The Asian Drama | Buku yang Mengubah Arah Angin dan Pandangan Hidup Saya (11)

 

The Asian Drama

Gunnar Myrdal dengan konsep soft state atau negara lemah  dalam Asian Drama bukan hanya catatan kaki sejarah. Konsep ini adalah cermin retak yang merekam realitas kita hari ini. Ketika membaca ulang bab demi bab mahakarya tersebut. 

Nalar kritis kita dipaksa melihat ke dalam. Kita dipaksa melihat bagaimana kebijakan vital negara sering kali lumpuh di tingkat pelaksanaan. 

Baca Hiroshima | Buku yang Mengubah Arah Angin dan Pandangan Hidup Saya (10)

Salah satu sektor yang paling telanjang menunjukkan gejala negara lemah ini adalah kebijakan pangan nasional kita.Buku Asian Drama: An Inquiry into the Poverty of Nations karya ekonom terkemuka Gunnar Myrdal memang sebuah mahakarya. Buku ini tidak lekang oleh waktu.

Saya membacanya pada tahun 1984. Tepat 10 tahun setelah Myrdal dianugerahi Nobel Ekonomi pada tahun 1974. Buku itu sendiri terbit pertama kali pada tahun 1968.

Meski demikian. Esensi yang terkandung di dalamnya tetap terasa baru. Buku ini memiliki kekuatan magis. Dibaca kapan saja tetap menggelitik. Buku ini menggugah kesadaran. Nalar kritis kita dipaksa untuk menyoroti "Drama di Asia". Sebuah drama yang lakonnya seolah terus berulang dari waktu ke waktu.

Awal mula perjumpaan pikiran di Batu

Jejak ingatan saya terbang kembali ke masa silam. Buku ini pertama kali saya dengar ulasannya dalam sebuah kuliah umum. Pertemuan ilmiah itu berlangsung di wilayah dingin Batu, Malang.

Baca Sam Walton, Biografi Nir-gambar yang tidak Biasa | Buku yang Mengubah Arah Angin dan Pandangan Hidup Saya (8)

In illo tempore
, saat itu (1984) seorang pembicara membedah pemikiran Myrdal dengan begitu memikat. Penjelasannya merangsang rasa ingin tahu saya sebagai seorang pembelajar. Nalar kritis saya langsung terhentak mendengar analisisnya mengenai kemiskinan struktural.

Baca Master Your Mind, Design Your Destiny-nya Adam Khoo | Buku yang Mengubah Arah Angin dan Pandangan Hidup Saya (7)

Saking tertariknya dengan materi kuliah umum itu. Saya tidak ingin menunda waktu lebih lama. Sepulang dari acara saya langsung bergerak mencarinya ke toko buku Gramedia terdekat. Pencarian itu membuahkan hasil yang manis. Buku tebal tersebut berhasil saya temukan di antara deretan buku ekonomi politik lainnya. Memegang buku itu seperti memegang kunci untuk membuka kotak misteri bernama realitas Asia.

Sejak masa mahasiswa. Ruang hidup kami memang tidak pernah sepi dari dialektika. Kami sudah terbiasa menggelar diskusi intensif. Kami membahas berbagai buku fenomenal yang memengaruhi arah pemikiran dunia. Buku The Asian Drama ini pun segera mengambil posisi terhormat. Buku ini menjadi salah satu bahan diskusi yang paling sering kami kupas habis di kalangan kawan-kawan mahasiswa. Buku tebal tersebut menjadi menu wajib dalam perdebatan-perdebatan intelektual kami yang panjang hingga larut malam.

Akar kemiskinan struktur sosial Asia

Melalui penelitian mendalam pada akhir tahun 1960-an. Myrdal membedah isu pembangunan ekonomi. Beliau juga membedah politik dan dimensi sosial di negara berkembang Asia. Pendekatan ekonomi konvensional cenderung diabaikan oleh Myrdal. Beliau memilih jalan yang lebih terjal. Jalan itu adalah membedah tabiat manusia dan institusi sosial.

Baca Dibawah Bendera Revolusi| Buku yang Mengubah Arah Angin dan Pandangan Hidup Saya (5)

Buku ini mendobrak teori ekonomi klasik. Myrdal memberikan perhatian besar pada keadilan sosial dan institusi masyarakat. Beliau tidak hanya melihat angka pertumbuhan ekonomi. Bagi Myrdal angka-angka pertumbuhan sering kali menipu. Angka produk domestik bruto bisa naik. Namun perut rakyat kecil tetap kosong. Ketimpangan institusional justru semakin menganga lebar.

Myrdal melihat Asia dengan mata yang telanjang. Beliau tidak memakai teori-teori Barat yang dipaksakan. Negara-negara Asia memiliki beban sejarah yang unik. Penjajahan meninggalkan trauma mendalam. Trauma itu mewujud dalam struktur sosial yang kaku. Kaum elite menguasai tanah dan modal. Sementara itu rakyat jelata hanya menjadi penonton. Mereka terperangkap dalam lingkaran setan kemiskinan.

