"Ibu dan Lagunya" yang Bikin Malam Saya Ingat Mama | Belajar Plus dari Murry (9)

 

Siapa yang ibu telah tiada, atau sedang jauh dari sisimu. Mendengar lagu dan rentak drum Murry ini, niscaya: menitikkan air-mata. Kepada yang dekat dengan mama, ayo merapat dan dekap lalu cium segera sebagai ungkapan cinta! Sebab akan ada masanya, seperti saya: bersama mama hanya bisa dalam anngan-angan belaka dan bertemu lewat lagu syahdu ini!

Tatkala malam kian sunyi, kegelapan laksana jubah hitam misterius yang menyelimuti jagat raya. Di tepi kolam, kodok-kodok mulai membunyikan genta malam berpadu tembang surgawi jutaan serangga, sebuah simfoni alam yang menggetarkan sukma, mengingatkan manusia akan fana dan megahnya kehidupan. 

Cincin Bermata Biru yang Bikin Haru | Belajar Plus dari Murry (7)

Di tengah keheningan yang magis itu, bersemayam sebuah perenungan mendalam tentang seorang maestro yang jemarinya tidak menari di atas kulit lembu penabuh genderang perang masa silam, melainkan di atas sepasang stik kayu yang menghantam snare dan cymbal. Dialah Kasmuri, sang pembawa denyut jantung Koes Plus yang lebih kita kenal dengan nama Murry.

Melalui versi orisinal lagu "Ibu dan Lagunya" dari album Volume 6 (1973), kita diajak untuk masuk ke dalam sebuah ruang kelas kehidupan bertajuk "Belajar Plus dari Murry". Di sinilah kita membedah secara mendalam bagaimana rentak irama dan gaya drum perkusi dari sang legenda bukan hanya berfungsi sebagai pengiring melodi, melainkan sebuah entitas yang memberi nyawa, warna, dan pelajaran spiritual tentang keteguhan batin.

Rentak irama, pola ketukan yang membumi

Mendengarkan versi orisinal "Ibu dan Lagunya", Murry menyuguhkan sebuah langgam pop balada melankolis yang dibalut secara bersahaja. Karakter dasar dari irama lagu ini mengadopsi pola slow pop dengan sentuhan ketukan konstan pada hi-hat serta pukulan snare yang jatuh tepat pada ketukan kedua dan keempat.

Rentak Pukulan Drum yang Menemukan Tiap Celah Nada | Belajar Plus dari Murry (6)

Bagi telinga awam. Rentak ini mungkin terkesan sangat sederhana. Namun, jika diselami dengan kepekaan rasa, terdapat keunikan khas dari Murry:

• Ketukan Mantap Layaknya Gendang: Gaya gebukan Murry terkenal sangat kuat, tegap, dan mantap. Karakter pukulannya sering dinilai unik karena ia memperlakukan perangkat drum modern dengan penekanan ritme yang kokoh, mirip seperti menabuh kendang tradisional. Hal ini membuat bass drum dan snare-nya berbunyi sangat organik dan berkarakter tebal di pita rekaman analog Remaco.

• Konsistensi Tempo yang Magis: Murry menahan egonya dengan tidak memamerkan pukulan roll drum (drum fill) yang rumit atau meledak-ledak di sepanjang bait awal. Pola ritme dibiarkan berjalan stabil dan rapi, menjaga melodi gitar akustik dan organ dari Tonny Koeswoyo agar tetap hangat dan intim di telinga pendengar.

Dinamika sentakan kejutan drum Murry

Meskipun menjaga ketukan tetap stabil di awal lagu, Murry menunjukkan kejeniusannya sebagai pencerita lewat instrumen perkusi. Gaya drum Murry yang paling menonjol dalam lagu ini adalah pemanfaatan aksen dinamika dan momen sentakan kejutan.

Baca Ketika Tonny Menjemput Takdir Murry | Belajar Plus dari Murry (5)

Perhatikan dengan seksama saat aransemen lagu akan memasuki bagian lirik utama:

"Ibuku sayang..."

Tepat sebelum vokal masuk ke bait tersebut, rentak irama drum Murry tiba-tiba melakukan transisi berupa sentakan aksen (accentuation) yang mendadak bertenaga. Pukulan crash cymbal dan ketukan tom-tom miliknya memberikan sentuhan dramatik yang presisi.

