Cornelis Jadikan Reses sebagai Gerakan Membangun Generasi: Dari Cegah Kawin Muda hingga Edukasi Gizi Anak

Cornelis membangun Dayak melalui caranya. ist.
Cornelis membangun Dayak melalui caranya. ist.

Anggota Komisi XII DPR RI dari Daerah Pemilihan Kalimantan Barat I, Dr. (H.C.) Drs. Cornelis, M.H., menjadikan setiap kegiatan reses sebagai lebih dari sekadar forum menyerap aspirasi masyarakat.
Bagi Gubernur Kalimantan Barat dua periode (2008-2018), reses adalah kesempatan untuk menanamkan kesadaran bahwa masa depan daerah ditentukan oleh kualitas manusia yang dibangun sejak dini.

Baca Kain Tenun Masyarakat Ensaid Panyae, Sintang

Di setiap pertemuan dengan warga, Cornelis tidak hanya mendengarkan persoalan yang dihadapi masyarakat. Ia juga berbicara tentang keluarga, kesehatan, gizi, dan pendidikan. Menurutnya, pembangunan yang sesungguhnya dimulai dari rumah, ketika orang tua memahami cara membesarkan anak dengan baik dan mempersiapkan mereka menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Cornelis Mengajak Keluarga Memulai Perubahan dari Rumah

Dalam setiap kegiatan reses, Cornelis menyampaikan lima pesan yang selalu ia ulang kepada masyarakat. Pesan-pesan itu sederhana, tetapi menurutnya memiliki dampak besar bagi masa depan bangsa.

Ia mengingatkan generasi muda agar tidak menikah pada usia terlalu dini. Pernikahan yang matang, katanya, akan memberikan peluang lebih besar bagi lahirnya keluarga yang sehat dan sejahtera.

Baca Petrus Sabang Merah: Menjaga Martabat Dayak

Kepada para ibu hamil, Cornelis berpesan agar memperbanyak konsumsi makanan bergizi, terutama yang mengandung protein. Masa kehamilan merupakan periode penting bagi pembentukan otak dan pertumbuhan janin.

Ia juga mengajak para ibu memberikan air susu ibu (ASI) kepada bayi. Menurut Cornelis, ASI merupakan makanan terbaik yang disediakan alam bagi anak pada awal kehidupannya.

Perhatian berikutnya ditujukan kepada keluarga yang memiliki anak di bawah usia lima tahun. Cornelis meminta para orang tua memastikan balita memperoleh makanan bergizi setiap hari agar tumbuh sehat, terhindar dari stunting, dan memiliki kemampuan belajar yang optimal.

Cornelis juga mengingatkan masyarakat yang berusia 50 tahun ke atas agar menjaga kesehatan. Orang tua yang sehat, menurutnya, akan menjadi penyangga keluarga sekaligus teladan bagi anak-anak dan cucunya.

"Anak-anak harus diurus dengan baik. Beri mereka makanan bergizi agar tumbuh menjadi manusia yang cerdas dan pintar. Setelah itu, sekolahkan mereka setinggi-tingginya," ujar Cornelis.

Cornelis Membagikan Telur dan Minyak Goreng sebagai Edukasi Gizi

Bagi Cornelis, edukasi akan lebih bermakna apabila disertai contoh yang dapat langsung dipraktikkan. Karena itu, seusai kegiatan reses, para peserta menerima telur dan minyak goreng.

Baca Dayak Today

Menurut Cornelis, bantuan tersebut bukan sekadar bingkisan, melainkan media edukasi mengenai kebutuhan gizi keluarga. Telur dipilih karena merupakan sumber protein yang mudah diperoleh dan sangat baik untuk pertumbuhan anak. Sementara itu, minyak goreng menjadi sumber lemak yang juga diperlukan tubuh dalam jumlah yang cukup.

Ia bahkan memberikan contoh menu sederhana yang bisa disiapkan oleh setiap keluarga.

"Bubur untuk anak-anak bisa dicampur telur dan sedikit minyak goreng. Nilai gizinya akan lebih baik untuk mendukung pertumbuhan mereka," kata Cornelis.

Melalui cara yang sederhana itu, Cornelis ingin menunjukkan bahwa upaya mencegah stunting tidak selalu membutuhkan makanan mahal. Yang terpenting adalah pemahaman keluarga mengenai kebutuhan gizi anak dan kemauan untuk menerapkannya secara konsisten.

Cornelis Menempatkan Pendidikan sebagai Tujuan Akhir

Bagi Cornelis, pemenuhan gizi bukanlah tujuan akhir. Semua itu merupakan fondasi agar anak-anak mampu belajar dengan baik dan memperoleh pendidikan setinggi mungkin.

Ia meyakini bahwa kecerdasan tidak lahir secara kebetulan. Kecerdasan dibentuk melalui perhatian sejak masa kehamilan, pemenuhan gizi pada masa pertumbuhan, pola asuh yang baik, dan kesempatan memperoleh pendidikan.

Baca Long Midang: Garuda di Dada. Malaysia di Perut

Karena itu, setiap kali bertemu masyarakat, Cornelis selalu mengingatkan para orang tua agar tidak berhenti pada urusan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka juga harus memikirkan masa depan anak-anaknya.

"Pendidikan adalah jalan terbaik untuk mengubah kehidupan. Anak-anak harus diberi kesempatan sekolah setinggi-tingginya agar mampu mengangkat martabat keluarganya," tuturnya.

Cornelis Memimpikan Generasi Dayak yang Cerdas, Pintar, dan Berani

Di balik seluruh pesan yang disampaikannya, Cornelis menyimpan sebuah cita-cita besar. Ia ingin melihat lahirnya generasi Dayak yang memiliki kecerdasan, keberanian, dan kemampuan bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

"Cita-cita saya sederhana. Orang Dayak harus menjadi cerdas, pintar, dan berani. Karena itu saya selalu mengingatkan para ibu agar mengurus anak-anak dengan baik sejak mereka masih kecil," tegas Cornelis.

Menurut Cornelis, pembangunan manusia tidak bisa dilakukan secara instan. Ia harus dimulai dari keluarga, diperkuat melalui pemenuhan gizi, kemudian dilanjutkan dengan pendidikan yang berkualitas. Itulah sebabnya, setiap masa reses ia memilih membawa pesan yang sama kepada masyarakat. 

Baca Cornelis Dipercaya Masuk Panja Kawal Pembahasan RUU Pertanggungjawaban APBN 2025 di DPR RI

Bagi Cornelis, aspirasi tidak hanya berkaitan dengan jalan, jembatan, atau infrastruktur, tetapi juga menyangkut masa depan anak-anak yang kelak akan menentukan arah pembangunan Kalimantan Barat.

Melalui pendekatan itu, Cornelis berharap reses tidak hanya menghasilkan daftar usulan pembangunan, tetapi juga melahirkan kesadaran kolektif bahwa investasi terbesar sebuah bangsa adalah manusianya. Dari keluarga yang sehat akan lahir generasi yang sehat. 

Dari anak-anak yang bergizi akan tumbuh generasi yang cerdas. Dan dari generasi yang cerdas akan lahir masa depan Kalimantan Barat yang lebih kuat. (X-5)

0 Comments

Type above and press Enter to search.