The Joy of Not Working | Buku yang Mengubah Arah Angin dan Pandangan Hidup Saya (2)

The Joy of Not Working | Buku yang Mengubah Arah Angin dan Pandangan Hidup Saya (2)
The Joy of Not Working: salah banyak buku yang mengubah arah angin serta pandangan hidup saya. Ist.

Pada mulanya adalah kata. Untaian huruf yang menyusun nama itu mengecoh prasangka saya. Goresan nama yang anggun sempat membuat saya mengira bahwa sang penulis adalah seorang perempuan. 

Namun, takdir berkata lain. Di balik nama tersebut ternyata berdiri sosok seorang lelaki sejati. Sungguh pun demikian. Perkara gender bukanlah fokus yang ingin saya bedah di kolong langit ini, melainkan kedalaman isi serta letupan inspirasi dahsyat yang terpancar dari dalam kitabnya.

Baca First Things First| Buku yang Mengubah Arah Angin dan Pandangan Hidup Saya (1)

Sebagai orang yang mengawal langsung proses persalinan naskah ini ke dalam bahasa Indonesia. Saya merasa teramat beruntung mendapatkan kehormatan bertindak sebagai editornya.

Memamah-biak buku The Joy of Not Working

Kala itu tahun 2005. Saya menerima pekerjaan sampingan untuk mengedit naskah berharga ini. Tentu saja, demi menjaga etika serta kecemburuan sosial di kantor. Maka seluruh proses penyuntingan saya bawa pulang. Dan dikerjakan di luar office hours.

Baca Justina Hendry| Proses Kreatif Menulis dan Menerbitkan Biografi Rasa Novel

Sebelum tahu dan membaca bionarasi penulis. Saya menyangka ia perempuan. Gak tahunnya, laki-laki. Namanya juga prasangka. Apa yang ada dalam pikiran manusia (pra) sebelum sangkaan terbukti!

Saya memboyong lembaran naskah tersebut pulang ke rumah. Mencumbunya dengan ketelitian tinggi selepas office hours. Ketika sedang tekun memilah kata demi kata dan meresapi saripati isinya. Sebuah percikan imajinasi mendadak meletup di dalam kepala saya. 

Saya terinspirasi dan mulai membayangkan. Bahwa suatu waktu kelak di kemudian hari, entah kapan masanya tiba? Garis takdir hidup saya akan menjelma persis seperti tajuk buku yang sedang saya bidani ini. Saya ingin mereguk kebahagiaan di luar kungkungan rutinitas kerja konvensional.

Menakjubkan sekali. Untaian harapan yang sempat terbersit belasan tahun silam itu rupanya tidak menguap begitu saja menjadi angin lalu. Ia menjelma menjadi sebuah self-fulfilling prophecy. Yakni ramalan sakti yang mewujud nyata melalui keteguhan bawah sadar. Garis waktu takdir saya benar-benar tergenapi sejak tahun 2015. Ketika saya akhirnya melangkah penuh ke dalam pelukan gaya hidup bebas merdeka. Menikmati seni hidup tanpa ikatan dinas formal. Persis seperti apa yang telah dituliskan Ernie di lembar-lembar kitabnya.

Baca Justina Hendry dan Selembar Gambar Kusam yang Menjumput Kenangan Lama - Kisah Kasih di Sekolah Nyarumkop (11)

Ketika menatap fisik buku aslinya yang sengaja saya letakkan di atas laptop. Lengkap berdampingan dengan potret raut wajah sang penulis. Ada seulas rasa bangga yang menyelinap di dada. 

Nikmat-lezatnya tidak bekerja (kantoran)

Buku yang mencerahkan ini diterbitkan oleh Penerbit PPM pada tahun 2005, hadir dalam balutan 348 halaman yang sarat akan mutiara hikmat. Sang maestro, Ernie J. Zelinski, melalui karya monumentalnya ini telah mengajarkan kepada lebih dari 150 ribu manusia tentang sebuah filosofi luhur: The Joy of Not Working. Sebuah seni mendalam untuk hidup dan merayakan setiap jengkal embusan napas kita. 

Justina Hendry: Peserta Reuni Terjauh Melintas Benua Membawa Sang Bunda - Kisah Kasih di Sekolah Nyarumkop (73)

Lewat buku ini. Siapa saja diajak untuk bergabung bersama ribuan jiwa yang telah tercerahkan. Memetik jurus rahasia tentang bagaimana meramu kerja keras dengan kesenangan hidup secara seimbang dan mengalir alami.

Kini, sang pendekar karier inkonvensional tersebut telah menginjak usia 73 tahun. Ernie J. Zelinski bukan hanya penulis biasa. Ia seorang juga penulis terlaris internasional. Pelatih kehidupan menuju kemakmuran. Pembicara ulung, serta pakar yang mendobrak pakem dunia kerja tradisional. 

Sepanjang rekam jejak kepenulisannya. Ernie telah melahirkan lima belas karya kreatif yang luar biasa, yang gaungnya telah melintasi berbagai benua. Karyanya diterjemahkan ke dalam dua puluh hai bahasa. Dan beredar resmi di dua puluh sembilan negara di seluruh penjuru bumi. 

Pelita bagi langkah

Kitab ini sungguh menjelma menjadi sebilah pelita batin yang memancarkan berkas cahaya kemilau. Pustaka yang menuntun siapa saja yang duka merana dalam kungkungan rutinitas duniawi yang menjemukan. Untuk bangkit dan mulai merajut kembali hakikat kebahagiaan sejati.

Baca Wrong or Wrong My Country dan Cara Jaya Suprana secara Jenaka Memandang Indonesia

Khusus bagi diri saya pribadi. Jalinan aksara di dalam kitab inilah yang mengalirkan tenaga dalam batiniah. Membakar keberanian saya untuk menepis dan melompat bebas dari belenggu jam kerja kantor konvensional yang kaku.

Memang tidak boleh dimungkiri. Bahwa sistem tersebut memiliki kebagusan tersendiri dan mendatangkan banyak faedah bagi jalaran hidup manusia. Namun, sebagaimana petuah kuno yang acapkali saya dengungkan tiap kali membabar dan membedah segulung kitab ilmu: "ambil santan, buang ampasnya!" 

Seorang pendekar sejati harus jeli menyaring mana saripati murni yang menguatkan sukma. Dan berani menepis ampas tak berguna yang melalaikan jiwa.

Tangsel, siang 18/10-2026.

0 Comments

Type above and press Enter to search.