Petrus Sabang Merah: Menjaga Martabat Dayak
| Petrus Sabang Merah. Kredit foto FB. |
Petrus Sabang Merah, yang bernama asli Petrus Natalis merupakan salah satu figur muda Dayak yang menonjol dalam dinamika organisasi kemasyarakatan di Kalimantan.Nama Petrus Sabang Merah semakin dikenal melalui aktivitas advokasi, penguatan identitas budaya, serta upaya membangun komunikasi antara masyarakat adat, pemerintah, dan berbagai elemen masyarakat.
Baca Lewi G. Paru Penjaga Paru-paru Krayan
Meski informasi mengenai kehidupan awal, keluarga, maupun riwayat pendidikan formalnya belum banyak dipublikasikan, kiprah Petrus memperlihatkan kedekatannya dengan masyarakat akar rumput. Ia tumbuh sebagai sosok yang aktif membangun jejaring dengan tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, kalangan pemuda, hingga institusi pemerintahan.
Di era digital, Petrus juga memanfaatkan media sosial sebagai ruang menyampaikan pandangan mengenai isu-isu masyarakat adat, pelestarian budaya Dayak, serta pentingnya menjaga persatuan dan kedamaian di Kalimantan. Kehadirannya di ruang publik digital menjadikannya salah satu tokoh muda yang cukup berpengaruh di kalangan generasi Dayak.
Memimpin Sabang Merah Borneo
Nama Petrus Sabang Merah semakin dikenal ketika dipercaya menjadi Mangku TBBR Kabupaten Sintang. Pengalaman tersebut memperluas perannya dalam kehidupan sosial masyarakat sekaligus memperkokoh komitmennya memperjuangkan aspirasi masyarakat adat.
Baca Apai Janggut Pilih Aren bukan Sawit
Tonggak penting perjalanan organisasinya terjadi ketika ia memimpin deklarasi Organisasi Masyarakat Dayak Sabang Merah Borneo (SMB) di Sintang, Kalimantan Barat, pada 2 November 2024. Sebagai Ketua Umum, Petrus mengarahkan SMB menjadi wadah yang menghimpun berbagai elemen masyarakat Dayak untuk memperkuat persatuan, melestarikan adat, dan berkontribusi terhadap pembangunan Kalimantan.
Di bawah kepemimpinannya, SMB menempatkan musyawarah sebagai prinsip utama pengambilan keputusan. Nilai tersebut diinspirasi oleh filosofi Rumah Panjang, yang memandang kehidupan bersama sebagai ruang untuk saling menghormati, berbagi tanggung jawab, dan menyelesaikan persoalan melalui dialog. Dengan pendekatan itu, organisasi berupaya memastikan setiap keputusan lahir dari kesepakatan bersama, bukan kepentingan perseorangan.
Menyuarakan Kepentingan Masyarakat Adat
Sebagai tokoh masyarakat adat, Petrus aktif menyampaikan pandangan mengenai perlindungan hak-hak masyarakat adat, pengelolaan sumber daya alam, pelestarian lingkungan, dan arah pembangunan Kalimantan. Menurutnya, pembangunan semestinya memberi ruang yang adil bagi masyarakat adat sebagai bagian yang telah lama menjaga hutan, sungai, dan ekosistem Pulau Kalimantan.
Baca Djamin Johanes: Kalpataru untuk Kayu Belian
Salah satu isu yang mendapat perhatian publik adalah sikapnya terhadap kebijakan transmigrasi. Bersama organisasi yang dipimpinnya, Petrus menyampaikan penolakan terhadap program transmigrasi dari luar Kalimantan apabila dinilai berpotensi menimbulkan persoalan sosial atau mengurangi ruang hidup masyarakat lokal. Di sisi lain, ia menyatakan dukungan terhadap transmigrasi lokal yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan. Sikap tersebut menunjukkan penekanannya pada perlindungan hak masyarakat lokal dalam kerangka pembangunan yang berkeadilan.
Selain isu kebijakan, Petrus juga kerap mengawal persoalan hukum yang menyangkut kepentingan masyarakat. Ia mengajak masyarakat untuk mengawasi proses penegakan hukum agar berlangsung secara transparan, profesional, dan adil, seraya mendorong penyelesaian berbagai persoalan melalui jalur hukum dan dialog.
Membangun Kolaborasi untuk Kepentingan Publik
Aktivitas Petrus tidak terbatas pada isu adat. Ia juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai lembaga, termasuk bekerja sama dengan Jasa Raharja dalam kampanye keselamatan berlalu lintas untuk menekan angka fatalitas kecelakaan. Langkah tersebut menunjukkan bahwa organisasi masyarakat adat dapat mengambil bagian dalam isu-isu kemanusiaan yang lebih luas.
Sebagai pimpinan organisasi, Petrus juga aktif membangun komunikasi dengan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Berbagai pertemuan dimanfaatkannya untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Kalimantan Barat dan masyarakat adat Dayak melalui pendekatan dialog yang terbuka dan konstruktif.
Baca Damang Batu yang Otentik dengan Kaki Bertumpu pada Cucu
Di luar aktivitas organisasi, Petrus konsisten mengampanyekan pentingnya toleransi antarumat beragama dan menjaga kerukunan sosial. Dalam berbagai kesempatan, ia mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang berpotensi memecah persatuan. Baginya, keberagaman merupakan kekuatan yang harus terus dirawat.
Melalui media sosial, ia juga menyampaikan pesan-pesan kebangsaan, pelestarian budaya Dayak, serta pentingnya menjaga harmoni sosial. Pemanfaatan platform digital tersebut menjadi salah satu cara memperkenalkan nilai-nilai budaya Dayak kepada generasi muda sekaligus memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat.
Inspirasi bagi Generasi Muda Dayak
Perjalanan Petrus Sabang Merah menunjukkan bahwa kepemimpinan lahir bukan semata-mata dari jabatan, tetapi juga dari konsistensi memperjuangkan kepentingan masyarakat dan kemampuan membangun komunikasi dengan berbagai pihak. Ia tampil sebagai salah satu representasi generasi muda Dayak yang berupaya menjembatani kepentingan masyarakat adat dengan dinamika pemerintahan dan pembangunan.
Komitmennya terhadap musyawarah, dialog, dan kolaborasi memperlihatkan bahwa penyampaian aspirasi dapat dilakukan secara terbuka tanpa meninggalkan semangat persatuan. Pada saat yang sama, ia menegaskan bahwa identitas budaya Dayak dapat menjadi fondasi moral dalam menghadapi perubahan zaman, termasuk di era digital.
Bagi banyak anak muda Dayak, kiprah Petrus menjadi contoh bahwa pelestarian budaya tidak bertentangan dengan modernitas. Justru melalui pemanfaatan teknologi dan media sosial, nilai-nilai adat dapat diperkenalkan lebih luas, memperkuat identitas, sekaligus membangun kontribusi positif bagi masyarakat.
Baca Ruben: That’s My Dad! From Drunkard to Parish Leader and Always the Father I Love
Dengan semangat menjaga martabat masyarakat adat, memperkuat persatuan, dan merawat kedamaian Kalimantan, Petrus Sabang Merah menjadi salah satu tokoh muda yang mewarnai perjalanan organisasi kemasyarakatan Dayak pada era kontemporer.
Periset dan penulis │ Masri Sareb Putra
0 Comments