Kemiskinan di Asia bukan masalah kekurangan modal semata. Kemiskinan adalah masalah sikap hidup. Ia adalah masalah sistem nilai yang tidak mendukung kemajuan. Sikap pasrah pada nasib menjadi musuh utama. Ditambah lagi dengan sistem pelapisan sosial yang diskriminatif. Myrdal dengan berani membongkar semua tabu ini. Beliau menunjukkan bahwa tanpa perombakan struktur sosial ekonomi Asia akan jalan di tempat.

Sindrom negara lemah dan korupsi akut

Myrdal menyoroti konsep "soft state" atau negara lemah di Asia. Di wilayah ini kebijakan sering kali sulit ditegakkan. Penyebabnya adalah lemahnya disiplin sosial. Faktor lain adalah tingginya korupsi. Negara lemah bukan berarti tidak memiliki tentara atau polisi yang banyak. Negara lemah berarti hukum bisa dibeli. Peraturan hanya tegak di atas kertas. Namun peraturan itu mandul dalam pelaksanaan sehari-hari.

Baca Permainan Bulan Desember, Mira W. | Buku yang Mengubah Arah Angin dan Pandangan Hidup Saya (4)

Dalam konsep negara lemah kewajiban sosial sering diabaikan. Warga negara enggan membayar pajak secara jujur. Di sisi lain para pejabat menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri. Korupsi bukan lagi menjadi anomali. Korupsi telah bertransformasi menjadi pelumas sistem birokrasi. Tanpa uang semir roda pemerintahan tidak akan berputar. Hal ini membuat investasi menjadi sangat mahal dan tidak efisien.

Isu-isu seperti distribusi pendapatan yang tidak merata menjadi pemandangan biasa. Ledakan penduduk tidak terkendali. Tantangan birokrasi semakin berbelit-belit. Semua itu adalah lakon drama lama. Kita hingga kini masih sering menjumpainya. Para pemimpin politik sering kali mengumbar janji manis saat kampanye. Mereka berjanji akan menegakkan keadilan dan menyapu bersih korupsi. Namun setelah duduk di kursi kekuasaan mereka lumpuh menghadapi syahwat kekuasaan.

Disiplin sosial yang rendah membuat program pemerintah sering kali salah sasaran. 

Bantuan untuk orang miskin justru dinikmati oleh orang kaya. Kebijakan agraria untuk petani kecil malah menguntungkan tuan tanah. Myrdal melihat gejala ini sebagai penyakit kronis. Penyakit yang membuat negara-negara Asia sulit bersaing di kancah global. Selama negara tidak berani bertindak tegas hukum akan tetap menjadi milik mereka yang berduit.

Merdeka dari kacamata Barat

Buku ini mengubah cara pandang saya terhadap Asia. Inward-looking. Menggunakan kacamata Asia juga. Bukan kacamata orang lain. Terlalu lama kita dididik dengan teori-teori Barat yang sekular dan materialistis. Kita diajarkan untuk mengukur kemajuan dari seberapa megah mal yang dibangun. Kita silau dengan angka-angka pertumbuhan ekonomi yang disodorkan oleh lembaga donor internasional seperti Bank Dunia atau IMF.

Baca Baca Ali Topan Anak Jalanan| Buku yang Mengubah Arah Angin dan Pandangan Hidup Saya (3)

Myrdal menyadarkan kita semua. Asia harus dipahami dari dalam. Kita harus melihat ke dalam diri kita sendiri terlebih dahulu. Karakter budaya kita. Sejarah panjang kita. Tradisi gotong royong kita yang mulai luntur. Semua itu harus menjadi landasan dalam merumuskan kebijakan pembangunan. Kita tidak bisa menyalin resep pembangunan dari Washington atau London begitu saja. Resep itu sering kali menjadi racun bagi tubuh bangsa kita sendiri.

Melihat Asia dengan kacamata Asia berarti menghargai kearifan lokal. Pembangunan harus memanusiakan manusia. Pembangunan tidak boleh menggusur masyarakat adat demi investasi tambang atau perkebunan sawit. Pembangunan harus mampu menciptakan kemandirian pangan secara nyata. Petani kita harus berdaulat atas benih dan tanah mereka sendiri. Kita tidak boleh terus-menerus bergantung pada impor beras atau gandum dari luar negeri.

Kesadaran kritis ini yang membuat buku Myrdal tetap abadi. Buku ini memaksa kita untuk berkaca sebagai sebuah bangsa. Apakah kita sudah benar-benar merdeka secara berpikir? Ataukah kita masih menjadi budak intelektual di bawah ketiak bangsa lain? 

Baca The Joy of Not Working | Buku yang Mengubah Arah Angin dan Pandangan Hidup Saya (2)

Drama di Asia akan terus berlanjut dengan lakon yang sama jika kita tidak berani merubah cara pandang kita. Buku ini telah mengubah arah angin hidup saya. Buku ini memberikan panduan berharga untuk membaca realitas sosial dengan kepala tegak sebagai manusia Asia yang merdeka.

Tangsel sore jelang senja 23 Oktober 2026.

0 Comments

Type above and press Enter to search.