Budi Assa, General Manager CU Pancur Kasih, Dilantik untuk Periode Kedua 2026–2030
| Credit Union Pancur Kasih (CUPK) resmi melantik General Manager, Januarto Budi Assa, S.T., M.M untuk periode kedua 2026–2030. Kredit gambar: CU PK. Oleh Masri Sareb Putra |
CU Pancur Kasih Lantik General Manager Periode Kedua 2026–2030. Suksesi kepemimpinan yang jelas dan berkelanjutan menjaga marwah dan kepercayaan anggota.
KUBU RAYA dayaktoday.com— Credit Union Pancur Kasih (CUPK) resmi melantik General Manager, Januarto Budi Assa, S.T., M.M untuk periode kedua 2026–2030 sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan kepemimpinan dan memperkuat tata kelola organisasi.
Baca Credit Union (CU) Lembaga sekaligus Literasi Keuangan Orang Dayak
Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi lembaga keuangan berbasis anggota ini dalam melanjutkan pelayanan serta memperkuat semangat kebersamaan di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.
Keputusan melanjutkan kepemimpinan General Manager untuk periode kedua diambil setelah melalui proses internal organisasi.
CUPK menjaga kesinambungan kepemimpinan. Suksesi yang jelas dan mantap diperlukan untuk menjaga stabilitas manajemen, memperkuat kualitas layanan kepada anggota, serta memastikan program strategis lembaga berjalan secara berkelanjutan.
Keberlanjutan Kepemimpinan Organisasi
Pelantikan ini menandai komitmen CUPK untuk mempertahankan arah kepemimpinan yang dinilai mampu membawa organisasi tetap tumbuh dan adaptif.
Baca Belajar Jujur dan Amanah Mengelola Uang Anggota dari Credit Union
Dalam struktur lembaga koperasi modern seperti credit union, posisi General Manager berperan penting sebagai pengelola operasional yang memastikan kebijakan strategis organisasi dapat dijalankan secara efektif.
CUPK menilai bahwa kesinambungan kepemimpinan menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi program pengembangan anggota, pelayanan keuangan, serta penguatan kelembagaan. Dengan kepemimpinan yang berkelanjutan, organisasi diharapkan dapat lebih fokus menjalankan visi jangka panjang serta memperkuat kepercayaan anggota.
Selain itu, keberlanjutan kepemimpinan juga dinilai penting dalam menjaga stabilitas manajemen organisasi, terutama dalam menghadapi perubahan ekonomi, digitalisasi layanan keuangan, serta tuntutan peningkatan profesionalitas lembaga keuangan berbasis koperasi.
Penyesuaian Struktur untuk Adaptasi Organisasi
Seiring dengan pelantikan tersebut, CUPK juga melakukan sejumlah penyesuaian struktural internal. Penyesuaian ini bertujuan meningkatkan efektivitas kerja organisasi sekaligus memperkuat koordinasi antarbagian dalam menjalankan berbagai program pelayanan anggota.
Baca juga Bank Dayak Itu Bernama Credit Union : Gairah Ekonomi Kerakyatan yang Membara di Kalimantan
Langkah penataan struktur ini merupakan bagian dari strategi adaptasi organisasi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak lembaga credit union di Indonesia melakukan modernisasi sistem manajemen, penguatan tata kelola, serta peningkatan kualitas layanan berbasis teknologi.
CUPK menegaskan bahwa penyesuaian internal tersebut tidak mengubah komitmen dasar lembaga. Fokus utama organisasi tetap pada pelayanan kepada anggota serta upaya memperkuat kesejahteraan komunitas melalui sistem keuangan koperasi yang berkelanjutan.
Kberlanjutan CU Pancur Kasih terjadi pada pertumbuhan dan perkebangan dari waktu ke waktu. Tonggak akselerasi terjadi tahun 1987, CU Pancur Kasih menunjukkan perkembangan pesat. Aset meningkat menjadi Rp2.657.700,-, dengan 82 anggota, 29 peminjam, dan jumlah pinjaman Rp2.548.600,-.
Dua dekade kemudian, pertumbuhan CU Pancur Kasih semakin luar biasa:
Februari 2010: Aset mencapai Rp755.127.610.522,-, dengan 81.339 anggota.
Mei 2012: Total aset melonjak menjadi Rp1.200.426.363.608,-, SHU mencapai Rp727.799.098,-, dan jumlah anggota bertambah menjadi 106.008 orang.
Dari Gerakan Kecil Menjadi Kekuatan Ekonomi
Kini, CU Pancur Kasih tidak lagi sekadar wadah saling membantu dalam skala kecil. Ia telah tumbuh menjadi salah satu Credit Union terbesar di Indonesia, mengakar kuat dalam nilai solidaritas, keadilan, dan kemandirian ekonomi anggota.
