Angeline Fremalco: Politisi Dayak, Pemimpin Perempuan, dan Penggerak Pelayanan Sosial

Angeline Fremalco
Angeline Fremalco. Kredit gambar: https://goodkind.id/profil/angeline-fremalco-sh-mh

Angeline Fremalco, S.H., M.H. adalah politisi Dayak, anggota DPRD Kalbar, pemimpin organisasi, dan inspirasi perempuan muda dalam pelayanan, politik, dan pemberdayaan masyarakat.

Kehidupan Awal

Angeline Fremalco, S.H., M.H., yang akrab disapa Angel, lahir di Mandor, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, pada 17 September 1983. Ia tumbuh dalam keluarga Dayak yang menjunjung tinggi nilai pendidikan, pelayanan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Baca Hetty Kus Endang: Menganyam Warisan Dayak melalui Kain Pantang dan Pemberdayaan Perempuan

Ayahnya adalah Dr. (H.C.) Drs. Cornelis, M.H., Gubernur Kalimantan Barat periode 2008–2018, sedangkan kakak kandungnya, dr. Karolin Margret Natasa, pernah menjabat Bupati Landak. Lingkungan keluarga tersebut membentuk watak Angel sebagai pribadi yang akrab dengan kehidupan masyarakat, pemerintahan, dan dinamika pembangunan daerah sejak usia muda.

Dalam kehidupan pribadinya, Angel menikah dengan Fransiskus Diaan, S.H., yang menjabat Bupati Kapuas Hulu periode 2021–2024. Sebagai ibu dari dua orang anak, ia menunjukkan bahwa kehidupan keluarga dan pengabdian publik dapat berjalan beriringan. Baginya, keluarga merupakan sekolah pertama untuk menanamkan nilai tanggung jawab, sedangkan pelayanan kepada masyarakat merupakan panggilan hidup yang harus dijalankan dengan penuh integritas.

Pendidikan

Perjalanan pendidikan Angel berlangsung secara bertahap dan konsisten. Ia menamatkan pendidikan dasar di SD Negeri 01 Menjalin pada 1995, kemudian melanjutkan ke SMP Katolik Gembala Baik Pontianak dan lulus pada 1998. Pendidikan menengah diselesaikannya di SMA Negeri 1 Pontianak pada 2001.

Baca Nicholas anak Gani: Arkeolog Dayak di Pentas Dunia

Minatnya pada bidang hukum membawanya menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura, Pontianak. Pada 2005 ia meraih gelar Sarjana Hukum (S.H.). Semangat belajar tidak berhenti sampai di sana. Ia kemudian melanjutkan pendidikan pascasarjana hingga memperoleh gelar Magister Hukum (M.H.), yang semakin memperkuat kompetensinya dalam bidang legislasi, tata pemerintahan, serta kebijakan publik.

Profesi dan Keahlian

Karier Angel berkembang melalui jalur politik, organisasi, dan pelayanan sosial. Pada Pemilu Legislatif 2019, ia terpilih menjadi Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat dari Daerah Pemilihan Kalimantan Barat V melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan). Dengan perolehan 76.497 suara, ia menjadi calon legislatif dengan suara terbanyak di daerah pemilihannya. Kepercayaan masyarakat tersebut mengantarkannya menjabat Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Barat yang membidangi pemerintahan, hukum, dan kelembagaan.

Baca Lewi G. Paru Penjaga Paru-paru Krayan

Kepercayaan masyarakat kembali dibuktikan pada Pemilu 2024. Angel kembali terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat periode 2024–2029. Konsistensi dukungan tersebut menunjukkan bahwa kehadirannya sebagai wakil rakyat tidak hanya bertumpu pada popularitas, tetapi juga pada rekam jejak pelayanan dan kedekatannya dengan masyarakat.

Selain menjadi legislator, Angel aktif memimpin berbagai organisasi. Pada Musyawarah Komisariat Daerah IX tahun 2022, ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Komisariat Daerah Pemuda Katolik Kalimantan Barat periode 2022–2025. Di lingkungan partai, ia aktif sebagai pengurus DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat sekaligus Ketua Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan Kalbar. Di bidang adat, ia turut berkarya sebagai pengurus Dewan Adat Dayak Kalimantan Barat. Sementara dalam pemberdayaan masyarakat, ia dipercaya sebagai Ketua Kaukus Perempuan Katolik Indonesia, Ketua Perempuan Wirausaha, dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kapuas Hulu.

Keahliannya terletak pada kemampuan membangun komunikasi lintas kelompok, mengelola organisasi besar, memperjuangkan kebijakan publik, serta memberdayakan perempuan, pemuda, masyarakat adat, dan pelaku usaha kecil. Ia juga memanfaatkan media sosial sebagai ruang dialog dengan masyarakat, menyampaikan informasi kegiatan, serta membangun partisipasi publik secara terbuka.

Legasi, Motivasi, dan Inspirasi

Bagi Angel, kepemimpinan bukanlah soal jabatan, melainkan amanah untuk melayani. Ketika menerima mandat sebagai Ketua Pemuda Katolik Kalimantan Barat, ia menyebut kepemimpinan sebagai tongkat estafet perjuangan yang harus diteruskan dengan semangat pengabdian. 

Angel mengajak seluruh kader untuk mewujudkan iman melalui tindakan nyata, seraya mengutip pesan Kitab Suci, "Iman tanpa perbuatan pada hakikatnya adalah mati." Prinsip inilah yang menjadi dasar dalam setiap langkah pengabdiannya.

Baca Agnotologi di Borneo: Penjajahan yang Terjadi di Dalam Pikiran

Sebagai perempuan Dayak, Angel juga konsisten mendorong peningkatan peran perempuan dalam kehidupan publik. Menurutnya, perempuan tidak boleh ragu mengambil ruang kepemimpinan, selama memiliki kompetensi, integritas, dan kemauan untuk bekerja bagi kepentingan masyarakat. Ia percaya bahwa pembangunan daerah akan lebih kuat apabila perempuan memperoleh kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam politik, ekonomi, pendidikan, maupun organisasi kemasyarakatan.

Kiprah Angeline Fremalco menunjukkan wajah baru kepemimpinan perempuan Dayak pada abad ke-21. Ia berhasil memadukan berbagai peran sebagai legislator, pemimpin organisasi, istri kepala daerah, ibu rumah tangga, dan aktivis sosial tanpa meninggalkan identitas budaya yang melekat pada dirinya.

Baca Dekolonisasi Narasi Identitas: Warisan Kolonial dan Rekonstruksi Identitas Dayak di Borneo

Melalui dedikasi, ketekunan, dan semangat melayani, Angel menjadi inspirasi bagi generasi muda Dayak bahwa kepemimpinan sejati lahir dari kerja nyata, kedekatan dengan masyarakat, serta kesediaan mengabdikan kemampuan demi kemajuan daerah dan kesejahteraan sesama.

Penulis dan peneliti: Rangkaya Bada

0 Comments

Type above and press Enter to search.