Gat Khaleb: Anggota Dewan Punya Catatan
Gat Khaleb lahir di Long Pupung pada tanggal 18 Agustus 1972. Ia menyelesaikan pendidikan S-1 di Universitas Kristen Indonesia, Jakarta pada tahun 1998.
Selama kuliah di UKI, Gat Khaleb aktif sebagai Ketua Departemen Organisasi dan Pengkaderan GMKI Cabang Jakarta, Kelompok Cipayung. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Ketua Senat UKI (sekarang BEM) dan terlibat sebagai salah satu aktor Reformasi 1998.
Baca Alena Murang: Penjaga Warisan Sape' dan Suara Dayak Kelabit di Pentas Dunia
Setelah lulus, Gat Khaleb mengabdi sebagai ASN (guru SMP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nunukan. Selama menjadi ASN, ia tetap aktif dalam beberapa NGO seperti Tana Tam, FoMMA, Formadat, dan Sekjen Kepala Adat Besar sejak tahun 2004.
Aktif berorganisasi dan diskusi sejak mahasiswa
Selama periode ini, Gat Khaleb berpran aktif dalam berbagai pertemuan nasional dan internasional, termasuk Conference on Information and Technology by Indigenous Peoples (UNDP) di Chiang Mai, Thailand pada tahun 2006; Conference on Bio-Diversity COP (UNEP) di Nagoya, Jepang pada tahun 2010; Trilateral Ministerial Meeting on HoB di Bandar Sri Begawan, Brunei pada tahun 2012; dan Slow Food International Programme (Terra Madre) di Kota Turin, Italia pada tahun 2018.
Baca Angeline Fremalco: Politisi Dayak, Pemimpin Perempuan, dan Penggerak Pelayanan Sosial
Pada tahun 2013, Gat Khaleb memutuskan untuk mundur sebagai ASN atas permintaan sendiri dan memilih untuk terjun ke dunia politik. Pada tahun 2018, ia mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Nunukan dari Partai Demokrat dan terpilih. Ia masih aktif sebagai anggota DPRD Kabupaten Nunukan dari tahun 2019 hingga 2024.
Pada Pemilu Legislatif 2024, meskipun menghadapi berbagai tantangan, Gat Khaleb berhasil terpilih kembali sebagai wakil rakyat untuk DPRD Kabupaten Nunukan untuk periode yang kedua. Di sela-sela tugasnya sebagai wakil rakyat, Gat Khaleb senang berkebun dan bertani.
Demikianlah perkembangan dan perjalanan karier Gat Khaleb, yang telah mengabdi dalam berbagai bidang seperti pendidikan, aktivisme sosial, dan politik, serta tetap terhubung dengan aktivitas berrawah dan bertani yang merupakan kegemarannya.
Baca Hetty Kus Endang: Menganyam Warisan Dayak melalui Kain Pantang dan Pemberdayaan Perempuan
Perjalanan karier Gat Khaleb terus berlanjut. Suatu jejak yang melambangkan pengabdian tulus tanpa henti dalam pendidikan, aktivisme sosial, dan politik. Tetap terhubung dengan aktivitas berrawah dan bertani, hobi yang tak pernah lekang oleh waktu, ia terus menginspirasi dengan dedikasinya yang mengagumkan.
Catatan seorang Dewan
Pada Pemilu Legislatif tanggal 14 Februari 2024, Gat masih menempati kursi dewan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Dia mengakui bahwa Pileg kali ini sangat berat, terutama dari segi moral dan etika politik karena praktik "money politics" merajalela.
Namun, Gat tetap konsisten memegang teguh etika politik yang bersih. Baginya, menjaga integritas dan moral adalah hal yang tidak bisa ditawar. Gat yakin bahwa jabatan politik seharusnya bisa dicapai dengan cara yang elegan dan bersih, sebagai contoh hidup bagi orang lain bahwa idealisme dan integritas tidak harus dikorbankan demi kekuasaan.
Baca Nicholas anak Gani: Arkeolog Dayak di Pentas Dunia
Bagi Gat, mengikuti prinsip-prinsip ini bukan hanya untuk mempertahankan jabatannya, tetapi juga sebagai komitmen untuk memberikan teladan positif dalam dunia politik yang sering kali dipenuhi dengan intrik dan kesempatan yang menggoda.bukan anggota dewan biasa.
Tidak mungkin untuk Gat menegasi, atau berbuat hal yang bertentangan dengan hati nuraninya sebagai anggota dewan. Apalagi semua pemikiran, ucapan, dan tindakannya di panggung politik telah diabadikan dalam sejilid buku.
Baca Deliana Winki: Duta Dayak lewat Sape
Tonggak sejarah yang mengabadikan seluruh inderanya sebagai wakil rakyat, tertuang dalam sejilid buku dengan jumlah xxiv + 408 halaman. Diterbitkan Sinar Bagawan Khatulistiwa, ISBN 9786238858163 di bawah judul Catatan Harian Seorang Wakil Rakyat (Maret 2024).
Dalam buku ini kita menyelami serta memahami siapa sebenarnya Gat, lelaki Lundayeh yang bicara ceplas ceplos, apa adanya. Kata, hati, pikiran, dan tindakannya: sama! Sungguh, Gat seorang wakil rakyat tanpa dusta.
Periset dan penulis │ Masri Sareb Putra
0 Comments