Badai Pasti Berlalu-nya Marga Tjoa | Buku yang Mengubah Arah Angin dan Pandangan Hidup Saya (6)
![]() |
| Marga Tjoa: saya belajar membuat judul novel daripadanya. Ist. |
Sejak SMA. Saya telah mengenal karya Marga T. Jagat raya batin saya terguncang hebat. Seorang pengarang luar biasa sanggup mengaduk-aduk fantasi. Mirip pendekar sakti yang melepaskan pukulan khian-kun tay-tek.
Angin berkesiur hebat. Hati pembaca luluh lantak. Sedemikian rupa rasa kagum itu tertanam. Saya bisa tiga hari tiga malam termenung. Membayangkan tokoh dan lelaku cerita rekaan yang diciptanya. Itulah fiksi. Karya imajinasi tingkat tinggi.
Mencuri baca novel Marga Tjoa balik buku pelajaran
Marga Tjoa lengkap nama novelis pop Indonesia sing ada lawan itu. Nama Cina dari pengarang legendaris Marga T adalah Tjoa Liang Tjoe (dalam ejaan Hokkien) atau Cài Liángzhū (蔡良珠) dalam bahasa Mandarin. Selain nama Tionghoa tersebut, ia juga dikenal dengan nama baptis Margaretha Tjoa serta nama Indonesianya, yaitu Intan Margaretha Harjamulia.
Novel karya Marga T. yang luar biasa itu saya baca ketika SMA kelas I. Saya meminjamnya dari perpustakaan sekolah. Sebuah kitab sastra terlarang bagi jam pelajaran. Diam-diam novel itu kubaca. Saya menyembunyikannya dengan rapat. Tepat di balik buku pelajaran lain.
Baca Dibawah Bendera Revolusi| Buku yang Mengubah Arah Angin dan Pandangan Hidup Saya (5)
Jurus penyamaran ini harus rapi. Terutama jika saya lagi bete mendengar uraian guru di depan kelas. Pelajaran terasa menjemukan. Pikiran saya melayang ke dunia fiksi. Saya pun langsung mencuri baca novel itu. Lembar demi lembar saya balik di balik gerai lembaran buku pelajaran serupa. Guru menyangka saya tekun belajar. Padahal jiwa saya sedang bertualang bersama Marga T.
Apa salahnya juga? Pikir saya waktu itu. Sambil pasang muka tak berdosa.
Novel Marga T itu kan saya pinjam resmi dari perpustakaan sekolah. Lalu saya baca juga di dalam kelas waktu jam pelajaran sekolah. Masih satu kawasan. Toh sama-sama kata kuncinya "sekolah". Jadi secara ilmu kecocokan logis. Aksi penyelundupan buku ini legal-legal saja. Namanya juga sedang memanfaatkan fasilitas pendidikan secara maksimal di waktu yang tepat. Cuma itu pembelaan saya.
Dalam setiap lembar yang saya intip itu. Sang penulis biasanya menggunakan nama pena: Marga T. Belakangan saya baru mafhum. T itu kependekan dari Tjoa. Marga Tjoa. Bisa jadi ini adalah nama alias di dunia persilatan sastra.
Baca Permainan Bulan Desember, Mira W. | Buku yang Mengubah Arah Angin dan Pandangan Hidup Saya (4)
Saya sempat membaca senarai tokoh Tionghoa Indonesia. Nama Marga T ada di sana! Juga serial buku Kesusastraan Melayu Tionghoa sebanyak lima jilid. Di sana dibahas tuntas. Akar kesusasteraan Tionghoa Peranakan di Nusantara digali dalam-dalam. Bagai jurus simpanan tersembunyi. Saya jadi mafhum. Mengapa orang Tionghoa luar biasa dalam jagat sastra. Sifat tekun dan bakat mereka sungguh tiada banding.
Marga T tak syak lagi adalah salah seorang pelopor sastra pop Indonesia.
Sang dokter yang tersesat jadi pengarang bagai pendekar wanita yang turun gunung ke dunia ramai. Lewat novel bersambung "Badai Pasti Berlalu".