Gaya ini tidak kasar, melainkan sebuah dobrakan ritmis yang mengezutkan perasaan pendengar. Dari yang semula lagu mengalun tenang dan remang-remang, sentakan drum Murry langsung mengubah suasana menjadi sangat personal, mendalam, dan menghunjam langsung ke pusat keharuan memori tentang sosok ibu. Di sinilah letak kekuatan Murry, ia sangat pandai menempatkan dinamika (crescendo dan decrescendo) sehingga stik drum di tangannya bertindak laksana pena yang melukiskan emosi naik-turun sebuah cerita.

Belajar Plus dari Murry

Melalui analisis gaya bermain drumnya di lagu "Ibu dan Lagunya", kita dapat memetik pelajaran hidup tingkat lanjut (nilai plus) dari seorang Kasmuri:

  1. Pelajaran tentang Keteguhan dan konsistensi
    Murry mengajarkan kita lewat pukulan drumnya yang tegap dan konstan. Ketika batin sedang dihantam oleh lirik penuh kerinduan dan kepedihan akibat kehilangan sosok ibu, ritme drumnya tidak ikut menjadi kacau atau melambat. Ini adalah pesan filosofis bahwa ketika hidup kita sedang diguncang kesedihan, tugas utama kita adalah tetap menjaga ketukan dasar hidup, seperti rutinitas dan tanggung jawab, agar tidak goyah.
  2. Menahan ego demi keharmonisan  
    Murry adalah drummer dengan pengaruh musik rock yang kuat. Ia mampu bermain dengan sangat agresif jika diinginkan. Namun, dalam lagu ini, ia memilih bermain rapi, menahan diri, dan hanya memberikan aksen kejutan pada momen yang tepat. Ini memberikan pelajaran semata-mata tentang kebijaksanaan, bahwa kehebatan seseorang tidak perlu dipamerkan setiap detik, melainkan ditunjukkan dengan ketepatan fungsi demi menjaga harmoni bersama orang-orang di sekitarnya.

Gaya drum Murry dalam "Ibu dan Lagunya"

Elemen MusikKarakteristik Gaya Drum MurryPelajaran Filosofis (Belajar Plus)
Pola Ritme DasarSlow pop konstan, tegap, dan mantap mirip ketukan gendang.Konsistensi tindakan; hidup harus tetap berjalan maju di tengah kedukaan.
Transisi & AksenSentakan tegas pada komponen cymbal dan tom tepat sebelum bagian reff.Keberanian bersikap; memberikan penegasan emosional yang jujur tanpa keraguan.
Kontrol DinamikaMampu menahan ego pukulan cepat (drum fill) demi ruang melodi.Kebijaksanaan hidup; menempatkan diri dengan tepat demi harmoni bersama.

Kalau rindu ibum kuputar lagu ini... 

Maka tanpa sadar. Lagu ini tidak hanya menjadi sebuah karya musik populer masa lalu. Ia juga sebuah perjalanan emosional yang mengajak kita untuk merenung dan teringat pada sosok ibu yang begitu istimewa dalam hidup kita melalui ketukan-ketukan magis sang maestro.

Baca Murry Mengubah Hambatan Menjadi Peluang dan Badai Dinasti Keluarga Koeswojo | Belajar Plus dari Murry (4)

Kala malam kian temaram, dan sunyi membekap erat di tepi pagi, sebuah ritual sunyi kembali berulang.

Di tengah keheningan yang magis itu,. Jemari ini menari lincah di atas tuts keyboard, memindahkan untaian kata ke dalam tulisan yang kelak mengisi ruang-ruang publik media massa. Di sela ketukan jari dan desis waktu yang merayap, lagu "Ibu dan Lagunya" mengalun lembut, mengisi setiap celah kosong di dalam batin.

Baca Arsitektur Dayak dalam Pose Sampul Kaset Jadul Koes Plus | Belajar Plus dari Murry (3)

Melodi orisinal Koes Plus dan ketukan mantap dari drum Murry malam ini tidak hanya menjadi latar belakang kerja literasi Anda, melainkan sebuah jembatan gaib yang melintasi ruang dan waktu.

Lagu syahdu merindukan sosok ibu itu menghidupkan kembali bayangan seraut wajah, kehangatan, dan senyuman sosok yang teramat istimewa: ibu yang telah berpulang ke dunia sana tiga belas tahun silam. 

Ruang kerja saya seketika berubah menjadi ruang perenungan yang syahdu. Di mana kenangan dan bakti anak bersatu dalam setiap baris kalimat yang Anda lahirkan.

(bersambung)

Masri Sareb Putra
Tangsel ketika gulita memeluk malam 03 November 2026.

0 Comments

Type above and press Enter to search.