Sejarah ini menjadi bukti nyata bahwa ketika masyarakat bersatu, perubahan besar dapat terwujud.CU Pancur Kasih: Dari Modal Kecil Rp167 Ribu Menjadi Kekuatan Ekonomi Rp4,7 Triliun dalam Tiga Dekade
Pontianak menjadi punctum initii bagi Credit Union (CU) Pancur Kasih yang dimotori oleh A.R. MECER. Tak syak lagi, dalam biografi ini peranan dan sejarah itu dapat ditelusuri dengan sungguh dan jujur.
Biji sesawi gerakan ekonomi kerakyatan itu kini dikenal sebagai Koperasi Simpan Pinjam (KSP) CU Pancur Kasih. Menjadi pohon tinggi besar dengan buah berlimpah. Salah satu bukti nyata keberhasilan gerakan ekonomi berbasis solidaritas di Indonesia.
Didirikan pada 28 Mei 1987 di Kalimantan Barat dengan modal awal sangat terbatas hanya Rp167.000 dan 61 anggota, lembaga ini menunjukkan pertumbuhan luar biasa dalam waktu singkat.
Hanya empat bulan setelah berdiri, hingga akhir 1987, aset CU Pancur Kasih telah meningkat menjadi Rp2.657.700 dengan 82 anggota dan pinjaman beredar Rp2.548.600. Perkembangan ini terus berlanjut secara konsisten.
Dua dekade kemudian, pada Februari 2010, aset melonjak drastis mencapai Rp755.127.610.522 dengan jumlah anggota 81.339 orang.Baca Dayak: Suku Bangsa Jujur dan Tepercaya
Puncak pertumbuhan terlihat pada Mei 2012, ketika total aset menembus Rp1.200.426.363.608, Sisa Hasil Usaha (SHU) Rp727.799.098, dan keanggotaan bertambah menjadi 106.008 orang. Transformasi ini menjadikan CU Pancur Kasih bukan lagi sekadar wadah saling bantu skala kecil, melainkan salah satu credit union terbesar di Tanah Air.
Hingga tahun buku 2025, capaian semakin mengesankan. CU Pancur Kasih mencatat 241.308 anggota dengan total aset mencapai Rp4,7 triliun. Pertumbuhan ini didorong partisipasi aktif anggota, penguatan layanan digital seperti KasihPay dan Repoo, serta komitmen pada prinsip kemandirian ekonomi.
Pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-38 baru-baru ini di Pontianak, lembaga ini menetapkan target aset Rp4,7 triliun untuk tahun buku 2026, dengan penekanan pada sinergisitas dan akselerasi pertumbuhan.
Pada kertika ini CU Pancur Kasih memiliki 239.247 anggota, 63 tempat pelayanan, serta 32 produk dan layanan yang terus dikembangkan.
Sejarah CU Pancur Kasih menjadi inspirasi bahwa ketika masyarakat bersatu dalam nilai solidaritas, keadilan, dan kemandirian, perubahan besar dapat terwujud.
Dari gerakan kecil di Pontianak, kini ia mengakar kuat sebagai kekuatan ekonomi rakyat yang berkelanjutan, membuktikan potensi koperasi dalam mendorong kesejahteraan bersama.
Komitmen Melayani dan Bertumbuh Bersama Anggota
Sebagai lembaga keuangan yang berlandaskan prinsip koperasi, CUPK menempatkan anggota sebagai pusat seluruh aktivitas organisasi.
Oleh karena itu, setiap kebijakan strategis selalu diarahkan untuk memperkuat kesejahteraan anggota sekaligus menjaga keberlanjutan lembaga.
Baca CU Banuri Harapan Kita dan Literasi Keuangan Masyarakat Lokal (Dayak dan Flores)
Melalui pelantikan kepemimpinan baru ini, CUPK kembali menegaskan komitmennya untuk terus melayani anggota secara profesional dan transparan.
Semangat kebersamaan yang menjadi fondasi gerakan credit union diharapkan tetap menjadi kekuatan utama organisasi.
Moto pelayanan yang terus dipegang CUPK adalah tetap melayani dan tetap bertumbuh bersama anggota.
Prinsip tersebut mencerminkan semangat solidaritas ekonomi yang telah menjadi identitas gerakan credit union di berbagai daerah di Indonesia.
Suksesi kepemimpinan berkelanjutan
Dengan kepemimpinan yang berkelanjutan, penyesuaian struktur organisasi, serta komitmen pelayanan kepada anggota, CUPK optimistis dapat terus berkembang sebagai lembaga keuangan komunitas yang kuat dan terpercaya.
Baca Kepercayaan adalah Modal Dasar Credit Union
Informasi lengkap mengenai pelantikan General Manager dan berbagai program terbaru CUPK dapat diakses melalui situs resmi organisasi.
Kunjungi situs CU Pancur Kasih CU Pancur Kasih
0 Comments