Karolin, Bupati Landak, Raih Penghargaan ASEAN untuk Listrik Desa
![]() |
| Capaian Bupati Landak, capaian seluruh warga. Ist. |
Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, meraih ASEAN Energy Awards 2026 di Filipina pada 7 Oktober 2026 atas keberhasilan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Tenguwe. Pembangkit yang memanfaatkan aliran Sungai Pade ini meraih penghargaan kategori National Strategic Excellence.
Untuk diketahui bahwa PLTMH Tenguwe memasok listrik 24 jam bagi 617 rumah di sembilan dusun di pedalaman Landak, Kalimantan Barat.
Sungai menjadi sumber Listrik Desa
PLTMH Tenguwe pertama kali dibangun pada 2015 dengan kapasitas 50 kilowatt. Namun, banjir bandang pada 2019 menyebabkan pembangkit ini mengalami kerusakan berat.
Baca Nunquam cum Porco Conluctare | Pesan Kebijaksanaan yang Halus namun Menghujam
Karolin kemudian mendorong pembangunan kembali pembangkit tersebut melalui koordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pada 2024–2025, kapasitasnya dikembangkan menjadi 200 kilowatt di kawasan Air Terjun Stiin atau Sungai Pade.
Kini, PLTMH Tenguwe mampu menyediakan listrik selama 24 jam bagi 617 rumah yang tersebar di sembilan dusun. Warga dapat menggunakan listrik untuk menerangi rumah, belajar pada malam hari, dan menjalankan berbagai kegiatan sehari-hari.
Warga merawat pembangkit listrik
Keberhasilan PLTMH Tenguwe tidak hanya bergantung pada mesin dan aliran air. Warga juga ikut menjaga agar pembangkit tetap berfungsi. Melalui BUMDes Maju Bersama, masyarakat terlibat dalam pengoperasian, perawatan, dan pengawasan pembangkit listrik.
Warga membantu merawat turbin, membersihkan endapan sungai, serta menjaga jaringan listrik. Mereka juga melindungi hutan dan lingkungan di sekitar Sungai Pade karena air sungai menjadi sumber tenaga pembangkit.
Baca Oevaang Oeray, Anak Seminari dengan Jurus-Rahasia Surat-surat Politiknya | Kisah Kasih di Sekolah Nyarumkop (115)
Dengan cara ini, warga tidak hanya menggunakan listrik, tetapi juga bertanggung jawab menjaga keberlanjutannya. Karolin menegaskan bahwa masyarakat pedalaman harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk menikmati listrik.
“Listrik bukan lagi sekadar penerang di malam hari, melainkan penggerak kesejahteraan,” ujar Karolin.
Listrik menngungkit ekonomi dan menjaga lingkungan
Kehadiran PLTMH Tenguwe membantu kegiatan ekonomi warga. Listrik dapat digunakan untuk menggiling padi, menjalankan usaha kerajinan, menyimpan bahan makanan dalam pendingin, serta mendukung kegiatan belajar dan pelayanan masyarakat.
Menurut data dalam laporan tersebut, penggunaan tenaga air diperkirakan mengurangi pemakaian solar hingga 68.036 liter per tahun dan menekan emisi gas rumah kaca sekitar 183,7 ton setara karbon dioksida setiap tahun.
Baca Gunung Poteng dan Rahasia Sunyi di Puncak Langit - Kisah Kasih di Sekolah Nyarumkop (113)
Biaya energi masyarakat juga diperkirakan turun dari sekitar 80.000 dolar AS menjadi 31.000 dolar AS per tahun. Penghematan sekitar 49.000 dolar AS, setara Rp750 juta hingga Rp800 juta, dapat membantu warga mengurangi pengeluaran untuk energi.
Penghargaan ASEAN Energy Awards 2026 menjadi pengakuan atas pengembangan energi bersih berbasis masyarakat di Landak. Keberhasilan PLTMH Tenguwe menunjukkan bahwa kerja sama pemerintah dan warga dapat menghadirkan listrik sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan menjaga lingkungan. (X-5).

0 Comments