Pelanjau, Almond Dayak yang Tumbuh Liar dan Subur di Hutan Borneo

Pelanjau, Almond Dayak
Pelanjau, almond dayak. Dokpri.

Pelanjau, dikenal sebagai almond Dayak, tumbuh liar di tepian sungai di Sosok, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. 

Biji gurih pelanjau merupakan warisan pangan hutan Borneo yang kaya gizi, sarat kearifan lokal, dan masih belum banyak dikenal masyarakat luas.

Pelanjau, Hadiah dari Tepian Sungai

Di Sosok, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, terdapat sejenis kacang hutan yang oleh masyarakat Dayak disebut "pelanjau".

Baca Petrus Gunarso Mohon Izin dan Restu Membangun Rumah Buku Dayak di Yogyakarta

Pohon pelanjau tumbuh liar di sepanjang tepian sungai, menjulang tinggi di antara rimbunnya vegetasi hutan tanpa pernah ditanam atau dirawat secara khusus. 

Proses mengolah pelanjau.
Proses mengolah pelanjau.Dokpri.

Ketika musim berbuah tiba, alam seolah melakukan panennya sendiri. Buah-buah yang telah matang berguguran ke tanah, menunggu dipungut oleh mereka yang mengenal pohon ini sejak turun-temurun.

Mengapa Disebut Almond Dayak?

"Inilah almond Dayak," ujar Iin, perempuan dari keluarga Hakka yang telah lama menetap di Sosok. Sebutan itu bukan nama ilmiah, melainkan cara sederhana untuk memperkenalkan pelanjau kepada orang yang belum pernah melihatnya. 

Baca Rumah Betang "Piri Juru" Jadi Simbol Persatuan Dayak di Kecamatan Bonti

Kulit buah yang halus harus dikupas lebih dahulu, kemudian cangkangnya dipecahkan hingga tampak inti bijinya.

Almond dayak yang siap-santap: gurih, peris, khas Borneo.
Almond dayak yang siap-santap: gurih, peris, khas Borneo.

Cita rasa almond dayak gurih dengan sedikit sentuhan sepat yang khas, menghadirkan pengalaman yang mengingatkan pada almond, tetapi dengan karakter rasa yang lahir dari hutan hujan Borneo.

Pangan Hutan yang Menunggu Dikenal Dunia

Biji pelanjau dapat langsung dimakan setelah dikeluarkan dari cangkangnya. Namun, masyarakat Dayak lebih sering menggorengnya tanpa minyak hingga kering sehingga aromanya semakin harum dan teksturnya berubah renyah. 

Baca Mengapa Orang Dayak Harus Menulis Sejarah Tanahnya Sendiri?

Di balik kesederhanaannya, pelanjau menyimpan kisah tentang kekayaan hayati dan pengetahuan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi. 

Telah saatnya dunia mengenal pelanjau bukan sebatas sebagai "almond Dayak" saja. Lebih dari itu, almond dayak itu sebagai salah satu identitas pangan asli Borneo yang layak mendapat tempat di panggung internasional.

Penulis dan peneliti: Masri Sareb Putra

0 Comments

Type above and press Enter to search.