Dua contoh ini menunjukkan satu hal penting: persemakmuran koperasi bukan soal jumlah, melainkan keterhubungan yang dalam dan bermakna.
Bagaimana Gerakan Keling Kumang
Lalu bagaimana dengan kita, khususnya Gerakan Keling Kumang (GKK)?
Sesungguhnya, GKK sudah berada di jalur yang tepat. Ada koperasi kredit sebagai fondasi. Ada koperasi sektor riil: pertanian, perdagangan, produksi. Ada lembaga pendidikan. Ada pula yayasan sosial. Ini bukan lagi satu koperasi, melainkan embrio sebuah sistem.
Baca Bank Dayak Itu Bernama Credit Union : Gairah Ekonomi Kerakyatan yang Membara di Kalimantan
Namun jujur saja, kondisi kita masih lebih menyerupai “hutan” daripada “tubuh”.
Setiap entitas masih kuat berjalan sendiri. Sinergi sudah ada, tetapi belum menjadi kebutuhan hidup. Rantai nilai belum sepenuhnya terhubung. Risiko belum sepenuhnya dibagi. Pasar belum sepenuhnya dimiliki bersama.
Padahal, untuk menjadi persemakmuran koperasi, GKK perlu melangkah lebih jauh.
Pertama, integrasi rantai nilai. Apa yang diproduksi koperasi sektor riil harus dikonsumsi oleh anggota koperasi kredit. Apa yang dibutuhkan anggota, harus disediakan oleh koperasi sendiri. Dari hulu ke hilir, jangan ada kebocoran keluar.
Kedua, membangun lembaga bersama yang kuat. Seperti Mondragon memiliki bank dan universitas, GKK perlu memperkuat pusat keuangan, distribusi, dan pendidikan sebagai tulang punggung bersama; bukan milik satu unit, tetapi milik seluruh gerakan.
Ketiga, mewujudkan solidaritas ekonomi yang nyata. Jika satu koperasi jatuh, yang lain tidak boleh diam. Harus ada mekanisme berbagi risiko dan penyelamatan bersama. Di sinilah persemakmuran diuji; bukan saat sukses, tetapi saat krisis.
Keempat, penyatuan visi dan ideologi. Tanpa roh yang sama, integrasi hanya akan menjadi proyek, bukan gerakan. Nilai-nilai koperasi, yaitu solidaritas, kemandirian, dan pendidikan, harus menjadi akar yang hidup.
Baca Belajar Jujur dan Amanah Mengelola Uang Anggota dari Credit Union
Bayangkan jika ini terwujud. Anggota tidak hanya menabung dan meminjam di koperasi kredit. Mereka juga berbelanja di koperasi, menjual hasil produksi ke koperasi, bekerja di koperasi, serta memperoleh pendidikan dari koperasi. Hidup mereka berada dalam satu lingkaran ekonomi yang saling menguatkan.
Itulah persemakmuran!
Mondragon membuktikan, Gerakan Keling Kumang pun bisa
Mondragon telah membuktikan. iCOOP terus berkembang. GKK memiliki peluang besar untuk melompat ke arah yang sama.
Baca Dayak: Suku Bangsa Jujur dan Tepercaya
Pertanyaannya tinggal satu: apakah kita akan tetap menjadi kumpulan koperasi yang berjalan sendiri-sendiri, atau berani menjadi satu tubuh yang hidup bersama?
Karena masa depan koperasi tidak ditentukan oleh seberapa besar ia berdiri sendiri, tetapi oleh seberapa kuat ia hidup bersama.
Persemakmuran Koperasi Keling Kumang adalah kita. Itulah "Iban Dream."
Penulis salah satu penggagas dan pendiri CU Keling Kumang, ITKK, dan Iban Summit.
0 Comments