Karya itu dimuat harian Kompas. Mulai 5 Juni 1972 sampai 2 September 1972. Sambutan pembaca luar biasa riuh. Menangkap peluang, penerbit lalu membukukan Cerbung . Buku itu mencetak sukses besar. Diterbitkan oleh Gramedia sebagai buku best seller. Angka penjualan mencapai 24.000 eksemplar. Sebuah rekor mencengangkan pada zamannya.
Kisah di dalam kitab tersebut sejatinya sangat menguras air mata pembaca. Jagat raya batin tokoh utamanya. Siska. Hancur lebur didera patah hati hebat. Sang tunangan berkhianat membatalkan pernikahan demi wanita lain. Siska terpukul hingga jiwanya beku bagai es di puncak gunung.
Baca Baca Ali Topan Anak Jalanan| Buku yang Mengubah Arah Angin dan Pandangan Hidup Saya (3)
Dalam situasi dingin itu datanglah Leo. Sahabat abang Siska yang terkenal sebagai playboy kelas tinggi. Leo awalnya hanya mencari gara-gara menjadikan Siska objek taruhan bersama teman-temannya. Namun senjata makan tuan. Leo malah jatuh cinta setengah mati. Ketika rahasia taruhan itu bocor. Siska merasa terhina untuk kedua kali lalu mendepak Leo tanpa ampun.
Pada ketika masa rapuh itulah muncul musuh dalam selimut bernama Helmi. Seorang pianis licik di klub malam milik ayah Siska. Helmi mengantongi rahasia perselingkuhan ayah Siska dan menggunakannya untuk memeras Siska agar mau menikah dengannya. Pernikahan paksa itu menjadi neraka dunia bagi Siska karena Helmi culas dan gemar berpesta pora. Siska bahkan harus kehilangan anak laki-lakinya. Cosa. Yang meninggal dunia saat kecil. Namun setiap badai pasti berlalu. Siska mengumpulkan sisa tenaga dalamnya untuk bercerai dari Helmi dan kembali membuka hati bagi Leo yang setia menunggu sebagai seorang dokter.
Belajar bahasa simbol dan menemukan kebaruan
Dari Marga T. Saya memetik pelajaran berharga tentang seni meramu judul novel. Salah satunya adalah jurus menggunakan bahasa simbol. Badai. Sebuah simbol penderitaan yang pekat sekaligus harapan yang akan datang. Ilmu rahasia yang saya temukan dari hasil bertapa membaca ini.
Baca The Joy of Not Working | Buku yang Mengubah Arah Angin dan Pandangan Hidup Saya (2)
Kemudian saya tuangkan secara runtut. Tepatnya dalam bab "Kiat Membuat Judul Cerpen dan Novel". Bab itu bersemayam di dalam buku saya: Principles of Creative Writing.
![]() |
| Principles of Creative Writing: memang ada prinsip dasar menulis itu. |
Bagi saya. Membaca fiksi bukan melamunkan tokoh cerita. Ada banyak novelty. Ada temuan sendiri yang orisinal. Kebaruan itu lahir dari proses mengalami. Juga dari ketajaman analisis yang saya dapatkan dari membaca sebuah novel. Termasuk mahakarya Marga Tjoa ini.
Meski demikian, sebenarnya novel Marga T yang pertama bukanlah itu. Pada tahun 1971 perempuan kelahiran 27 Januari 1943 ini telah unjuk gigi. Ia menulis dan menerbitkan novel berjudul "Karmila". Dalam buku saya 101 Hari Menulis & Menerbitkan Novel. Saya mencatat Marga T sebagai novelis yang sangat prolifik. Lebih dari itu. Marga Tjoa sungguh menginspirasi. Karyanya membikin tonggak lompatan sejarah pernovelan tanah air.
Baca Tubuh yang Ditulis Kata: Filosofi di Balik Sampul Born to Write
Arah angin literasi berubah total. Pandangan hidup saya ikut bergolak. Saya tersadar. Sastra harus sesuai kata magis Horatius: "dulce et utile". Indah sekaligus berguna. Menghibur sekaligus mendidik pembaca. Sastra hanya itu fungsi tujuannya. Cuma itu.
Tangsel malam yang tenang 19-10-2026.


0 Comments